Ratusan  Mahasiswa Baru FH Uncen Ikuti PKKMB, Alumni Diminta Jadi Inspirasi Calon Pemimpin Papua

Foto bersama Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum Uncen, Daniel Tanati, S.H., M.H., Ketua Komisi IV DPR Papua Joni Y. Betaubun, SH, MH, hakim pada Pengadilan Negeri Jayapura, Hatijah Averien Paduwi, SH, moderator (dosen FH Unce( Hendrik dan mahsiswa baru (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Sebanyak 512 mahasiswa baru Universitas Cenderawasih (Uncen) mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus Fakultas Hukum Uncen, Abepura, Kota Jayapura, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut memasuki hari kedua setelah sebelumnya dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum Uncen, Dr. Yustus Pondayar, S.H., M.H.

Pada hari kedua PKKMB, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari lingkungan Fakultas Hukum Uncen serta alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang.

Kehadiran para alumni tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Hukum Uncen memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa baru mengenai perjalanan pendidikan, pengalaman organisasi hingga dunia profesional yang dapat mereka tempuh setelah menyelesaikan studi.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum Uncen, Daniel Tanati, S.H., M.H., mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan alumni yang dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru.

“Pada hari kedua ini panitia menghadirkan dua narasumber, salah satunya Ketua Komisi IV DPR Papua Joni Y. Betaubun, S.H., M.H., alumni Fakultas Hukum angkatan 2002 yang juga pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Uncen,” kata Daniel.

Selain Joni Y. Betaubun, panitia juga menghadirkan Hatijah Averien Paduwi, S.H., hakim yang merupakan alumni Fakultas Hukum Uncen angkatan 1999.

Menurut Daniel, kedua alumni tersebut dipandang sebagai representasi keberhasilan lulusan Fakultas Hukum Uncen yang kini telah menjalankan peran profesional di tengah masyarakat.

Ia menyebut kehadiran alumni tidak sekadar untuk menyampaikan materi, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk melihat secara langsung bagaimana proses panjang yang harus dilalui sebelum seseorang mencapai posisi profesional maupun kepemimpinan.

“Kehadiran Ketua Komisi IV DPR Papua dan Ibu Hakim ini menjadi sinar bagi Fakultas Hukum. Mereka datang karena adik-adik mahasiswa baru harus diberikan motivasi sejak awal,” ujarnya.

Daniel mengatakan pengalaman dan keberhasilan yang telah diraih para alumni perlu ditularkan kepada generasi mahasiswa berikutnya.

Dengan begitu, mahasiswa baru tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara akademik, tetapi juga memiliki gambaran mengenai tantangan dan peluang yang akan mereka hadapi selama menempuh pendidikan hukum.

Ia berharap mahasiswa baru dapat menjadikan perjalanan para alumni sebagai inspirasi untuk membangun masa depan mereka sendiri.

“Keberhasilan yang mereka dapatkan harus diturunkan dan diberikan kepada adik-adik supaya mereka termotivasi sejak awal masuk Fakultas Hukum,” katanya.

Daniel menilai mahasiswa baru perlu diperkenalkan dengan berbagai pilihan profesi dan jalur pengabdian yang dapat ditempuh setelah lulus.

Menurut dia, lulusan Fakultas Hukum tidak hanya memiliki peluang menjadi praktisi hukum, tetapi juga dapat berkiprah di pemerintahan, lembaga legislatif, lembaga peradilan, organisasi kemasyarakatan maupun berbagai bidang profesional lainnya.

Karena itu, mahasiswa perlu memiliki semangat belajar sekaligus membangun karakter dan pengalaman sejak berada di bangku kuliah.

Daniel berharap para mahasiswa baru tidak hanya mengejar kelulusan dan gelar akademik, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki kapasitas dan integritas.

“Ke depan mereka akan sama seperti senior-senior mereka. Kelak nanti mereka akan bisa duduk dan berperan untuk negeri ini serta memimpin daerah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses membangun kepemimpinan tersebut harus dimulai sejak mahasiswa berada di lingkungan kampus.

Organisasi kemahasiswaan, kegiatan akademik, forum diskusi, kegiatan sosial serta berbagai aktivitas lainnya dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan membangun jejaring.

Lebih lanjut, Daniel mengatakan kehadiran alumni dalam kegiatan PKKMB merupakan salah satu bentuk kontribusi terhadap proses pembentukan karakter mahasiswa.

Menurut dia, alumni memiliki pengalaman yang tidak semuanya dapat diperoleh mahasiswa melalui pembelajaran di ruang kelas.

Pengalaman menghadapi persoalan di dunia kerja, membangun relasi, mengambil keputusan, menghadapi tantangan serta menjalankan tanggung jawab profesional menjadi pelajaran penting bagi mahasiswa.

“Kita mengharapkan dari motivasi ini mereka juga akan lahir sebagai pemimpin-pemimpin muda di kemudian hari,” katanya.

Daniel mengakui tidak semua alumni yang telah berhasil dapat dihadirkan dalam kegiatan PKKMB tahun ini. Selain keterbatasan waktu, sebagian alumni juga berada di luar daerah sehingga tidak memungkinkan untuk hadir secara langsung.

“Ini baru beberapa saja, baru dua orang. Yang lain karena berada di daerah-daerah sehingga tidak bisa hadir. Kita juga dibatasi dengan waktu,” ujarnya.

Meski demikian, Fakultas Hukum Uncen akan terus berupaya melibatkan alumni dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian dari penguatan hubungan antara kampus dan para lulusan.

Daniel berharap hubungan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar dari pengalaman para seniornya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Joni Y. Betaubun dan Hatijah Averien Paduwi yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa baru.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Joni Y. Betaubun bersama Ibu Hakim yang telah hadir memberikan motivasi kepada adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

Bagi Fakultas Hukum Uncen, PKKMB tidak hanya menjadi kegiatan untuk memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk membangun karakter, wawasan, jejaring dan orientasi masa depan mahasiswa sebagai calon profesional hukum.

Dengan menghadirkan alumni dari berbagai latar belakang profesi, mahasiswa baru diharapkan dapat memahami bahwa perjalanan menjadi sarjana hukum merupakan proses panjang yang membutuhkan pengetahuan, pengalaman, integritas, jejaring dan keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

(Veb)