DAERAH  

Dari Tempat Peradaban Pendidikan, BPK YPK di Tanah Papua Gelar FGD, Ini Kata Bupati Teluk Wondama

Wasior, Teraspapua.com – Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen (BP YPK) di tanah Papua menggelar Forum Group Diskusi (FGD) bersama guru-guru YPK Kabupaten Teluk Wondama, di Aula SMP YPK Aitumieri, Sabtu (2/12/2023). Pelaksanaan FGD ini, tepat di tempat peradaban pendidikan di tanah Papua.

FGD dibuka secara resmi oleh Bupati Teluk Wondama, Hendrik S. Mambor didampingi Wakil Ketua III BP YPK di Tanah Papua, Paulus Indrubri, Sekertaris BP YPK, Pdt. Syahnur Abbas, Wakil Sekertaris, Yustus Pondayar dan Direktur Eksekutif, Christin D. Widyastuti.

“Dari tidak ada menjadi ada, dari tempat yang sunyi dan sepi di sini, ada nyanyian untuk tanah Papua, tempat perdaban ini menjadi berkat bag tanah Papua dan hari ini BP YPK menggunaan tempat ini untuk berbicara kemajuan YPK di Tanah Papua,” terang Bupati Teluk Wondama, Hendrik S. Mambo mengawali sambutnya.

Dikatakan, tempat ini berani menjadi berkat bagi tanah Papua dan hari ini BP YPK menggunakan tempat ini untuk berbicara tentang kemajuan YPK di tanah Papua.

Atas nama pemerintah daerah, kami menyambut baik pelaksanaan FGD yang diinisiasi oleh BP YPK di tanah Papua. Kita bisa buat roadmap, untuk pengembangan YPK ke depan.

Mambor merincikan, sekolah YPK di Teluk Wondama. Ada 17 SD dan 1 SMP,  145 guru dan 2.980 siswa.

“YPK sudah mencatat banyak orang yang mengambil peran, yang berhasil untuk negara dan bangsa tetapi juga bagi masyarakat dan daerah di tanah Papua,” ujarnya.

Oleh karena itu, kami percaya dengan momen ini, kita akan berpikir, berbicara melahirkan berbagai kebijakan strategi yang tertuang dalam roadmap, untuk kita laksanakan secara bersama-sama,” imbuhnya.

Lanjut kata Mambor, FGD ini berperan penting sebagai pokok yang strategi, dalam mempertemukan para pihak untuk duduk bersama, guna mengevaluasi perjalanan sekolah YPK selama ini.

Tapi kata Mambor, yang paling penting kedepan dari pengalaman sebelumnya kita berpikir ke untuk kemajuan YPK di Teluk Wondama.

Tentu dalam FGD ini, akan dibicarakan, dibahas mungkin juga sudah dipetakan berbagai permasalahan yang ada sepanjang ini. Tetapi saya yakin, ide-ide, strategi atau kebijakan-kebijakan untuk kemajuan YPK ke depan,” tandasnya.

Sementara Ketua BP YPK di Tanah Papua, Joni Y. Betaubun, SH, MH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Ketua III, Paulus Indrubri mengatakan, FGD yang dilaksanakan dengan tema “Guru berbicara BP YPK Mendengar”, tentu dalam rangka mengurai problematika dan babak baru pengembangan Yayasan Pendidikan Kristen di tanah Papua, wilayah Kabupaten Teluk Wondama.

Dikatakan, tantangan dunia pendidikan semakin berat seiring dengan perkembangan dinamika peradaban dunia. Oleh sebab itu, dunia pendidikan, harus beradaptasi dengan strategi baru yang selaras dengan perkembangan teknologi yang luar biasa.

“Untuk itu BP YPK di Tanah Papua, harus kreatif, inovatif dan adaptif terhadap nilai-nilai baru yang baik, sekaligus  menjadi tradisi dan nilai-nilai lama yang baik,” ujarnya.

Karena menurutnya, BP YPK di tanah Papua, sebagai salah satu yayasan yang menyelenggarakan pendidikan di tanah Papua sejak misi pekabaran injil dimulai, juga sebagai peletak awal bagi landasan pembangunan, peradaban manusia Papua serta menjadi transmisi bagi perubahan dan kemajuan dalam segala bidang di tanah Papua.

Ketua BP YPK di Tanah Papua juga memberikan penegasan dan harapan bahwa menghadapi kesulitan dan tantangan kita tidak boleh pesimis, tidak boleh putus asa tapi selalu optimis bahwa YPK akan bangkit.

“Melalui FGD ini BP YPK di Tanah Papua sedang menyusun roadmap atau peta jalan dalam mewujudkan visi dan misi BP YPK di tanah Papua,”jelasnya.

Hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perwujudan komitmen BP YPK di Tanah Papua, dalam mendukung dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan pendidikan.

Dikatakan, roadmap  YPK di tanah Papua disusun untuk menentukan arah pengembangan sekolah, peningkatan kualitas guru, kualitas para lulusan dan keunggulan lainnya di setiap jenjang sekolah-sekolah YPK.

“Roadmap ini akan menjadi acuan bersama bagi pemerintah daerah, gereja dan masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama, dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu sekolah-sekolah YPK, serta mempercepat pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan SDM di tanah Papua, lebih khusus di Kabupaten Teluk wondama,” paparnya.

Sementara Ketua Klasis GKI Teluk Wondama, Pendeta Antipas Pariri dalam sambutan juga mengatakan, lewat FGD hari ini memberikan segala manfaat, pikiran-pikiran untuk membangun Teluk Wondama lewat anak-anak dari pendidikan YPK di tanah Papua.

“FGD ini adalah momen dan kesan yang paling penting, untuk kita berdiskusi tentang apa yang kita alami,  supaya hari ini kita bisa mendapatkan jalan keluar yang menjadi solusi untuk membangun apa yang menjadi maksud dan tujuan YPK di Teluk Wondama,” pungkasnya.

Ketua Panitia, Metusalem Manarurui melaporkan, sekolah YPK yang ada di Teluk Wondama berjumlah 18 sekolah. SMP 1 sekolah, dan SD 17 sekolah, dengan jumlah guru 145 orang dan 29 tenaga tata usaha, serta 2.980 peserta didik yang sudah terdaftar di YPK satu data.

(Har/Ricko)