Jayapura, Terasapua.com – Ketua Pansus Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD ) Kota Jayapura, Yuli Rahman, SH mengatakan, jika masyarakat yang merasa daya tahan tubuhnya sehat agar divaksin.
“Memang kita menghimbau, tapi tidak memaksakan,” kata Yuli Rahman, kepada sejumlah awak media usai melakukan pengawasan Yustisi penegakan Perda Nomor 3 Tahun 2020 di lapangan parkir waterpark PTC Entrop, Sabtu ( 6/8).
Kita tidak serta merta langsung divaksin, namun diawali dengan screening terkait dengan kondisi kesehatan baru masyarakat diberikan suntikan vaksinasi.
Dijelaskannya, kalau kita mau membentuk herd immunity 70 % dari penduduk di kota Jayapura maka harus divaksin, seraya berharap masyarakat jangan terlalu banyak menyebarkan berita – berita hoax yang menakutkan.
“Jadi, kalau tidak mau di vaksin cukup di anda saja, Itu hak anda untuk tidak divaksin. Tapi jangan mempengaruhi orang lain dengan menyebarkan berita hoax dimana-mana,” tegas Legislator kota itu.
Wakil Ketua Komisi B DPRD kota Jayapura akui, dirinya telah menerima suntikan vaksinasi tahap 1 dan 2 beberapa bulan yang lalu.
Karena aktivitasnya sangat full, dari pagi sampai sore, bahkan sampai tengah malam. Tapi fisiknya sangat kuat dan sehat sampai saat ini dan tidak ada pengaruh apapun setelah di vaksin.
“Jadi, fisik kekebalan tubuh saya setelah divaksin saya rasakan sendiri tidak seperti biasanya. Walaupun stamina orang berbeda-beda namun saya secara pribadi fisik kuat sampai saat ini,” bebernya.
Untuk itu, dia mengatakan, kami dari Pansus bahkan Satgas tidak bisa sendiri menghimbau untuk meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan.
Tapi butuh peran serta dari masyarakat dan masyarakatlah yang menjadi duta – duta untuk memutus mata rantai Covid – 19 di Kota Jayapura.
“Saya juga ingin sampaikan kepada masyarakat, jika ingin bepergian dan menggunakan sertifikat vaksin dalam keadaan sakit. Kami mohon jangan lakukan,” ucapnya.
Karena, dampak dari apa yang dirasakan oleh orang yang mau bepergian akan berdampak kepada kesehatannya sendiri.
Lanjut dijelaskan, dalam melakukan pengawasan pada pagi ini, kita melihat masyarakat masih belum sadar menggunakan masker.
“Sangat miris, mereka membawa masker namun di simpan di dalam kantong baju, celana atau dalam tas,” kesalnya.
Untuk itu, seluruh warga Kota diajak untuk budayakan menggunakan masker. Saat keluar dari rumah. Tadi sampai yustisi yang ketiga memang masyarakat masih membutuhkan edukasi dan sosialisasi dari Satgas.
“Tokoh masyarakat, tokoh agama harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingya menggunakan masker,” harapnya.
Ditambahkan, untuk memantau masyarakat atau lebih dikategori orang kepala batu maka perlu kiat-kiat atau strategi untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Covid, salah satunya adalah membentuk tambahan Pos PPKM.
Pos PPKM level 4 ini, bisa membantu memutus mata rantai Covid-19. Diatas jam 8 malam tidak ada orang yang beraktivitas lagi,” tutupnya.
(Wate)








