SMA YPPDK Gabungan Bantu Tiga Siswa Terdampak Kebakaran Kompleks Palopo

Kepala SMA YPPDK Gabungan Jayapura, Dr. Sandra G. Titihalawa, S.Pd., M.Si,saat menyerahkan bantuan di damping para wakasek, wali kelas dan tata usaha (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Kebakaran hebat melanda Kompleks Perumahan Palopo, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua. Musibah tersebut tidak hanya menghanguskan sejumlah tempat tinggal warga, tetapi juga berdampak terhadap keluarga siswa dan guru SMA YPPDK Gabungan Jayapura.

Tercatat, tiga siswa dan satu guru SMA YPPDK Gabungan Jayapura menjadi korban terdampak kebakaran yang terjadi di kompleks perumahan yang lokasinya bersebelahan dengan lingkungan sekolah tersebut.

Ketiga siswa itu disebut harus meninggalkan tempat tinggal mereka dalam kondisi darurat. Mereka hanya sempat menyelamatkan diri dengan pakaian yang melekat di badan, sementara sejumlah kebutuhan pribadi dan perlengkapan sekolah ikut terdampak akibat kebakaran.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari pihak SMA YPPDK Gabungan Jayapura. Sekolah mengambil langkah cepat dengan memberikan bantuan kepada para siswa yang terdampak sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi mereka.

Kepala SMA YPPDK Gabungan Jayapura, Dr. Sandra G. Titihalawa, S.Pd., M.Si, mengatakan pihak sekolah tidak ingin menutup mata terhadap musibah yang dialami para siswa.

“Untuk musibah kebakaran yang melanda Kompleks Perumahan Palopo yang bersebelahan dengan SMA Gabungan Jayapura, kami memiliki tiga orang siswa yang juga memperoleh dampak dari musibah tersebut,” kata Sandra kepada sejumlah wartawan.

Menurut dia, selain tiga siswa, terdapat satu orang guru SMA YPPDK Gabungan Jayapura yang turut terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Sandra mengatakan, sebagai institusi pendidikan, sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap proses belajar-mengajar, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi siswa, terutama ketika mereka menghadapi situasi sulit seperti bencana kebakaran.

“Kami ada tiga murid yang terkena musibah dan satu orang guru. Memang SMA Gabungan tidak akan menutup mata terhadap anak-anak yang bersekolah di sini,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, pihak SMA YPPDK Gabungan Jayapura kemudian menyalurkan sejumlah bantuan kepada ketiga siswa yang menjadi korban terdampak kebakaran.

Bantuan tersebut meliputi pakaian seragam sekolah, alat-alat tulis, bahan makanan hingga perlengkapan memasak.

Sandra menjelaskan, bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para siswa sekaligus memastikan mereka tetap dapat menjalankan aktivitas pendidikan meski sedang berada dalam kondisi sulit.

“Kami memberikan bantuan kepada ketiga murid ini berupa pakaian seragam dan alat-alat tulis, serta bahan makanan dan alat masak,” katanya.

Menurut Sandra, kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang kebutuhan sehari-hari dapat menjadi beban tersendiri bagi anak-anak. Karena itu, dukungan dari lingkungan sekolah dinilai penting agar para siswa tidak merasa menghadapi musibah tersebut seorang diri.

Ia berharap bantuan yang diberikan sekolah dapat menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para siswa yang sedang menghadapi dampak kebakaran.

Foto bersama usai penyerahan (foto Arche/Teraspapua.com)

“Kami berharap dengan bantuan ini, anak-anak yang terkena dampak dari kebakaran dapat merasakan bahwa sesungguhnya SMA Gabungan juga peduli dengan kondisi yang mereka alami saat ini,” tutur Sandra.

Pastikan Siswa Kembali Bersekolah

Lebih jauh, Sandra menegaskan bahwa perhatian sekolah terhadap para korban tidak berhenti pada pemberian bantuan kebutuhan sehari-hari. Pihak sekolah juga berharap ketiga siswa tersebut dapat segera kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Menurut dia, kondisi ekonomi dan psikologis setelah mengalami musibah jangan sampai membuat siswa kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Sekolah, kata Sandra, akan terus memberikan perhatian dan dukungan agar para siswa tetap memiliki semangat untuk kembali ke bangku sekolah.

“Harapannya, dengan bantuan ini mereka boleh mendapatkan perhatian dan kemudian bisa kembali ke sekolah untuk mendapatkan ilmu yang dapat digunakan untuk masa depan mereka,” katanya.

Sandra menilai pendidikan menjadi salah satu hal penting yang harus tetap dijaga dalam situasi apa pun. Musibah yang dialami para siswa diharapkan tidak mengganggu proses mereka dalam mengejar cita-cita.

Karena itu, kepedulian dari lingkungan sekolah dinilai menjadi bagian penting dalam membantu siswa melewati masa sulit setelah bencana.

Pihak SMA YPPDK Gabungan Jayapura berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban para siswa dan keluarga mereka. Sekolah juga berharap proses pemulihan pascakebakaran dapat berjalan dengan baik sehingga para siswa dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan secara normal.

“Kami ingin anak-anak tetap merasakan bahwa sekolah ada bersama mereka dalam kondisi seperti ini. Yang terpenting, mereka tidak kehilangan semangat untuk kembali belajar dan mempersiapkan masa depan,” pungkas Sandra.

(arc)