Jayapura, Teraspapua.com – Setelah Wakil Ketua BP AM Sinode, Pdt. Hiskia Rollo dan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano melakukan pencanangan, maka terhitung hari ini pembangunan gedung Gereja baru Jemaat GKI I .S. Kijne Sborhoinyi dimulai, Selasa ( 25/5/2021).
Panitia pembangunan, menargetkan 7 bulan sudah rampung 70 persen, tutup atap
” Anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp. 5. 937. 170. 942. Kendati sebesar itu, Panitia menargetkan sampai bulan Desember rampung 70 persen sudah tutup atap,” terang Ketua panitia Robert J. Betaubun saat menyampaikan laporan,
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jayapura itu juga mengatakan, luas bangunan yang direncanakan 24 X 18 meter.
Lanjut Robert menuturkan, 20 tahun sudah jemaat Sborhoinyi terbentuk dan 17 tahun dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru.
Sementara itu ketua majelis jemaat, Jhon Y. Betaubun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Wali Kota Jayapura. Benhur Tomi Mano yang sudah sering kali berkunjung ke jemaat ini untuk memberikan bantuan dan diakonia.
” Hampir setiap Natal pasti Sborhoinyi mendapatkan Diakonia dari keluarga Benhur Tomi Mano, baik janda, duda, anak yatim piatu dan seutunya warga jemaat,” terangnya.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Jayapura itu, jika berbicara sumbangan sudah banyak yang diberikan Benhur Tomi Mano maupun Ketua TP PKK, Ny. Kristhina L. Mano.
Bahkan, pembangunan pastori yang begitu megah mulai dari fisik bangunan maupun isi pastori (meubiler ) pada tahun 2015 lalu.
Jemaat yang hanya terdiri dari 800 kepala keluarga ini mendoakan sosok BTM untuk menjadi Wali Kota dan terbukti tahun 2011 putera asli Port Numbay memimpin kota ini.
Para kesempatan tersebut, atas nama jemaat, Jhon juga menyampaikan terima kasih kepada ketua komisi A DPRD Kota Jayapura yang juga Ketua Fraksi PDI – Perjuangan, Mukri M. Hamadi yang turut memberikan sumbangan untuk mendukung pembangunan.
Begitu juga Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menyumbangkan dana. Kemudian Sekwan DPRD Kota Jayapura. BP AM Sinode, Lurah Vim, Lurah Wahno, dan Jaya Kusuma,
Turut berpartisipasi juga Kepala Samsat Kabupaten Mimika yang menyumbangkan semen bagi pembangunan gedung Gereja.
Kemudian Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda dan Bupati Puncak, Welem Wandik yang ikut berpartisipasi menyumbangkan dana pada pembangunan tersebut.
Keluarga Almarhum Y. Hasor memberikan perpuluhan dalam bentuk tanah untuk pembangunan gedung gereja sementara, Pastori, gedung PAUD dan TKBM, dan gedung Gereja baru.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt Hein Carlos Mano yang banyak peduli untuk jemaat.
Kemudian guru injil S. Manufandu yang merupakan pelayan jemaat kedua, selanjutnya Ketua Klasis Raja Empat Utara, Pdt Ny. Mambrasar pelayaan jemaat ketiga, pelayaan jemaat keempat, Pdt F. Sawisa dan sejumlah Pelayan lain yang turut berkontribusi untuk jemaat GKI I. S. Kijne Sborhoinyi.
Selanjutnya dikisahkan Jhon, pada tanggal 25 Mei tahun 2001, para tua – tua jemaat yang berjumlah 28 orang mencanangkan berdirinya jemat ini di rumah Bapak Robert Betaubun.
Atas kesepakatan dan dipututskan jemaat ini diberinama I. S. Kijne Sborhoinyi. Ini sebagai sebuah penghargaan bagi tanah Port Numbay.
Lanjut dikisahkan, pada tahun 2003, tua – tua jemaat yang kala itu pelayaan jemaat, Pdt Hein Carlos Mano yang saat ini menjabat sebagai ketua klasis GKI Port Numbay meletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja, namun karena anggaran pas pasan maka dibangunlah gedung gereja sementara.
Sehingga atas perkenaan Tuhan, maka pada hari ini pembangunan gedung gereja baru yang bercirikan kearifan lokal Port Numbay dimulai.
Pembangunan gedung Gereja ini harus dilakukan, karena jumlah jemaat makin hari makin bertambah,” tukasnya.
(Let)








