Kebakaran Hebat Landa Pemukiman Palopo Dok V Bawah, 550 KK Terdampak

Jayapura, Teraspapua.com – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga Palopo atau Kampung Nelayan, Mandala Pantai Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Senin (31/8/2026) siang.

Kobaran api yang mulai terlihat sekitar pukul 14.25 WIT itu dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bangunan di kawasan permukiman yang dikenal cukup padat.

Sedikitnya sekitar 550 kepala keluarga (KK) diperkirakan berada di wilayah yang terdampak kebakaran. Pendataan terhadap jumlah rumah yang terbakar maupun kerugian materiel masih dilakukan oleh instansi terkait.

Kondisi bangunan yang berdempetan menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menjalar. Warga yang panik berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang berharga dari rumah masing-masing saat kobaran api semakin membesar.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat dari salah satu bangunan kos di kawasan tersebut.

Saksi yang saat itu berada di dalam rumah awalnya melihat kepulan asap. Merasa curiga, saksi kemudian keluar untuk memastikan sumber asap tersebut.

Saat berada di luar rumah, saksi melihat kobaran api muncul dari arah bangunan kos. Api dengan cepat membesar sehingga saksi langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Warga kemudian berupaya melakukan penanganan awal sekaligus menghubungi pihak kepolisian melalui layanan darurat 110. Laporan tersebut langsung direspons personel Polresta Jayapura Kota.

Personel Piket Fungsi Polresta Jayapura Kota bersama Satuan Samapta Polresta Jayapura Kota langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu proses pemadaman.

Setibanya di lokasi, personel Satuan Samapta Polresta Jayapura Kota langsung bergabung dengan petugas pemadam lainnya untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

Upaya pemadaman dilakukan bersama kendaraan AWC milik Brimob Polda Papua, AWC Ditsamapta Polda Papua serta sejumlah kendaraan pemadam kebakaran lainnya.

Besarnya kobaran api dan kondisi permukiman yang padat membuat proses pemadaman tidak mudah. Petugas harus bekerja secara cepat untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain.

Selain fokus memadamkan api, personel kepolisian juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

Petugas membantu warga yang terdampak, mengatur arus lalu lintas serta memastikan proses pemadaman dan evakuasi dapat berlangsung dengan aman.

Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol I Nengah S. Gapar, bersama personel Piket Fungsi, Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Jayapura Kota dan jajaran Polsek Jayapura Utara turut turun langsung ke lokasi.

Kehadiran jajaran kepolisian dilakukan untuk memantau proses penanganan sekaligus memastikan situasi di lokasi tetap terkendali.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api sekitar pukul 18.00 WIT. Setelah api dinyatakan padam, petugas kemudian melakukan proses pendinginan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Jayapura Kota.

Tim Identifikasi telah melakukan penanganan di lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi dan mengidentifikasi penyebab munculnya api.

Polisi belum menyimpulkan sumber maupun penyebab kebakaran karena proses penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, melalui Kabag Ops Kompol I Nengah S. Gapar mengatakan, respons cepat personel merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat.

“Begitu menerima informasi adanya kebakaran, personel langsung bergerak cepat menuju lokasi dengan membawa kendaraan AWC untuk membantu proses pemadaman,” kata Nengah.

Menurut dia, personel tidak hanya diterjunkan untuk membantu pemadaman. Polisi juga melakukan pengamanan lokasi, membantu masyarakat yang terdampak serta menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif.

Nengah mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran.

“Untuk penyebab pasti kebakaran masih kami dalami melalui proses penyelidikan oleh Satreskrim Polresta Jayapura Kota,” ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan di sekitar lokasi kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan di sekitar lokasi kejadian,” kata Nengah.

Kebakaran tersebut berdampak terhadap warga yang bermukim di kawasan Kampung Nelayan Dok V Bawah.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 550 KK yang berada di wilayah terdampak. Rinciannya, sekitar 200 KK berada di RT 002 dan sekitar 350 KK berada di RT 007.

Namun, jumlah pasti rumah yang terdampak maupun total kerugian materiel belum dapat dipastikan. Pemerintah dan instansi terkait masih melakukan pendataan di lapangan.

Besarnya jumlah warga yang terdampak membuat penanganan pascakebakaran menjadi perhatian. Selain memastikan tidak ada lagi titik api, kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal juga mulai disiapkan.

Warga yang terdampak kebakaran saat ini diarahkan menuju posko bantuan yang berada di Lapangan Basket Belakang Tribun Selatan Stadion Mandala Jayapura.

Di lokasi tersebut telah disiapkan tenda darurat bagi warga yang membutuhkan tempat untuk sementara.

Sejumlah bantuan logistik juga mulai disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Penanganan terhadap warga tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pemerintah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga yang membutuhkan bantuan serta tingkat kerusakan akibat kebakaran.

Kebakaran di Kampung Nelayan Dok V Bawah ini menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan permukiman padat dengan bangunan yang berdempetan.

Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai sekitar 550 KK, proses pemulihan diperkirakan membutuhkan koordinasi lintas instansi.

Sementara polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran, warga terdampak kini harus menghadapi situasi baru setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kobaran api.

Petugas gabungan pun masih bersiaga di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak ada potensi munculnya kembali titik api.

(red)