Biak, Teraspapua.com – Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra menegaskan bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi refleksi bersama untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh masyarakat, termasuk warga di wilayah kepulauan dan kawasan terdepan.
Dalam pidato kenegaraan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Markus menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata, pemerintahan yang berkeadilan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat melihat kembali berbagai program dan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Menurut Markus, pemerataan pembangunan menjadi salah satu komitmen penting pemerintah daerah. Hal itu antara lain diwujudkan melalui pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi tahun ini yang dipusatkan di Pulau Numfor. Sebelumnya, pada 2025, kegiatan serupa dilaksanakan di Pulau Mbromsi, Distrik Aimando.
Sejumlah capaian pemerintah daerah turut disampaikan dalam pidato tersebut. Di antaranya pelaksanaan pemilihan kepala kampung secara serentak yang disebut sebagai yang pertama di Tanah Papua, penghargaan revitalisasi bahasa daerah, pembinaan standar akuntansi pemerintahan dan penyampaian laporan keuangan daerah, penghargaan percepatan digitalisasi daerah, serta penghargaan PT Taspen atas akurasi dan ketepatan waktu penyampaian data gaji ASN.
Kabupaten Biak Numfor juga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Papua atas laporan keuangan tahun anggaran 2025. Opini tersebut menjadi WTP keenam yang diperoleh secara berturut-turut.
Dalam bidang pengendalian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Biak Numfor meraih peringkat kedua pengendalian inflasi se-Tanah Papua dengan insentif Rp2 miliar. Kabupaten ini juga meraih juara ketiga dalam penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting dengan insentif Rp1 miliar.
Sementara itu, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional telah mencapai lebih dari 98 persen penduduk melalui program Universal Health Coverage (UHC). Biak Numfor juga mencatat skor 74,6 persen dalam Indeks Penilaian Pencegahan Korupsi dan menjadi daerah dengan implementasi arsip digital terbaik di Provinsi Papua.
Dari sisi perekonomian, Markus menyampaikan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kabupaten Biak Numfor pada 2025 mencapai sekitar Rp6,85 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang berada di kisaran Rp6,56 triliun.
Pertumbuhan ekonomi pada 2025 juga tercatat sebesar 3,29 persen, meningkat dari 2,28 persen pada 2024. Menurut Bupati, perkembangan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi perekonomian daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Markus memberikan apresiasi kepada John Wompere dari Kampung Imbari, Distrik Warsa, yang meraih penghargaan Kalpataru Lestari 2026 atas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan.
Bupati menilai berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRK, Forkopimda, TNI-Polri, instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dunia usaha hingga masyarakat.
Markus juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam mendukung berbagai program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat yang peletakan batu pertamanya dilakukan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 1 Agustus 2026. Program tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp340,9 miliar dan diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan.
Pemkab Biak Numfor juga mendukung pengembangan Proyek Strategis Nasional Bandar Antariksa. Pemerintah daerah berkomitmen agar proyek tersebut berjalan lancar, tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi daerah, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.
Program nasional lainnya adalah Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang disebut telah menjangkau sekitar 15.709 siswa dan tenaga pendidik serta 2.429 ibu hamil, ibu menyusui dan balita di 19 distrik.
Selain itu, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih direncanakan mencakup 236 kampung dan 14 kelurahan. Program Kampung Nelayan Merah Putih juga telah ditetapkan di sejumlah lokasi, dengan pembangunan pada 2026 mencakup beberapa wilayah di Biak dan Pulau Numfor.
Untuk program pemeriksaan kesehatan gratis, pemerintah daerah mencatat sekitar 13.932 orang telah memperoleh pelayanan.
Di tingkat daerah, Pemkab Biak Numfor terus menjalankan sejumlah program prioritas, antara lain Bus Gratis bagi pelajar yang mengalami keterbatasan transportasi, pelayanan Puskesmas 24 jam, Kartu Biak Sehat bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, serta program bantuan duka.
Program bantuan duka mencakup perawatan jenazah, peti jenazah dan transportasi gratis bagi keluarga kurang mampu yang memiliki KTP Biak. Hingga saat ini, program tersebut telah membantu sekitar 469 keluarga.
Pemerintah daerah juga menjalankan Kartu Tani, pasar murah dan pengembangan UMKM sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi sekaligus penurunan angka kemiskinan.
Pada 2026, Kartu Tani telah dibagikan kepada 500 petani di 10 distrik. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1.800 petani di 11 distrik pada 2027.
Melalui program tersebut, petani akan mendapatkan dukungan sarana produksi serta fasilitas transportasi gratis untuk membawa hasil kebun ke pasar melalui kerja sama dengan Perum DAMRI dan Bank Papua.
Menutup pidatonya, Bupati Markus O. Mansnembra mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat tata kelola keuangan daerah dan meningkatkan pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa pembangunan harus diarahkan untuk menciptakan Kabupaten Biak Numfor yang semakin maju, inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan.
«“Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan melalui kerja nyata agar dampak dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor,” tegas Markus
(HDK)














