Jayapura, Teraspapua.com – Warga RT 02/RW 02 Kampung Phokouw, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, kini memiliki fasilitas Pos Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang diharapkan dapat memperkuat keamanan sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Pos Siskamling tersebut diresmikan Kepala Kelurahan Yabansai Fistus Joob Sokoy bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Heram Anna Kristina Kaigere. Peresmian turut disaksikan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RT 02/RW 02, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan foto bersama.
Keberadaan Pos Siskamling di lingkungan RT 02/RW 02 diharapkan tidak hanya menjadi tempat penjagaan, tetapi juga pusat koordinasi warga dalam menjaga ketertiban dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan permukiman.
Kepala Kelurahan Yabansai Fistus Joob Sokoy mengatakan, keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, masyarakat tidak dapat sepenuhnya menyerahkan persoalan keamanan kepada aparat TNI dan Polri.
“Keamanan bukan hanya tugas Polri dan TNI, bukan hanya tugas RT atau RW. Kita semua yang ada di wilayah ini memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga,” kata Fistus dalam sambutannya.
Ia mengatakan, rasa aman harus dibangun mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, kemudian tetangga, RT, RW hingga kelurahan. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarelemen masyarakat dinilai penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi lebih besar.
Fistus meminta setiap persoalan yang muncul di lingkungan warga agar terlebih dahulu dikomunikasikan di tingkat RT. Apabila persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara internal, maka dapat dikoordinasikan dengan RW, kelurahan maupun unsur pemerintah dan aparat keamanan.
“Kalau ada masalah di lingkungan, baik besar maupun kecil, kita perlu menyelesaikannya dengan kekeluargaan. Kalau tidak bisa diselesaikan di tingkat RT, mari kita koordinasikan dengan pemerintah maupun pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Menurut Fistus, upaya menjaga keamanan juga tidak hanya berkaitan dengan tindak kriminal. Kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga menjadi bagian penting dari terciptanya lingkungan yang aman dan tertib.
Ia berharap keberadaan Pos Siskamling dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kebersamaan warga. Pos tersebut, kata dia, harus dijaga dan dimanfaatkan secara bersama-sama sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keamanan dan kenyamanan itu harus dimulai dari diri sendiri, dari rumah, keluarga, sampai lingkungan. Karena itu, saya berharap Siskamling ini kita jaga bersama,” katanya.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, Fistus juga meminta pengurus RT dan warga memperhatikan pendataan penduduk di wilayah masing-masing.
Menurutnya, data warga yang lengkap dan akurat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung keamanan lingkungan. Pemerintah kelurahan, kata dia, kerap membutuhkan data masyarakat sehingga informasi mengenai warga yang tinggal di setiap RT harus diperbarui secara berkala.
“Data warga harus jelas dan lengkap. Kami sering meminta data warga dari kelurahan. Jangan sampai orangnya tinggal di sini tetapi datanya masih tercatat di tempat lain,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah rumah kosong di lingkungan tersebut. Kondisi itu dinilai perlu menjadi perhatian bersama karena dapat menjadi titik yang berpotensi menimbulkan persoalan keamanan apabila tidak diawasi.
Fistus meminta warga yang datang dari luar wilayah untuk melaporkan keberadaannya kepada pengurus RT. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan administrasi kependudukan sekaligus membantu warga dan aparat mengetahui siapa saja yang berada di lingkungan tersebut.
“Setiap warga dari luar yang datang dan tinggal di sini wajib melapor kepada RT. Ini salah satu cara untuk membantu menjaga keamanan sekaligus memastikan data warga tetap tertib,” katanya.
Fistus kembali menegaskan bahwa keberadaan Pos Siskamling tidak akan efektif apabila hanya mengandalkan petugas atau sejumlah orang tertentu. Ia meminta seluruh warga RT 02/RW 02 ikut terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Menurutnya, warga tidak boleh berpikir bahwa keamanan hanya menjadi tanggung jawab orang dari luar lingkungan RT atau RW. Justru masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut menjadi pihak pertama yang memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
“Jangan berpikir keamanan dijaga oleh orang dari luar RT atau RW. Kita sendiri yang tinggal di sini harus saling menjaga,” ujarnya.
Ia berharap semangat gotong royong dan kebersamaan yang selama ini telah terbangun dapat terus dipertahankan. Dengan demikian, Pos Siskamling tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi ruang bersama untuk membangun kepedulian dan komunikasi antarwarga.
Sementara itu, Jopi Wakerkwa yang mewakili warga RT 02/RW 02 menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan Pos Siskamling tersebut.
Ia secara khusus mengapresiasi inisiatif Ketua RT yang dinilai telah mendorong hadirnya fasilitas keamanan bagi masyarakat.
“Atas nama warga, kami menyampaikan terima kasih. Kami memberikan apresiasi kepada Ketua RT yang memiliki inisiatif luar biasa sehingga Pos Siskamling ini bisa dibangun,” kata Jopi.
Menurut dia, keberadaan Pos Siskamling menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh warga, terutama para orang tua dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
Jopi mengatakan pembangunan pos tersebut bukan semata-mata menghadirkan sebuah bangunan baru, melainkan menjadi simbol komitmen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Tujuan dari Siskamling ini adalah untuk menjaga keamanan di lingkungan kampung. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk bekerja sama,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah kelurahan dan distrik, kepolisian, TNI, serta seluruh unsur yang memiliki tanggung jawab di wilayah tersebut dapat terus diperkuat.
Menurutnya, keamanan lingkungan hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak memiliki kepedulian dan menjalankan perannya masing-masing.
“Kami berharap kerja sama antara warga, pemerintah, Polsek dan semua pihak yang bertanggung jawab di wilayah ini dapat terus berjalan dengan baik. Mari kita sambut bersama kehadiran Pos Siskamling ini karena keberadaannya sangat penting bagi kita,” katanya.
Dengan diresmikannya Pos Siskamling tersebut, warga RT 02/RW 02 Kampung Phokouw diharapkan semakin aktif membangun sistem keamanan berbasis masyarakat. Pemerintah kelurahan juga mendorong agar fasilitas tersebut dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana komunikasi, koordinasi, sekaligus pengawasan lingkungan.
Pada akhirnya, keamanan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan aparat atau fasilitas penjagaan, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk saling peduli, mengenal lingkungan, serta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada pihak yang berwenang.
(Har)









