Jayapura, Teraspapua.com – SMA YPPDK Gabungan Jayapura menggelar turnamen futsal Pandora Cup 2026 yang diikuti puluhan tim dari kalangan pelajar SMP se- Kota Jayapura. Ajang ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakat olahraga sekaligus mempersiapkan diri menuju jenjang pendidikan menengah atas.
Turnamen tersebut berlangsung di Lapangan Futsal Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd,.M.Pd, Selasa (20/10/2026).
Pembukaan ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Rocky Bebena, Ketua Yayasan Gabungan Jayapura dan perwakilan kepala BPMP. Momentum tersebut sekaligus menjadi tanda dimulainya kompetisi yang diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet futsal berprestasi dari kalangan pelajar.
Dalam sambutannya, Rocky mengapresiasi SMA YPPDK Gabungan Jayapura yang telah mengambil inisiatif menyelenggarakan kegiatan olahraga bagi siswa, khususnya pelajar SMP yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Menurut dia, Pandora Cup bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara, melainkan juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, membangun karakter, serta mempersiapkan masa depan melalui kegiatan positif di bidang olahraga.
Rocky menilai, penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan langkah positif dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda. Terlebih, tingginya minat peserta menunjukkan bahwa olahraga futsal memiliki daya tarik yang besar di kalangan pelajar.
Ia menyebutkan, terdapat 30 tim yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Jumlah peserta itu menjadi gambaran besarnya antusiasme pelajar terhadap kompetisi futsal.
“Ini merupakan wadah yang luar biasa. Kami berterima kasih kepada SMA YPPDK Gabungan Jayapura yang telah memberikan ruang bagi anak-anak SMP untuk mengembangkan bakat, sekaligus mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA,” ujar Rocky.
Di hadapan para peserta, Rocky mengingatkan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis atau keterampilan mengolah bola. Menurut dia, keberhasilan seorang atlet juga sangat bergantung pada kedisiplinan, komitmen, dan kemampuan menjaga diri dari pengaruh lingkungan negatif.
Ia meminta para pelajar untuk menanamkan semangat menjadi juara sejak awal, bukan hanya mengejar kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga membangun karakter yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang pertama, kalian harus membawa semangat juara dalam hati. Kembangkan bakat yang Tuhan berikan kepada kalian. Kalau sudah memilih kegiatan ini sebagai bagian dari ekstrakurikuler di sekolah, maka harus dijalani dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Rocky secara khusus mengingatkan para peserta agar menjauhi rokok, minuman keras, dan ganja. Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, kedisiplinan, serta perkembangan karier para atlet muda.
Ia menegaskan, kesempatan mengikuti kompetisi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dan membangun masa depan, bukan justru dihabiskan untuk kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri.
Rocky juga mengingatkan bahwa perjalanan menjadi atlet profesional membutuhkan proses panjang. Bahkan, atlet yang telah berada di level profesional sekalipun dapat mengalami kegagalan apabila tidak mampu menjaga kedisiplinan.
“Adik-adik yang sekarang mengikuti turnamen ini masih berada pada tahap amatir. Atlet yang sudah profesional saja bisa gagal kalau tidak disiplin. Karena itu, disiplin harus dimulai dari diri sendiri,” pesanya.
Ia meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan tertib dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia. Para pemain juga diingatkan agar tetap fokus pada tujuan mengikuti kompetisi serta tidak melakukan aktivitas di luar kegiatan yang dapat mengganggu konsentrasi tim.
Selain menekankan kedisiplinan, Rocky mengajak para pelajar untuk menghargai pengorbanan orang tua yang telah mendukung pendidikan dan kebutuhan mereka.
Menurut dia, kesempatan bersekolah, memperoleh seragam, sepatu, buku tulis, serta mengikuti kegiatan olahraga merupakan bagian dari dukungan keluarga yang harus dihargai dengan sikap bertanggung jawab.
