Supiori, Teraspapua.com – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-74, Polres Supiori menggelar Bakti Sosial berupa pembersihan fasilitas umum yang terfokus di gereja dan mesjid serta memberikan sembako pada kepada Pendeta dan Imam Masjid yang berada di Kabupaten Supiori, Selasa (23/06/2020) pagi.
Aksi simpatik ini di Pimpin Langsung oleh Kapolres Supiori AKBP I Made Budi Darma SE dan diikuti oleh personel Polres Supiori, dimana sebelumnya seluruh personil mengikuti apel guna pembagian tugas dengan tujuan agar hasil kerja dapat terlaksana dengan maksimal dan berjalan sesuai harapan.
Adapun tempat ibadah yang dibersihkan adalah Masjid An-Nur Polres Supiori, Gereja Diaspora, Gereja GPDI Sorendiweri, Gereja Sion dan Gereja Albert Yokou
“Semoga sedikit sembako bisa mengurangi beban ditengah pandemi virus covid 19 dan kedepan giat ini tidak hanya dilakukan pada saat momen Hari Bhayangkara saja tetapi kegiatan semacam ini akan terus dilakukan sehingga dapat memupuk simpati warga terhadap Polri,” ungkap Kapolres AKBP I Made Budi Darma SE
Bakti sosial ini juga diharapkan mampu memperkuat silaturahmi dan mendekatkan polri dengan masyarakat untuk memudahkan dalam menjaga Lingkungan yang aman dan kondusif, serta Masyarakat dapat beribadah dengan tenang.
ditambahkan, kegiatan bersih-bersih ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam beribadah agar semakin nyaman dan kegiatan bhakti sosial ini juga termasuk salah satu pencegahan penyebaran covid-19 sekitar lingkungan rumah ibadah.
Pada kesempatan ini pengurus gereja yang menjadi tempat bakti sosial mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Kepolisian khususnya Polres Supiori karena sudah meluangkan waktunya untuk bersama-sama membersihkan halaman gereja sehingga masyarakat yang melaksanakan ibadahnya lebih nyaman lagi.
“Kami berharap apa yang dilakukan akan bermanfaat bagi masyarakat Dan Kami berharap juga pada anggota Polri yang bertugas di Polres Supiori agar kegiatan baksos bukan hanya membersihkan tempat ibadah melainkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan diri,” tukas seorang pengurus gereja.
(hend DK)















