Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura menggelar rapat paripurna untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pendeta (Pdt) Hein Carlos Mano, M.Th., anggota DPRK Jayapura dari Kelompok Khusus (Poksus) Jalur Pengangkatan periode 2024-2029.
Rapat paripurna berlangsung di ruang sidang utama DPRK Jayapura, Sabtu (26/9/2026), dipimpin Ketua DPRK Jayapura Theos Revelino B. Ajomi. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir lembaga legislatif bersama Pemerintah Kota Jayapura sebelum jenazah almarhum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Suasana haru menyelimuti ruang sidang utama DPRK Jayapura. Pimpinan dan anggota DPRK, jajaran Pemerintah Kota Jayapura, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh gereja, keluarga, serta sejumlah undangan hadir dalam prosesi tersebut.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo dan Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru turut hadir. Hadir pula Wakil Ketua I Sinode GKI di Tanah Papua Pdt Hiskia Rollo, Wakil Sekretaris Sinode Pdt Handry W.D. Kakiay, Ketua Klasis GKI Port Numbay Pdt Andris Tjoe, Plt Sekretaris Daerah Kota Jayapura Muchlis Karim, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran Forkopimda.
Sebelum mengikuti prosesi di DPRK Jayapura, jenazah Pdt Hein Carlos Mano terlebih dahulu menjalani ibadah pelepasan di Gereja GKI Pniel Kotaraja. Karena semasa hidupnya, Hein Carlos Mano pernah dipercaya memimpin pelayanan di Klasis GKI Port Numbay.
Usai ibadah, jenazah kemudian dibawa ke Gedung DPRK Jayapura untuk mengikuti rapat paripurna penghormatan terakhir.
Dalam prosesi tersebut, Ketua DPRK Jayapura secara resmi menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga yang diwakili istrinya. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Peletakan karangan bunga dilakukan Ketua DPRK Jayapura Theos Revelino B. Ajomi, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, perwakilan Dandim 1701/Jayapura, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, Dansatrol X Jayapura, Kolonel Laut (P) Bambang ABR, Plt Sekda Kota Jayapura Muchlis Karim, serta perwakilan anggota DPRK dari Kelompok Khusus.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menyampaikan belasungkawa atas nama Pemerintah Kota Jayapura dan seluruh masyarakat Kota Jayapura atas berpulangnya Pdt Hein Carlos Mano.
Abisai mengatakan Hein Carlos Mano merupakan anggota DPRK Jayapura dari Kelompok Khusus Jalur Pengangkatan periode 2024-2029. Selain menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, almarhum juga dipercaya sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura periode 2022-2027.
“Atas nama Pemerintah Kota Jayapura dan masyarakat Kota Jayapura, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Pdt Hein Carlos Mano,” kata Abisai dalam sambutannya.
Menurut Abisai, Hein Carlos Mano merupakan sosok pendeta yang dikenal dan dicintai jemaat. Almarhum dinilai tidak hanya menjalankan tugas pelayanan gerejawi secara profesional, tetapi juga memberikan keteladanan dalam kehidupan bersama jemaat dan masyarakat.
“Almarhum telah memberikan dedikasi dan kontribusi nyata bagi perkembangan dan kemajuan Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, khususnya di Port Numbay,” ujarnya.
Abisai menilai kepergian Hein Carlos Mano meninggalkan kehilangan bagi masyarakat Kota Jayapura. Menurutnya, almarhum merupakan salah satu putra Port Numbay yang selama hidupnya banyak memberikan inspirasi serta turut mendoakan pemerintah dan masyarakat.
Ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas seluruh pengabdian yang telah diberikan almarhum, baik dalam pelayanan gereja, organisasi keagamaan maupun melalui lembaga legislatif.
“Kita akan melanjutkan nilai-nilai kebajikan yang telah almarhum ajarkan selama perjalanan pengabdiannya, baik ketika memimpin Klasis Port Numbay, FKUB Kota Jayapura, maupun saat mengabdi membangun Kota Jayapura melalui lembaga legislatif,” tutur Abisai.
Ketua DPRK Jayapura Theos Revelino B. Ajomi mengatakan kepergian Hein Carlos Mano menjadi kehilangan bagi seluruh keluarga besar DPRK Jayapura.
Menurut Theos, setiap pertemuan pada akhirnya akan berujung pada perpisahan. Hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia yang berada dalam kehendak Tuhan.
“Jika ada pertemuan, pastilah ada perpisahan. Demikianlah kodrat hidup kita sebagai manusia yang dianugerahkan Tuhan Sang Pencipta,” kata Theos.
