Biak, Teraspapua.com – Pembukaan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 yang secara resmi dibuka oleh Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, SH., MM, di Lapangan Cenderawasih, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (1/7/2026). Turut hadir, Pimpinan dan sejumlah anggota DPRK Biak Numfor
Pembukaan festival berlangsung meriah dengan dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, pelaku pariwisata, seniman, budayawan, wisatawan domestik maupun mancanegara, serta masyarakat Biak Numfor.
Dalam sambutannya, Bupati Markus Mansnembra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Festival Biak Munara Wampasi hingga kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026.
Menurut Markus, keberhasilan festival tersebut menjadi bagian dari kerja sama berbagai pihak dalam upaya memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Biak Numfor.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Papua, TNI-Polri, BUMN, BUMD, pelaku seni budaya, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung penyelenggaraan festival ini,” ujar Markus.
Ia menjelaskan, Festival Biak Munara Wampasi tidak hanya menjadi agenda pariwisata semata, tetapi juga merupakan sarana pelestarian budaya, penguatan identitas masyarakat adat, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan kunjungan wisata ke Kabupaten Biak Numfor.
Festival yang berlangsung pada 1 hingga 7 Juli 2026 tersebut, lanjutnya, menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Biak kepada masyarakat nasional maupun internasional.
“Kita ingin menjadikan Festival Munara Wampasi sebagai wadah untuk menjaga nilai-nilai budaya leluhur sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati Biak Numfor juga menyampaikan apresiasi kepada para wisatawan yang hadir dari berbagai daerah dan negara, termasuk mahasiswa serta aktivis yang turut berpartisipasi dalam mendukung promosi budaya dan pariwisata daerah.
Selain membuka festival, Markus turut mengumumkan rencana penyelenggaraan Karnaval Budaya Pasifik yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, bertepatan dengan Bulan Budaya Nasional.
Karnaval tersebut direncanakan melibatkan sejumlah negara di kawasan Pasifik, termasuk Papua Nugini dan Selandia Baru, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan budaya serta promosi pariwisata antarnegara di kawasan Pasifik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung berbagai agenda budaya dan pariwisata yang akan dilaksanakan, sehingga dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Festival Biak Munara Wampasi 2026 menghadirkan berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni tradisional, pameran ekonomi kreatif, kuliner khas Papua, hingga beragam kegiatan wisata yang menjadi daya tarik bagi pengunjung selama pelaksanaan festival.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap penyelenggaraan festival ini semakin memperkuat posisi Biak sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Tanah Papua dan Indonesia, sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi budaya daerah ke tingkat internasional melalui pelaksanaan Karnaval Budaya Pasifik 2026.
(HDK)














