Jayapura,Teraspapua.com – Dibawah sorotan Tema “Maka Pulanglah Mereka Ke Negerinya Melalui Jalan Lain” dan Sub Tema “Natal Memberikan Tekad Bagi Persekutuan Anak Negeri Amahusu, Untuk Hidup Masin-manis, Laeng Sayang Laeng, Demi Mewujudkan Kehidupan Orang Basudara Di Rantau”. Persekutuan Keluarga Besar Amahusu di Jayapura, menggelar ibadah Natal bersama, Jumat (16/12/2022).
Ibadah Natal yang berlangsung di Gedung Gereja GPI Bukit Zaitun Dok VIII Jayapura ini, dihadiri segenap keluarga besar Amahusu, Ketua Ikemal Pusat di Papua, Christian Sohilait, serta undangan lainnya.
Bacaan Firman sebagai refleksi Natal ini, diangkat dari Injil Lukas pasal 1 : 46 – 47 dan Injil Matius pasal 2 : 12.
Pendeta Jenny Madubun, S.Th, dalam refleksi Natalnya menyampaikan, pesan Firman Tuhan yang disampaikan untuk anak Negeri Amahusu adalah, belajarlah dari 3 Orang Majus, yang tidak mengindahkan perintah Herodes dan kembali ke negeri mereka melalui jalan lain.
“Pesan yang kita dapatkan adalah, belajar dari tiga orang majus untuk percaya dan meyakini, bahwa Yesus adalah Raja diatas segala Raja. Dan apapun tantangan dan resiko, yakinlah bahwa penyertaan Tuhan akan sesalu dan senantiasa menyertai.” Ujar Pendeta Jenny Madubun.
Ditambahkan, Sub Tema dari Natal ini, mengajak Persekutuan Anak Negeri Amahusu, untuk hidup manis dengas sesama, serta tidak melakukan hal-hal yang merugikan pribadi dan persekutuan.
“Hidup manis-manis, jangan bikin kacau. Karena orang tua melepaskan kita untuk hidup merantau, dengan tujuan agar kita sukses. Menjadi contoh yang baik, serta menjadi orang yang disenangi, bukan dijauhi.”
Lebih jauh Pendeta Jenny mengajak Pesekutuan Keluarga Amahusu, untuk besuka cita lewat perayaan Natal berama, serta meningkatkan tali persaudaraan dengan cinta kasih.
Sementara itu, usai ibadah perayaan Natal. Ketua Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Pusat di Papua, Christian Sohilait kepada Teraspapua mengatakan. Kehadiran keluarga besar Amahusu yang di Jayapura, sebagai tanda Tuhan memakai warga Amahusu untuk melakukan pelayanan.
“Sehubungan dengan perayaan Natal ini, saya mau bilang bahwa, kehadiran warga Amahusu di Jayapura adalah bagian dari tanda Tuhan memakai kita untuk melayani. Untuk itu, mari kita pergunakan kesempatan ini untuk terus melayani, bersama-sama dengan anak asli Papua yang ada di kota Jayapura ini.” Terang Sohilait.
Sesuia Tema dan Sub Tema, Sohilait juga mengajak warga Amahusu, untuk berkratifitas dan bisa keluar dari hal-hal yang bersifat stagnan.
“Tema bilang, Melalui jalan lain. Artinya kreatifitas kita harus ditingkatkan, tidak bisa lagi kita dalam suasana yang itu-itu saja. Untuk itu, ditahun 2023, seluruh warga Maluku di seluruh Papua, harus bisa berkembang.” Tandasnya.

Ditempat yang sama, Jongky Soplanit selaku ketua Persekutuan Anak Negeri Amahusu di Jayapura mengatakan. Ada ungkapan sukacita, saat keluarga besar Amahusu bisa berkumpul, untuk merayakan Natal bersama.
“Tetap sukacita, karna kita semua bisa berkumpul di perayaan Natal ini, walaupun banyak tantangan, tapi kita tetap besyukur karna puji Tuhan mala mini kita bisa bertemu, setelah kian lama tidak bertemu.” Ujar Soplanit.
Soplanit pun berpesan kepada warga Amahusu di Jayapura, untuk tetap optimis, walaupun kadang terdapat tantangan, namun dirinya berharap, warga Amahusu dapat memasuki Natal dan Tahun Baru dengan penuh harapan.

Sementara itu, ketua panitia acara Natal, Risat Tatuhey, dalam laporannya mengatakan. Dasar pelaksanaan acara Natal ini, adalah merelaisasikan program kerja tahunan, Persekutuan Anak Negeri Amahusu.
Selain itu disampaikan, maksud dan tujuan pelaksanaan Natal bersama ini, untuk mempererat tali persaudaraan anak Negeri Amahusu di perantauan.
Kepada Teraspapua, Tatuhey mengatakan. Sesuai sub tema, maka Anak Negeri Amahusu di Jayapura bertekad untuk hidup manis dan saling menyayangi. Demi terciptanya satu persekutuan yang erat.
“Sesuai sub tema, kita betekad untuk saling menyayangi, demi terciptanya satu persekutuan yang erat, untuk menghadapi segala tantangan kehidupan hari ini, maupun di tahun depan.” Tandas Tatuhey.








