Jayapura, Teraspapua.com – Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Papua, Pdt. David Harold Waromi, SM.Th., menyerahkan bantuan kepada dua gereja di Kota Jayapura, Minggu (11/10/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada Jemaat GKI Betania Dok 9 Kali, Distrik Jayapura Utara, dan Jemaat GKI Imanuel Hamadi, Distrik Jayapura Selatan.
Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Pdt. David Harold Waromi terhadap pelayanan gereja sekaligus dukungan bagi pembangunan kehidupan rohani dan sosial masyarakat di Tanah Papua.
Waromi mengatakan, kehadirannya di tengah jemaat tidak semata-mata dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI, tetapi juga sebagai saudara seiman dan bagian dari keluarga besar masyarakat Papua.
Menurut dia, pembangunan Papua tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik, seperti jalan, jembatan, gedung, pelabuhan, dan fasilitas publik lainnya. Pembangunan yang sesungguhnya juga harus menyentuh kualitas manusia, termasuk pembentukan iman, karakter, moral, dan kepedulian sosial.
“Saya hadir bukan hanya sebagai anggota DPD RI perwakilan Provinsi Papua, tetapi juga sebagai saudara seiman dan bagian dari keluarga besar masyarakat Papua. Bantuan yang saya berikan merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan untuk mendukung pelayanan serta pembangunan gereja di Tanah Papua,” ujar Waromi.
Ia menilai gereja memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat. Selain menjadi tempat beribadah, gereja juga menjadi ruang pembinaan iman, pembentukan karakter, penguatan keluarga, pendidikan moral, serta penanaman nilai-nilai kepedulian dan pelayanan kepada sesama.
Karena itu, dukungan terhadap pembangunan gereja, menurut Waromi, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik bangunan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Pembangunan Papua yang sesungguhnya adalah pembangunan manusia Papua. Di sinilah gereja mempunyai peranan yang sangat penting,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Waromi mengutip firman Tuhan dari 1 Korintus 3:9 yang berbunyi, “Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.”
Ia mengatakan, ayat tersebut mengingatkan bahwa pembangunan yang paling mendasar adalah pembangunan manusia sebagai ciptaan Tuhan. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada hasil yang terlihat secara fisik, tetapi juga pada pertumbuhan iman, karakter, dan kualitas kehidupan masyarakat.
Waromi berharap gereja-gereja di Papua terus menjalankan peran pelayanan secara konsisten, terutama dalam membina keluarga, mendampingi generasi muda, serta menanamkan nilai-nilai moral dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurut dia, gereja memiliki ruang pengabdian yang penting dalam mendukung terciptanya masyarakat yang damai, bermartabat, berpendidikan, dan sejahtera.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pendeta dan majelis jemaat atas pelayanan yang selama ini dilakukan bagi jemaat dan masyarakat.
Waromi berharap pelayanan tersebut terus diperkuat agar gereja dapat menjadi sumber pengharapan sekaligus kekuatan moral bagi masyarakat Papua dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Dalam perspektif kenegaraan, Waromi mengatakan, sebagai anggota DPD RI, dirinya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia menjelaskan, DPD RI menjalankan fungsi konstitusional yang berkaitan dengan legislasi, pertimbangan, dan pengawasan, terutama terhadap persoalan yang berhubungan dengan kepentingan daerah.
Karena itu, setiap kunjungan ke tengah masyarakat, termasuk ke lingkungan gereja, menjadi kesempatan untuk mendengar aspirasi dan memahami kebutuhan warga secara langsung.
Waromi mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga mencakup berbagai sektor pembangunan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelayanan publik, dan kehidupan sosial.
Menurut dia, seluruh persoalan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan daerah yang perlu mendapat perhatian dalam proses pembangunan nasional.
“Ketika saya berada di tengah-tengah masyarakat, termasuk di tengah-tengah jemaat gereja, saya tidak hanya datang untuk mendengar apa yang menjadi kebutuhan gereja. Saya juga datang untuk mendengar suara masyarakat Papua, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan, pelayanan publik, kehidupan sosial maupun kehidupan keagamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, komunikasi antara wakil daerah dan masyarakat perlu terus dibangun agar berbagai kebutuhan warga dapat diketahui dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
Bagi Waromi, menjadi wakil daerah tidak cukup hanya menjalankan tugas di ruang sidang di Jakarta. Seorang wakil daerah juga harus hadir di tengah masyarakat untuk mendengar langsung aspirasi, memahami persoalan, dan membawa kebutuhan daerah ke tingkat nasional.
“Bagi saya, menjadi wakil daerah bukan hanya berbicara di ruang sidang di Jakarta. Menjadi wakil daerah berarti harus kembali mendengar suara rakyat di daerah. Dari Papua kita menyampaikan aspirasi, dari Papua kita membawa kebutuhan masyarakat, dan untuk Papua kita memperjuangkannya,” katanya.
Waromi juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara pemerintah dan gereja dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Foto bersama Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Papua, Pdt. David Harold Waromi, SM.Th, KMJ GKI Imanuel Hamadi dan Majelis Jemaat
Ia berpandangan, pemerintah dan gereja memiliki ruang pengabdian yang berbeda. Pemerintah menjalankan tugas berdasarkan konstitusi dan peraturan perundang-undangan, sedangkan gereja menjalankan panggilan pelayanan berdasarkan iman dan kasih.
Meski memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda, keduanya dapat berkontribusi terhadap tujuan yang sama, yakni membangun manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Waromi, semangat kebersamaan dan sikap saling menghormati menjadi landasan penting agar pembangunan masyarakat dapat berjalan lebih kuat, tanpa mengabaikan peran masing-masing pihak.
Ia mengakui bantuan yang diserahkan kepada kedua gereja tersebut mungkin belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan. Namun, ia menegaskan bahwa nilai sebuah bantuan tidak semata-mata diukur dari besarnya nominal, melainkan juga dari ketulusan, kepedulian, dan semangat kebersamaan yang menyertainya.
Waromi berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan dan pelayanan jemaat di masing-masing gereja.
Ia juga berharap bantuan itu menjadi simbol bahwa gereja dan masyarakat Papua tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai kebutuhan pembangunan.
“Bantuan ini mungkin belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan gereja. Namun, saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pelayanan jemaat. Nilai sebuah bantuan tidak hanya diukur dari jumlahnya, tetapi juga dari ketulusan, kepedulian, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Waromi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan Papua melalui bidang dan tanggung jawab masing-masing.
Ia menekankan bahwa pembangunan daerah perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek spiritual, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan ekonomi, serta persatuan masyarakat.
Menurut dia, pembangunan manusia Papua harus menjadi perhatian bersama agar generasi mendatang memiliki kesempatan lebih baik untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerahnya.
Waromi berharap gereja-gereja GKI di Papua terus menjadi terang dan garam bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran dalam membangun kehidupan sosial yang damai, bermartabat, dan penuh kasih.
Ia juga berharap jemaat semakin bertumbuh dalam iman, keluarga-keluarga memperoleh kehidupan yang lebih baik, serta generasi muda Papua memiliki masa depan yang cerah melalui pendidikan dan kesempatan untuk berkembang.
“Mari kita membangun Papua dengan iman, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, persatuan, dan kasih Tuhan,” katanya.
Waromi menegaskan, perbedaan tugas dan tanggung jawab tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.
“Kita boleh berbeda tugas dan tanggung jawab, tetapi kita mempunyai satu tujuan, yaitu membangun manusia Papua dan memuliakan Tuhan.”
(har)