Ia kemudian mengenang momen ketika Hein Carlos Mano mengucapkan sumpah dan janji sebagai anggota DPRK Jayapura melalui mekanisme pengangkatan untuk periode 2024-2029.
Peristiwa tersebut berlangsung pada 17 Mei 2025 di ruang sidang DPRK Jayapura.
“Di situlah kita mengenal sosok yang bersahabat dan sangat familiar dengan senyum manisnya, almarhum Pdt Hein Carlos Mano,” ujarnya.
Theos mengatakan pimpinan dan seluruh anggota DPRK Jayapura menerima kabar duka mengenai meninggalnya Hein Carlos Mano pada 24 September 2026.
Menurutnya, Hein merupakan sosok yang sulit dilupakan. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang murah hati, senang tersenyum, tidak banyak berbicara, tetapi memiliki kemampuan mendengar dan memberikan pandangan secara kritis serta bijaksana.
“Rasanya masih belum cukup waktu untuk bersama dan berbagi pengalaman dengan almarhum. Masih banyak impian, rencana dan program-program kedewanan yang belum dicapai, namun Allah Yang Maha Kuasa telah memanggil Pdt Hein Carlos Mano untuk pergi selama-lamanya,” katanya.
Theos juga menyampaikan dukacita kepada istri, anak-anak dan seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.
Ia berharap keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Sementara itu, Benhur Tomi Mano yang mewakili keluarga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK Jayapura yang telah menggelar rapat paripurna khusus untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Hein Carlos Mano.
Menurut Benhur, penyelenggaraan paripurna tersebut merupakan bentuk penghormatan dan kehormatan bagi almarhum selama menjalankan tugas sebagai anggota DPRK Jayapura.
“Kami keluarga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRK Jayapura, para wakil ketua dan seluruh anggota DPRK Jayapura. Sidang istimewa yang dilakukan hari ini merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan bagi adik dan saudara kami, Hein Carlos Mano, selama bertugas di DPRK Jayapura,” ujar Benhur.
Benhur juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua yang selama ini mendukung pelayanan almarhum dalam penatalayanan gereja.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, pimpinan dan anggota DPRK Jayapura, FKUB Kota Jayapura, persekutuan gereja-gereja di Kota Jayapura, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan kepada keluarga.
Keluarga juga menyampaikan penghargaan kepada PHMJ dan Majelis Jemaat GKI Pniel Kotaraja yang telah memberikan pelayanan kepada almarhum selama menjalani perawatan hingga proses ibadah penguatan dan pengucapan syukur.
Benhur turut mengapresiasi pelayanan sejumlah rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, yang telah memberikan pelayanan medis kepada almarhum.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Rumah Sakit Kemenkes, Rumah Sakit Dok II, dan secara khusus Rumah Sakit Bhayangkara beserta kepala rumah sakit dan para dokter atas segala pelayanan serta fasilitas yang diberikan kepada almarhum,” katanya.
Atas nama keluarga, Benhur juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas sebagai anggota DPRK Jayapura maupun ketika berinteraksi dengan pemerintah dan masyarakat terdapat tutur kata, sikap, tindakan atau hal-hal yang kurang berkenan.
“Kami memohon maaf apabila selama beliau bertugas ada tutur kata atau kesalahpahaman yang terjadi. Mohon dimaafkan agar almarhum dapat pergi dengan damai menghadap Tuhan,” ujarnya.
Pdt Hein Carlos Mano dikenal tidak hanya sebagai seorang pendeta, tetapi juga sebagai tokoh yang aktif dalam kehidupan sosial-keagamaan di Kota Jayapura.
Selain pernah dipercaya memimpin Klasis GKI Port Numbay, almarhum juga menjabat Ketua FKUB Kota Jayapura periode 2022-2027.
Kepergian Hein Carlos Mano pada akhirnya meninggalkan duka bagi keluarga, jemaat, rekan-rekan sesama anggota DPRK, pemerintah daerah, tokoh agama, serta berbagai pihak yang selama ini berinteraksi dan bekerja bersama almarhum.
Pdt Hein Carlos Mano meninggal dunia pada Kamis, 24 September 2026, pukul 16.05 WIT di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja setelah menjalani perawatan karena sakit.
Setelah seluruh rangkaian penghormatan terakhir di DPRK Jayapura selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk melanjutkan prosesi pemakaman.
(Har)










