Pemilu 2024, Partai Garuda Papua Target Semua Dapil Terisi Satu Kursi

Ketua DPD Partai Garuda Provinsi Papua, Prof. Dr. Jeffry Yuliyanto Waisapi, ST., SH., MM., M.Eng., MH., PhD

Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Garuda Provinsi Papua menargetkan semua Daerah Pemilihan (Dapil) terisi satu-satu kursi pada Pemilu tahun 2024 ini.

“Kalau target, prinsipnya satu kursi per Dapil. Ya, kami target satu kursi per Dapil di Provinsi Papua,” kata Ketua DPD Partai Garuda Papua,Prof. Dr. Jeffry Yuliyanto Waisapi kepada Teraspapua.com, Sabtu (10/2/2024).

banner 325x300banner 325x300

Lanjut disebutkan Jeffry, Partai Garuda baru ikut dua kali Pemilu, Pemilu tahun 2019 dan tahun 2024. Seraya berharap partai ini bisa terus berkembang.

“Meman kami lagi membangun kekuatan di setiap provinsi di Indonesia, termasuk di Papua,” ujar sosok yang juga Direktur Kantor Hukum Perisai Keadilan Papua itu.

Menurut Jeffry, apa yang pernah diraih oleh partai Garuda di tahun 2019, selaku partai baru dengan kursi terbanyak. Kami mencoba lagi di tahun 2024 ini, untuk bisa tetap menjaga posisi.

Karena dinamik DOB yang memisahkan kita dengan kabupaten kota yang sudah kami bangun, berapa kursi yang terpecah di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Selatan.

Bahkan tambah Jeffry, sekarang Partai Garuda harus bertahan dengan 9 DPC, maka menjadi PR yang cukup sulit untuk kami kerjakan.

“Pada Pemilu tahun 2019 itu banyak suara dari wilayah pegunungan dengan sistem noken di Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Nah, sekarang sistem noken itu tidak ada lagi di wilayah Provinsi Papua,” tandasnya.

Maka tentu kader-kader kami betul-betul harus mempunyai keteguhan ataupun orang yang berdampak. Kembali disebutkan hal ini menjadi PR yang sangat berat yang harus kami kami upayakan.’

Namun tetap secara organisatoris, tetap Garuda berjalan dan sampai hari ini semua berjalan dan kami yakin untuk bisa membawa satu kursi perDapil,” imbuhnya.

Sementara untuk jumlah Caleg di seluruh Dapil yang ada di Provinsi Papua, Jeffry sebut semua ada 45 kursi.

Sebelum pecah DOB jumlah 55 kursi dan sekarang tinggal 45 kursi,” pungkas Prof Dr. Jeffry Waisapi.

(Har/Ricko)