Jayapura, Teraspapua.com – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (FH Uncen) memasuki hari kedua, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Fakultas Hukum Uncen, Abepura, tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih jauh lingkungan akademik sekaligus mendapatkan gambaran mengenai dunia profesi hukum.
Pada hari kedua PKKMB, panitia menghadirkan alumni Fakultas Hukum Uncen yang kini berprofesi sebagai hakim pada Pengadilan Negeri Jayapura, Hatijah Averien Paduwi, SH.
Alumni FH Uncen angkatan 1999 itu memberikan materi sekaligus motivasi kepada mahasiswa baru agar menjalani masa perkuliahan dengan serius dan mempersiapkan diri sejak dini untuk memasuki dunia profesional.
Hatijah mengatakan, mahasiswa baru perlu memahami bahwa perjalanan menjadi seorang profesional hukum membutuhkan proses panjang. Karena itu, sejak awal mereka harus membangun kebiasaan belajar, memperluas pengalaman, serta aktif berinteraksi dengan lingkungan kampus.
“Saya memberikan motivasi kepada mereka agar benar-benar kuliah. Tetapi yang utama adalah Tuhan di atas segalanya,” kata Hatijah dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, menjadi mahasiswa Fakultas Hukum bukan sekadar mengejar gelar sarjana. Lebih dari itu, mahasiswa harus memanfaatkan masa kuliah untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan akademik, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai pilihan profesi hukum.
Ia menekankan pentingnya keseriusan dalam belajar bagi mahasiswa yang nantinya ingin berkarier sebagai hakim, jaksa, advokat maupun profesi hukum lainnya.
Selain menekankan pentingnya akademik, Hatijah juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan Fakultas Hukum Uncen.
Menurut dia, organisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, serta membangun kepercayaan diri.
“Yang penting adik-adik mahasiswa serius untuk belajar dan melibatkan diri dalam setiap organisasi di Fakultas Hukum Uncen,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman berorganisasi akan menjadi salah satu bekal penting ketika mahasiswa nantinya memasuki dunia kerja.
Menurut Hatijah, dunia profesi hukum tidak hanya membutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga individu yang mampu berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan dan beradaptasi dengan lingkungan profesional.
Karena itu, mahasiswa baru diingatkan agar tidak hanya datang ke kampus untuk mengikuti perkuliahan, kemudian pulang. Mereka juga perlu membangun pengalaman melalui berbagai kegiatan positif selama menjadi mahasiswa.
Hatijah juga mengingatkan mahasiswa baru untuk mulai membangun relasi dengan dosen, alumni, kakak tingkat dan sesama mahasiswa.
Menurut dia, jejaring yang dibangun sejak masa kuliah dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan karier seseorang setelah menyelesaikan pendidikan.
“Harus bisa berbaur dan kenal dengan dosen, para alumni. Hal-hal itu bisa dipergunakan kalau mereka sudah selesai dari Fakultas Hukum. Mereka punya relasi, jadi jangan sampai tidak kenal dengan kakak tingkat,” katanya.
Ia menjelaskan, lingkungan Fakultas Hukum merupakan bagian dari perjalanan panjang mahasiswa menuju dunia profesional. Karena itu, mahasiswa perlu membuka diri dan membangun hubungan yang baik dengan seluruh civitas akademika.
Relasi tersebut, kata dia, bukan semata-mata untuk kepentingan mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, mendapatkan informasi dan memahami berbagai pilihan profesi hukum.
Hatijah berharap mahasiswa baru FH Uncen dapat menentukan tujuan sejak awal dan menjalani proses perkuliahan secara konsisten.
Ia mengatakan, mahasiswa yang bercita-cita menjadi hakim, jaksa maupun praktisi hukum harus memiliki komitmen untuk belajar dan mengembangkan kompetensi.
“Intinya kuliah dengan benar. Kalau mau jadi hakim, jaksa atau praktisi hukum yang lain, bagaimana kita membuat mereka supaya termotivasi dan mengutamakan kuliah daripada yang lain,” ujarnya.
Ia menilai, masa awal perkuliahan merupakan momentum penting untuk membentuk kebiasaan dan karakter mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh mudah kehilangan fokus karena berbagai aktivitas di luar akademik. Organisasi dan kegiatan kemahasiswaan tetap penting, tetapi harus ditempatkan secara seimbang dengan kewajiban utama sebagai mahasiswa.
Pesan tersebut disampaikan Hatijah sebagai alumni yang telah melewati proses panjang dari bangku kuliah hingga memasuki dunia profesional hukum.
Ia berharap pengalaman yang dibagikan dalam kegiatan PKKMB dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa baru mengenai tantangan yang akan mereka hadapi selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Uncen.
PKKMB, kata dia, tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial untuk memperkenalkan lingkungan kampus. Momentum tersebut harus menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk membangun visi, menentukan cita-cita dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Dengan bekal pendidikan, pengalaman organisasi, relasi serta karakter yang kuat, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan sebagai sarjana hukum, tetapi juga mampu menjadi profesional hukum yang memiliki integritas dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
(Har)








