BP YPK di Tanah Papua Gelar FGD di Wilayah III, Biak Numfor dan Supiori, Bupati HAN Harap Ada Evaluasi

Biak, Teraspapua.com – Untuk mengetahui perkembangan sekolah YPK di Wilayah III, meliputi Kabupaten Biak Numfor dan Supiori. Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen (BP YPK) di Tanah Papua melaksanakan Fokus Grup Diskusi di Gedung Serba Guna Tongkonan Biak, Senin (30/10/2023).

FGD Problematika dan Babak Baru Pengembangan YPK di Tanah Papua Wilayah III, dengan tema Guru Bicara BP YPK Mendengar, dibuka secara resmi oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd, Wakil Bupati Biak Numfor Calvin Masnembra, S.E., M.B.A.S.E. S. Sos., M.M, Ketua BP YPK di Tanah Papua, Joni Y. Betaubun, SH, MH, Ketua Dewan Pengawas BP YPK, Dr. Krsithina R. I Luluporo, S, IP, AP dan anggota BP AM Sinode Wilayah III Pdt. Michael Kapissa.

banner 325x300banner 325x300

“Lewat FGD hari ini, kami berharap ada sebuah evaluasi yang dilakukan baik oleh BP YPK di tanah Papua tapi juga PSW YPK Biak Numfor secara kelembagaan,” jelas Bupati Herry Ario Naap kepada Teraspapua.com.

Secara khusus diharapkan PSW YPK berkolaborasi dengan dinas pendidikan, sehingga metode-metode dan strategi pembelajaran yang dilakukan di setiap sekolah tidak monoton dengan kurikulum merdeka belajar ataupun modul dan silabus yang ada.

“Tetapi bagaimana mengembangkan potensi-potensi daerah dengan melihat budaya sosial yang ada di setiap wilayah untuk dapat dikembangkan dalam sebuah proses belajar mengajar dengan cinta akan lingkungan dan penataan sekolah,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, ini menjadi penting, tapi juga selain kognitif dari anak-anak siswa bagaimana etitut kecerdasan, emosional tapi juga mental spiritualnya harus didorong sehingga YPK memiliki ciri khas tersendiri.

“Itulah harus kita lakukan bergerak maju bersama-sama membangun YPK di tanah Papua,” imbuhnya.

Herry Ario Naap juga mengusulkan dalam FGD ini, YPK sebagai salah satu yayasan pendidikan Kristen harus bisa mandiri dan bisa menentukan segala sikap kebijakannya ketika YPK juga mapan.

Untuk mapan ujar Herry Ario Naap, YPK harus punya usaha oleh, maka BP YPK dan seluruh PSW YPK harus bisa berpikir untuk menciptakan usaha-usaha di lingkungan YPK. Yang menjadi inkam untuk menopang sekolah YPK.

“Terutama pengurus YPK di tingkat provinsi maupun kabupaten kota, tetapi juga bagaimana mengembangkan setiap sekolah yang ada untuk menopang tugas proses belajar yang ada, maka YPK harus bisa punya usaha dan mandiri sendiri,” papar dia.

Dalam fokus grup diskusi ini perlu kita bahas, kita kembali untuk melihat marwah YPK ini sendiri, struktur YPK,” tandasnya.

Sementara Ketua BP YPK di Tanah Papua, Joni. Y. Betaubun, SH, MH dalam sambutan mengatakan, tantangan dunia pendidikan semakin berat seiring dengan perkembangan dinamika peradaban dunia. Terlebih lagi adanya revolusi industri 4.0 yang harus dijawab dengan pola-pola dengan strategi baru bidang pendidikan.

”Dunia pendidikan harus beradaptasi dengan strategi baru, dengan perkembangan teknologi yang luar biasa di tengah revolusi gelombang keempat 4.0, BP YPK di tanah Papua harus kreatif, inovatif dan adaptif,” kata Joni Betaubun.

Lanjut Joni Betaubun, YPK, tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang bercirikan keristenan, karena merupakan buah pelayanan dari gereja Kristen Injili di tanah Papua.

Menurutnya, di balik keindahan alam negeri bahari yang luar biasa, Biak Numfor dan Supiori masih terdapat ketimpangan antara potensi wisata dengan kondisi pendidikan.

