Biak, Teraspapua.com – Komoditas kopra hasil produksi home industry Sray Bonjos Fraduru resmi melakukan pengiriman perdana ke Surabaya, kegiatan pengiriman perdana ini digelar di Kampung Adoki, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Senin (14/9/2026).
Pengiriman perdana tersebut menjadi langkah awal bagi pengembangan usaha pengolahan kelapa berbasis masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal yang dihasilkan masyarakat Biak Numfor.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua DPRK Biak Numfor Daniel Rumanasen, Wakil Ketua DPRK Noak Krey, Wakil Ketua II Adrianus Mambobo, serta anggota DPRK Hayat Mesir. Hadir pula perwakilan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, jajaran terkait, serta pengelola dan pekerja home industry Sray Bonjos Fraduru.
Arahan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor disampaikan melalui perwakilan. Sementara sambutan Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra disampaikan oleh Asisten I Setda Biak Numfor, Lazarus Boseren.
Dalam sambutannya, Lazarus Boseren menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terhadap pengiriman perdana komoditas kopra yang dilakukan home industry Sray Bonjos Fraduru.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa potensi kelapa yang dimiliki Biak Numfor dapat dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi sekaligus memberikan dampak terhadap masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi pemuda di kampung.
Pemerintah daerah juga menilai keberadaan usaha pengolahan kopra seperti Sray Bonjos Fraduru dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Ketua DPRK Biak Numfor Daniel Rumanasen turut memberikan apresiasi terhadap langkah home industry Sray Bonjos Fraduru yang mulai membuka akses pemasaran kopra hingga ke luar Papua.
Apresiasi tersebut menjadi bentuk dukungan lembaga legislatif terhadap masyarakat dan pelaku usaha lokal yang berupaya mengembangkan potensi daerah melalui pengolahan hasil perkebunan.
DPRK Biak Numfor memandang pengiriman perdana tersebut sebagai langkah positif karena selain meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa, usaha tersebut juga telah melibatkan pemuda kampung sebagai tenaga kerja.
Dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat dinilai penting agar potensi kelapa di Biak Numfor tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah dan dipasarkan dengan nilai ekonomi yang lebih baik.
Ketua Home Industry Sray Bonjos Fraduru, Sulkfly, yang sehari-hari dipanggil Kifly, mengatakan kepada media bahwa pada pengiriman perdana tersebut terdapat dua kontainer kopra yang diberangkatkan menuju Surabaya.
Masing-masing kontainer berisi lebih dari 12 ton dan lebih dari 13 ton kopra. Secara keseluruhan, jumlah komoditas yang dikirim pada pengiriman perdana mencapai 26 ton 301,98 kilogram.
“Ini merupakan pengiriman perdana. Ke depan kami merencanakan pengiriman ke Surabaya sebanyak dua kali dalam satu bulan,” kata Kifly.
Ia menjelaskan, bahan baku kopra diperoleh dari masyarakat di Kabupaten Biak Numfor, terutama dari kampung-kampung. Selain itu, bahan baku kelapa juga diperoleh dari wilayah Kepulauan Padaido.
Menurut Kifly, usaha yang dikelolanya tersebut masih tergolong baru dan dalam tahap pengembangan. Saat ini pihaknya baru merekrut sekitar 20 orang tenaga kerja, yang sebagian besar merupakan pemuda dari Kampung Adoki, Distrik Yendidori.
Kifly berharap keberadaan home industry tersebut dapat menjadi ruang bagi pemuda kampung untuk mengembangkan diri sekaligus memperoleh pekerjaan melalui kegiatan ekonomi yang produktif.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak bermalas-malasan dan terus melakukan berbagai kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, kampung, maupun daerah.
Sementara itu, salah seorang pemuda yang bekerja di home industry Sray Bonjos Fraduru, Arman Faknik, berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa peralatan untuk mengolah limbah hasil produksi kopra.
Menurut Arman, limbah berupa tempurung dan kulit kelapa masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, termasuk kerajinan tangan maupun bahan olahan lainnya.
Ia berharap dukungan peralatan dan pendampingan dari pemerintah dapat membantu masyarakat mengembangkan pengolahan limbah tersebut sehingga tidak terbuang begitu saja.
Pengiriman perdana kopra Sray Bonjos Fraduru ini diharapkan menjadi awal berkembangnya industri pengolahan kelapa di Biak Numfor sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan masyarakat setempat.
Selain memberikan nilai tambah bagi hasil perkebunan, perkembangan usaha tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda di kampung.
(***)









