Ketua Dewas BP YPK Kristhina Luluporo Harap IKM Menjadi Kebutuhan Guru Saat Mengajar di Sekolah YPK

Jayapura, Teraspapua.com – Guru-guru YPK yang ada di kota Jayapura tanpa disadari, hampir tertinggal dalam hal implementasi kurikulum Merdeka Belajar.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengawas BP YPK di Tanah Papua, Dr. Kristhina, R. I. Luluporo, S, IP, M, AP saat menutup Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), yang dilaksanakan oleh Badan Pengurus (BP) YPK, selama dua hari di hotel Horison Padang Bulan kota Jayapura, Sabtu (28/10/2023).

banner 325x300banner 325x300

Dengan demikian harap Luluporo, workshop IKM akan menjadi suatu kebutuhan dari guru-guru, yang mengajar di sekolah-sekolah Yayasan Pendidikan Kristen yang ada di tanah Papua.

“Kalau untuk guru-guru sekolah negeri, kegiatan seperti ini sudah menjadi hal biasa. Karena setiap kali ada kegiatan seperti ini pasti mereka ini yang dilibatkan. Dan tanpa kita sadari ternyata di kota Jayapura, guru-guru YPK hampir sedikit lagi tertinggal.” Tandas Luluporo.

Kristhina menambahkan, kebiasaan malu bertanya oleh guru-guru YPK harus dirubah. Karena menurutnya, ada kolaborasi dalam kurikulum Merdeka Belajar.

Untuk itu, guru-guru YPK harus lebih sering bertanya kepada teman-teman guru di sekolah lain, agar bisa saling bertukar pengalaman. Karena dengan bertanya dan sering berbagi pengalaman, kata Luluporo, maka guru-guru YPK tidak akan tertinggal dengan sekolah-sekolah lainnya di kota Jayapura.

“Guru-guru YPK kadang-kadang malu untuk bertanya kepada teman-teman guru sekolah lain. Pada akhirnya kita tidak pernah maju dan sama, serta tidak bisa bersaing dengan teman-teman yang lain. Harusnya kita sering bertanya dan saling berbagi pengalaman.” Ujarnya.

Kurikulum merdeka tambah, Luluporo tentu memiliki kelebihan, tetapi juga ada kekurangan dan itu hanya diketahui oleh para guru. Untuk itu dirinya berharap, dengan selesainya workshop IKM ini, para guru bisa menjadi guru-guru yang aktif, kreatif dan inovatif.

“Saya harap setelah selesai dari sini, bapak ibu guru menjadi guru-guru yang aktif, kreatif dan penuh inovasi serta pengalaman yang luar biasa.” Pungkasnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif BP YPK, Direktur Eksekutif BP YPK, Dra. Christina D. Widyastuti, M, Pd, selaku ketua panitia workshop IKM tersebut mengatakan, workshop IKM dilaksanakan, mengingat sebagian besar guru-guru SD YPK di kota Jayapura belum memahami secara mendalam tentang Kurikulum Merdeka.

Tujuan pelaksanaan workshok IKM lanjut Widyastuti, adalah untuk membekali para guru SD YPK agar lebih percaya diri, dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan masing-masing.

“Hasil dari workshop ini, kiranya bisa diimbaskan kepada guru-guru SD YPK lainnya, yang tidak sempat mengambil bagian dalam kegiatan ini.” Tandas Widyastuti.

Pada kesempatan ini, salah satu guru yang mewakili para peserta workshop IKM tersebut menyebutkan, workshop Implementasi Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan oleh BP YPK, merupakan kegiatan luar biasa yang pernah diikuti oleh para guru SD YPK di kota Jayapura.

Pada kesempatan ini selain mengharapkan kegiatan workshop implementasi kurikulum Merdeka ini berkelanjutan, perwakilan peserta ini juga berharap, agar BP YKP di tanah Papua, bisa memperhatikan nasib guru-guru YPK yang masih berstatus honorer.

“Mungkin kedepannya ada kegiatan yang terus memacu dan menuntun kami untuk menjadi lebih baik. Dan kami titipkan semua harapan-harapan kami untuk YPK, khususnya kami guru-guru honor.” Pungkasnya.

(Har)