“Karena itu YPK di tanah Papua sebagai salah satu Yayasan yang menyelenggarakan pendidikan di tanah Papua sejak misi pekabaran Injil dimulai, juga sebagai peletak awal bagi landasan pembangunan manusia Papua,” tambah Betaubun.

Serta menjadi transmisi bagi perubahan dan kemajuan dalam segala bidang di tanah Papua, terus aktif dan berkomitmen dalam memajukan pendidikan di negeri Bahari Kabupaten Biak Numfor lebih khusus bagi putra-putri daerah yang kelak menjadi generasi penerus di masa mendatang,” imbuhnya.

Betaubun menyebutkan, bagi YPK di tanah Papua, pendidikan adalah suatu keniscayaan dan harus bersifat holistic. Yaitu menyeimbangkan antara pendidikan agama dan umum.

“Namun tidak dapat dipungkiri, dengan jumlah sekolah yang dikelola YPK yang ada di Kabupaten Biak Numpur dan Supiori, di semua tingkatan pendidikan saat ini dituntut sebagai lembaga pendidikan yang maju inovatif yang unggul dan kualitas,” jelasnya.

Dikatakan pula, BP YPK sejauh ini sudah bergerak cepat dan melaksanakan beberapa kali FGD di beberapa wilayah pelayanan.

“Saya sangat optimis dan yakin bahwa FGD ini akan membawa berbagai manfaat bagi YPK di tanah Papua, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Betaubun.

FGD ini pun akan menjadi langkah maju dalam memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan YPK di tanah Papua, serta memberikan dampak positif dalam meningkatkan mutu pendidikan secara khusus di Kabupaten biak Numfor dan Supiori,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Anggota BP AM Sinode Wilayah III Pdt. Michael Kapissa mengatakan, Yayasan Pendidikan Kristen adalah Yayasan yang pertama didirikan di tanah Papua pada tahun 1962.

“Yayasan Pendidikan Kristen ini sudah mempersiapkan anak-anak Papua, sejak tahun 1962 sampai dengan erah tahun 80-an, cukup eksis dan lahirlah para pemimpin pemimpin besar di Tanah Papua sampai dengan hari ini,” jelasnya.

Kendati demikian diakuinya, setelah tahun 80-an ke atas YPK mulai tenggelam, karena di tidak diurus dengan baik. Kendati demikian kata dia, saya yaki YPK tidak akan mati, tapi akan bangkit.

“Hari ini kita duduk di sini untuk membahas dan membicarakan problem yang ada, lalu yang baik kita ambil yang tidak baik kita buang,” ujarnya.

Menurutnya, BP AM Sinode melalui Sidang XVIII di Waropen telah memutuskan, memberi perhatian kepada YPK dan mengangkat Badan Pengurus yang baru.

“BP Am Sinode GKI di Tanah Papua telah memberikan kepercayaan penuh kepada bapak John selaku ketua Yayasan bersama dengan seluruh anggota untuk mengembangkan dan memajukan YPK,” kata dia

Masih ditempat yang sama, Ketua Pengelola Sekolah Wilayah (PSW) Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Kabupaten Biak Numfor Johanis A. Msiren, S.P, M.Si mengaku sangat bersukacita karena di hari ini BP YPK di tanah Papua bisa hadir untuk kita melihat kondisi YPK di wilayah III Kabupaten Biak Numfor dan Supiori.

“Kondisi YPK, ujung tombaknya ada di bapak ibu kepala sekolah, bagaimana PSW melakukan koordinasi dengan dinas Pendidikan, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik harmonis dan sinergis,” ujarya.

Sehingga kita bisa menciptakan sekolah YPK yang berkualitas. Dikatakan hal ini akhirnya menjadi pergumulan kita bersama.

Menurutnya, PSW YPK dengan berbagai cara kita melakukan pendekatan kepada semua kepala OPD untuk mendukung apa yang bisa kita laksanakan untuk pengembangan YPK. Dikatakan FGD ini sangat menentukan YPK ke depan,” pungkasnya.

Selain Bupati dan Wakil Bupati, turut hadir dalam FGD ini, Sekda Kabupaten Biak Numfor, Para Asisten dan Pimpinan OPD. Bahkan Wakil Bupati dan Pimpinan OPD mengikuti FGD hinggah selesai.

(Har/Ricko)