Jayapura, Teraspapua.com – Dekan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Yustus Pondayar, S.H., M.H., meminta calon mahasiswa baru tidak menjadikan bangku kuliah semata-mata sebagai jalan untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus.
Menurut Yustus, pendidikan di Fakultas Hukum Uncen harus menjadi proses pembentukan kompetensi, karakter, kepedulian sosial, sekaligus komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Yustus saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Hukum Uncen Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Kampus Fakultas Hukum Uncen, Abepura, Kota Jayapura, Selasa (11/8/2026).
Yustus mengatakan Fakultas Hukum Uncen tidak hanya berorientasi melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk bekerja di berbagai bidang hukum.
“Kami ingin membentuk lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian, dan komitmen pengabdian,” kata Yustus.
Ia mengatakan lulusan Fakultas Hukum Uncen diharapkan mampu berkiprah di berbagai profesi, mulai dari hakim, jaksa, advokat, notaris, akademisi, peneliti, birokrat, legislator, pemimpin masyarakat, hingga profesional di berbagai bidang.
Namun, kata dia, seluruh profesi tersebut harus dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.
Yustus kemudian meminta mahasiswa baru memanfaatkan masa perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Menurut dia, proses pendidikan di perguruan tinggi bukan hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan dosen, tenaga kependidikan, sesama mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai aktivitas akademik.
“Gunakan masa perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Bangun hubungan yang baik dengan dosen, tenaga kependidikan, dan sesama mahasiswa. Ikuti kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia di lingkungan kampus, seperti perpustakaan, ruang diskusi, pusat kajian, serta fasilitas akademik lainnya.
Mahasiswa juga diminta tidak takut bertanya dan tidak malu belajar dari kesalahan.
Menurut Yustus, kegagalan dalam proses pendidikan tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Sebaliknya, setiap pengalaman dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kematangan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Yustus juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga mahasiswa baru yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Fakultas Hukum Uncen.
Menurut dia, kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh sivitas akademika.
“Kepada para orang tua dan keluarga mahasiswa baru, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih. Kepercayaan tersebut merupakan amanah bagi kami,” katanya.
Yustus mengatakan pihak fakultas akan berupaya mendampingi, membina, dan mendidik mahasiswa agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki ilmu pengetahuan, integritas, serta tanggung jawab sosial.
Ia menilai keberhasilan pendidikan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh pembentukan karakter selama menjalani proses pendidikan di kampus.
Lebih jauh, Yustus mengingatkan mahasiswa baru bahwa keputusan memilih Fakultas Hukum harus diikuti dengan kesadaran mengenai tanggung jawab sosial yang melekat pada ilmu hukum.
Ia meminta mahasiswa tidak hanya berpikir tentang pekerjaan yang akan diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kepada seluruh mahasiswa baru, ingatlah bahwa saudara datang ke Fakultas Hukum bukan hanya untuk mencari pekerjaan, melainkan untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan hukum dan sosial,” tuturnya.
Menurut Yustus, mahasiswa hukum harus mampu menggunakan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Terlebih, mahasiswa Fakultas Hukum Uncen akan berhadapan dengan berbagai persoalan hukum dan sosial yang berkembang di Papua.
Karena itu, ia berharap generasi muda hukum mampu mengambil peran dalam membangun Papua dan Indonesia yang lebih adil, damai, demokratis, dan sejahtera.
Yustus juga mendorong mahasiswa menjadikan perjalanan akademik sebagai proses untuk mengenal diri, memahami masyarakat, memperluas wawasan, sekaligus menemukan panggilan pengabdian.
Ia meminta mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pertanyaan mengenai profesi yang akan diperoleh setelah lulus.
“Jangan hanya bertanya, ‘Pekerjaan apa yang akan saya dapatkan setelah lulus?’ Akan tetapi, tanyakan pula, ‘Manfaat apa yang dapat saya berikan melalui ilmu hukum yang saya miliki?’” ujarnya.
Menurut Yustus, cara pandang tersebut penting ditanamkan sejak mahasiswa berada di bangku kuliah. Sebab, ilmu hukum memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, terutama dalam upaya memperjuangkan keadilan, melindungi hak masyarakat, menyelesaikan persoalan sosial, dan mencegah terjadinya kesewenang-wenangan.
Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kepekaan terhadap kondisi lingkungan sosialnya.
Yustus kemudian meminta mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya dengan keyakinan, kerendahan hati, kedisiplinan, dan semangat belajar.
Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan Fakultas Hukum Uncen, Papua, maupun Indonesia.
“Mulailah langkah saudara dengan keyakinan, kerendahan hati, kedisiplinan, dan semangat belajar. Masa depan Fakultas Hukum, Universitas Cenderawasih, Papua, dan Indonesia juga berada di tangan generasi muda seperti saudara,” katanya.
Ia berharap mahasiswa baru mampu menjaga semangat belajar sekaligus membangun karakter yang kuat selama menjalani pendidikan.
Menurut dia, perguruan tinggi bukan hanya tempat untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk pola pikir, memperluas jaringan, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan mahasiswa mengambil peran di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Yustus mengucapkan selamat mengikuti seluruh rangkaian PKKMB kepada mahasiswa baru Fakultas Hukum Uncen.
Ia meminta kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengenal lingkungan akademik, membangun persahabatan, memahami nilai-nilai kehidupan kampus, serta memperkuat komitmen menjadi mahasiswa hukum yang berkarakter dan berprestasi.
“Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengenal lingkungan akademik, membangun persahabatan, memahami nilai-nilai kehidupan kampus, dan meneguhkan komitmen untuk menjadi mahasiswa hukum yang berkarakter dan berprestasi,” katanya.
Yustus kembali menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh calon mahasiswa baru yang kini menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Hukum Uncen.
“Selamat datang di Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih. Selamat bergabung dalam keluarga besar almamater tercinta,” ujarnya.
Ia berharap seluruh mahasiswa baru dapat menjalani proses pendidikan dengan baik dan mampu menyelesaikan setiap tahapan akademik dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, kecerdasan, dan keberhasilan kepada kita semua,” kata Yustus.
(Har)











