Jayapura, Teraspapua.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua dan lingkungan pemerintahan serta masyarakat Kota Jayapura. Pendeta (Pdt) Hein Carlos Mano, M.Th., anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura melalui kelompok khusus jalur pengangkatan, meninggal dunia pada Kamis (24/9/2026).
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.05 WIT di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Jayapura. Kepergian Pdt Hein Carlos Mano meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, rekan pelayanan, serta masyarakat yang mengenal sosoknya.
Pdt Hein Carlos Mano diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Klasis Port Numbay. Selain menjalankan pelayanan di lingkungan gereja, almarhum juga mengemban tanggung jawab sebagai anggota DPRK Kota Jayapura melalui kelompok khusus jalur pengangkatan.
Kabar meninggalnya almarhum disampaikan oleh mantan Wali Kota Jayapura dua periode, Benhur Tomi Mano, yang merupakan saudara almarhum. Informasi tersebut disampaikan melalui pesan singkat kepada media ini pada Kamis (24/9/2026).
Benhur Tomi Mano, yang akrab disapa BTM, menyampaikan bahwa Pdt Hein Carlos Mano telah berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Telah berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, Pdt Hein K. Mano, M.Th., Anggota DPR Kota Jayapura Kelompok Khusus – Jalur Pengangkatan,” kata BTM.
Kabar tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan hidup dan pengabdian Pdt Hein Carlos Mano, baik dalam lingkungan pelayanan gereja maupun dalam ruang perwakilan masyarakat melalui lembaga legislatif Kota Jayapura.
Semasa hidupnya, Pdt Hein Carlos Mano dikenal pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Klasis Port Numbay. Posisi tersebut merupakan bagian dari perjalanan pelayanan almarhum dalam lingkungan gereja.
Almarhum juga tercatat sebagai anggota DPRK Kota Jayapura melalui kelompok khusus jalur pengangkatan. Peran tersebut menempatkannya dalam lingkungan lembaga legislatif daerah untuk menjalankan tanggung jawab sesuai kedudukannya.
Kepergian almarhum menjadi kabar duka bagi berbagai lingkungan yang berkaitan dengan perjalanan pengabdiannya. Namun, rincian mengenai program, capaian, dan masa jabatan almarhum dalam pelayanan gereja maupun DPRK belum disampaikan dalam informasi yang diterima media ini.
Setelah meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, jenazah Pdt Hein Carlos Mano disemayamkan di rumah duka yang berada di belakang Kantor YPMD Kotaraja.
Keluarga selanjutnya menyiapkan rangkaian prosesi penghormatan terakhir, mulai dari pemindahan jenazah ke kediaman keluarga, ibadah penguatan, ibadah pelepasan, hingga prosesi pemakaman.
Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama Jumat (25/9/2026) dan Sabtu (26/9/2026).
Berikut jadwal penghormatan terakhir yang disampaikan keluarga:
Jumat, 25 September 2026
Pukul 10.00 WIT ; Jenazah akan dibawa dari rumah duka untuk disemayamkan di kediaman keluarga Benhur Tomi Mano.
Pukul 19.00 WIT ; Keluarga dan jemaat akan melaksanakan ibadah penguatan di kediaman keluarga Benhur Tomi Mano.
Ibadah tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendampingan rohani bagi keluarga dan kerabat yang sedang berduka atas kepergian almarhum.
Sabtu, 26 September 2026
Pukul 08.30 WIT ; Dilaksanakan doa pengantaran jenazah dari kediaman keluarga Benhur Tomi Mano menuju Gereja GKI Pniel Kotaraja.
Pukul 09.00 WIT ; Ibadah pelepasan jenazah dilaksanakan di Gereja GKI Pniel Kotaraja.
Pukul 11.00 WIT ; Dijadwalkan sidang istimewa di DPRK Kota Jayapura sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap Pdt Hein Carlos Mano yang merupakan anggota DPRK melalui kelompok khusus jalur pengangkatan.
Pukul 13.00 WIT – Prosesi pengantaran jenazah menuju tempat pemakaman untuk dilaksanakan pemakaman.
Pukul 19.00 WIT ; Keluarga akan melaksanakan ibadah pengucapan syukur di kediaman keluarga Benhur Tomi Mano.
Rangkaian prosesi pemakaman Pdt Hein Carlos Mano tidak hanya menjadi agenda keluarga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi jemaat, rekan pelayanan, dan masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir.
Ibadah pelepasan di Gereja GKI Pniel Kotaraja serta sidang istimewa di DPRK Kota Jayapura dijadwalkan menjadi bagian dari prosesi penghormatan terhadap perjalanan pengabdian almarhum.
Sebagai sosok yang pernah menjalankan tanggung jawab dalam pelayanan gereja dan lembaga legislatif, kepergian Pdt Hein Carlos Mano meninggalkan ruang duka bagi keluarga dan lingkungan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Keluarga besar almarhum mengharapkan dukungan doa dari kerabat, jemaat, rekan pelayanan, serta masyarakat agar diberikan kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi kepergian Pdt Hein Carlos Mano.
Prosesi penghormatan terakhir tersebut diharapkan berlangsung dengan khidmat, sekaligus menjadi momentum bagi keluarga dan seluruh pihak yang hadir untuk mengenang kehidupan serta pengabdian almarhum.
Selamat jalan, Pdt Hein Carlos Mano, M.Th. Kiranya kasih dan damai Tuhan menyertai keluarga yang ditinggalkan.
(Har)
















