Serui, Teraspapua.com – Suara ledakan meriam berbahan bakar spiritus yang belakangan marak dimainkan anak-anak di sejumlah wilayah Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, mulai meresahkan masyarakat. Selain menimbulkan kebisingan, permainan tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan karena dilakukan di jalan umum hingga melibatkan aksi saling serang antarkelompok anak dari kompleks yang berbeda.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Kepulauan Yapen. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun korban luka akibat permainan berbahaya tersebut, kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Serui Jaya, Brigpol Asrul, turun langsung melakukan penertiban.
Dalam kegiatan tersebut, petugas membubarkan sejumlah anak yang kedapatan bermain meriam spiritus di kawasan Jalan Kampung Harapan. Polisi juga menyita puluhan meriam rakitan yang digunakan anak-anak dalam permainan tersebut.
Meriam yang disita diketahui menggunakan bahan bakar spiritus dan dilengkapi pemantik magnet yang lazim digunakan pada pemantik korek api gas. Penggunaan bahan bakar yang mudah terbakar, ditambah sistem pemantik yang dapat menghasilkan ledakan, berpotensi menimbulkan bahaya apabila tidak digunakan secara hati-hati.
Brigpol Asrul mengatakan, langkah penertiban dilakukan sebagai tindak lanjut atas keresahan masyarakat sekaligus upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami langsung membubarkan anak-anak yang berada di Jalan Kampung Harapan dan menyita puluhan meriam spiritus yang mereka gunakan untuk bermain,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).
Ia menjelaskan, Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Diaritz Felle sebelumnya telah mengeluarkan imbauan agar anak-anak menghentikan permainan meriam spiritus. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketenangan masyarakat di Kota Serui.
Menurutnya, permainan meriam spiritus tidak boleh dianggap sebagai aktivitas biasa. Pasalnya, penggunaan bahan bakar yang mudah terbakar dan bunyi ledakan yang dihasilkan dapat membahayakan pemain maupun orang-orang di sekitarnya.
Terlebih, aktivitas tersebut dilakukan di tengah jalan dan terkadang disertai aksi saling serang antarkompleks. Situasi ini berpotensi memicu kecelakaan, konflik antarkelompok anak, hingga menimbulkan cedera akibat ledakan atau percikan api.
Brigpol Asrul menegaskan, penertiban terhadap aktivitas tersebut akan terus dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Selain melakukan pembubaran dan penyitaan, pihaknya juga berupaya menemui para orang tua anak-anak yang terlibat dalam permainan meriam spiritus. Langkah ini dilakukan untuk membangun kerja sama antara kepolisian dan keluarga dalam mengawasi aktivitas anak-anak di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Ia berharap para orang tua dapat lebih meningkatkan pengawasan serta memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai risiko permainan yang menggunakan bahan mudah terbakar tersebut.
“Kami juga berupaya menemui orang tua anak-anak yang bermain meriam spiritus agar dapat bekerja sama melarang anak-anak melakukan permainan ini. Jangan sampai permainan yang dianggap menyenangkan justru merugikan diri sendiri maupun orang lain, bahkan mengakibatkan luka,” tegasnya.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak bermain meriam spiritus. Peran keluarga dan lingkungan dinilai penting untuk mencegah permainan berbahaya tersebut kembali marak.
Upaya penertiban ini diharapkan dapat mengakhiri aktivitas bermain meriam spiritus di jalan-jalan Kota Serui sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tenang.
(Mg)