Ia berharap para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tersedia, tetapi menjadikannya sebagai langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Rocky mengatakan, tidak ada yang dapat memastikan masa depan seorang pemain hanya berdasarkan penampilannya saat ini. Pelajar yang sekarang mengikuti turnamen tingkat sekolah memiliki peluang untuk berkembang dan menembus kompetisi yang lebih tinggi apabila terus berlatih, menjaga disiplin, serta memiliki kemauan kuat untuk maju.
“Untuk mencapai prestasi besar, semuanya harus dimulai dari hal-hal kecil seperti ini. Kita tidak tahu, mungkin ada di antara anak-anak yang hari ini bertanding kelak masuk ke tim Liga 1, Liga 2, atau menjadi pemain futsal profesional,” katanya.
Ia menegaskan, masa depan para pemain sangat bergantung pada pilihan dan usaha masing-masing. Karena itu, para pelajar harus memiliki tekad untuk terus meningkatkan kemampuan, baik melalui latihan rutin maupun dengan mengikuti kompetisi secara berkelanjutan.
Rocky berharap Pandora Cup 2026 dapat menjadi pengalaman berharga bagi para peserta untuk mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta memperluas kesempatan meraih prestasi di bidang olahraga.
Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Ia meminta para pemain bertanding secara sehat, menghormati lawan, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai pemain lain. Menurut dia, kemenangan harus diraih melalui kemampuan, keterampilan, strategi, dan kerja sama tim, bukan dengan tindakan kasar atau pelanggaran yang membahayakan lawan.
“Dalam pertandingan, jangan mencederai teman yang menjadi lawan bertanding. Bermainlah secara sportif. Juara harus diraih dengan benar, karena kita memiliki kemampuan dan keterampilan, bukan dengan memukul lawan atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain,” tegasnya.
Rocky juga mengingatkan bahwa sportivitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemain yang berada di dalam lapangan. Seluruh pihak yang terlibat, termasuk pelatih, pendamping tim, dan suporter, diharapkan turut menjaga suasana pertandingan tetap aman dan kondusif.
Ia meminta setiap tim mengendalikan anggotanya agar tidak memicu keributan, baik selama pertandingan maupun di luar lapangan.
Menurut dia, kompetisi olahraga semestinya menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarpelajar, bukan menimbulkan perselisihan akibat perbedaan dukungan terhadap tim tertentu.
“Biasanya pertandingan di dalam lapangan bisa berjalan aman. Karena itu, jangan sampai justru terjadi gangguan di luar lapangan. Biarkan pemain bertanding secara sportif dan semua pihak menjaga keamanan bersama,” ujarnya.
Rocky turut memberikan perhatian terhadap peran wasit sebagai pemimpin pertandingan. Ia meminta perangkat pertandingan menjalankan tugas secara profesional, menjaga netralitas, dan mengambil keputusan berdasarkan aturan yang berlaku.
Menurut dia, kepemimpinan wasit yang adil menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan turnamen berlangsung tertib dan dapat diterima seluruh peserta.
Ia mengingatkan agar wasit tidak memihak tim tertentu atau mengambil keputusan yang berpotensi merugikan peserta lainnya. Setiap keputusan harus didasarkan pada situasi pertandingan dan ketentuan yang telah disepakati.
“Wasit yang memimpin pertandingan harus menjunjung tinggi sportivitas dan netralitas. Pimpin pertandingan dengan benar, serta jauhi hal-hal yang tendensius dan dapat merugikan tim lain,” kata Rocky.
Ia berharap seluruh peserta, panitia, pelatih, pendamping, suporter, dan perangkat pertandingan dapat menjalankan perannya masing-masing demi menyukseskan Pandora Cup 2026.
Rocky menegaskan bahwa keberhasilan turnamen tidak semata-mata diukur dari siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut diharapkan mampu melahirkan pelajar yang berkarakter, disiplin, menghargai sesama, serta memiliki semangat untuk terus mengembangkan kemampuan,” pungkasnya.
(har)









