Yapen, Teraspapua.com – Anggota DPR Papua, Drs. Joko Didik Purnomo, menyambangi Jemaat GKI Marthen Luther Wabo I Wonsyupi, Klasis Yapen Timur, di Kampung Karumbobi, Distrik Yapen Timur, Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin (31/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan reses tahap II DPR Papua Tahun 2026. Dalam agenda tersebut, Joko Didik tidak hanya berdialog dengan masyarakat dan jemaat, tetapi juga menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Didik mengatakan, reses menjadi momentum bagi anggota DPR Papua untuk turun langsung ke daerah pemilihan, bertemu masyarakat, sekaligus mendengar berbagai persoalan dan kebutuhan yang dihadapi warga.
Menurut dia, sejumlah aspirasi telah disampaikan masyarakat dalam pertemuan tersebut. Aspirasi itu selanjutnya akan dibawa ke Jayapura untuk menjadi bahan pembahasan bersama anggota DPR Papua dalam agenda persidangan.
“Tentunya ada beberapa aspirasi masyarakat yang menjadi harapan. Aspirasi tersebut akan kami bawa dan kawal untuk disampaikan dalam sidang DPR Papua setelah seluruh anggota melaksanakan reses di masing-masing daerah,” kata Didik.
Ia menegaskan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi representasi sebagai anggota legislatif.
Menurutnya, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota DPR, melainkan kesempatan untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara langsung dan diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
Selain menyerap aspirasi, dalam kunjungan tersebut Joko Didik Purnomo juga memberikan bantuan material untuk mendukung pembangunan Gereja GKI Marthen Luther Wabo I Wonsyupi.
Bantuan yang disalurkan berupa 100 sak semen dan 200 karton tegel. Material tersebut diharapkan dapat membantu proses pembangunan gereja yang saat ini masih berlangsung.
Didik mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat, khususnya jemaat yang sedang berupaya menyelesaikan pembangunan rumah ibadah.
Ia menilai dukungan terhadap pembangunan fasilitas keagamaan tidak semata-mata harus dilihat dari jumlah atau jenis bantuan yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan terhadap sesama.
“Jangan dilihat apa dan berapa bantuan yang diberikan. Ini merupakan wujud rasa kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Politikus Partai Demokrat itu berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi jemaat dan ikut mempercepat proses pembangunan Gereja GKI Marthen Luther Wabo I Wonsyupi.
Didik juga memastikan aspirasi masyarakat yang diterimanya selama pelaksanaan reses tidak berhenti pada pertemuan di tingkat kampung.
Berbagai masukan tersebut akan dihimpun dan dibawa ke Jayapura untuk menjadi bahan pembahasan dalam rapat maupun persidangan DPR Papua.
Ia mengatakan, seluruh anggota DPR Papua saat ini memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan reses di daerah masing-masing. Setelah seluruh rangkaian reses selesai, aspirasi yang telah dihimpun akan dibahas sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku di lembaga legislatif.
Bagi Didik, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di Papua.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing melalui jalur yang tersedia.
“Harapan masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Apa yang disampaikan akan kami kawal sesuai dengan kewenangan yang kami miliki sebagai anggota DPR Papua,” katanya.
Kunjungan ke Kampung Karumbobi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Joko Didik Purnomo mendekatkan diri dengan masyarakat serta memastikan kebutuhan warga di wilayah Yapen Timur dapat menjadi perhatian dalam pembahasan di tingkat provinsi.
(EB)















