Kelompok OPM Botak Wanimbo Tembak Warga di Tolikara, TNI Kerahkan Pasukan Kejar Pelaku

Personel Kodim 1716/Tolikara dan Satgas Rajawali V dikerahkan mengejar kelompok pelaku

Tolikara, Teraspapua.com – Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Botak Wanimbo diduga melakukan aksi penembakan terhadap seorang warga berinisial AS di Kompleks Pertamina Lama, Distrik Wenam, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (16/8/2026).

Dalam insiden tersebut, AS mengalami luka tembak pada bagian betis kaki kiri. Setelah terkena tembakan, korban segera dievakuasi oleh personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY untuk mendapatkan pertolongan medis.

Korban kemudian dibawa ke Pos Komando Utama (Kout) Satgas Yonif 511/DY. Hingga saat ini, korban masih menjalani penanganan medis untuk memastikan kondisi lukanya.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan adanya insiden penembakan terhadap warga tersebut.

“Korban telah berhasil dievakuasi oleh personel Satgas Yonif 511/DY dan saat ini mendapat penanganan medis,” kata Tri dalam keterangannya.

Pasca-kejadian, aparat keamanan langsung melakukan langkah pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut.

Personel Kodim 1716/Tolikara bersama Satgas Rajawali V dikerahkan menuju Kompleks Pertamina Lama. Aparat menyisir wilayah sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan kelompok pelaku.

Pengejaran dilakukan sebagai bagian dari upaya aparat untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan lanjutan sekaligus memastikan keamanan warga di sekitar lokasi.

Tri mengatakan TNI bersama Polri akan terus memperkuat pengamanan di wilayah Tolikara. Menurut dia, sinergi kedua institusi diperlukan untuk menjaga situasi keamanan tetap terkendali setelah insiden tersebut.

“Kami terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan memastikan keamanan masyarakat. TNI-Polri akan tetap bersinergi menjaga kondusivitas wilayah,” tegasnya.

Aparat keamanan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Masyarakat diminta tetap menjalankan aktivitas dengan waspada serta mengikuti arahan aparat keamanan, sementara perkembangan situasi di sekitar Kompleks Pertamina Lama terus dipantau.

Hingga berita ini ditulis, aparat masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap kelompok yang diduga melakukan penembakan. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut akan disampaikan setelah proses di lapangan berlangsung.