Jayapura, Teraspapua.com – Manajer Kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), Mukri M. Hamadi, menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan kampanye BTM-CK telah resmi berakhir pada Jumat, 2 Agustus 2025, dengan titik terakhir di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom.
Dalam keterangannya kepada media usai kampanye di Senggi, Mukri menjelaskan bahwa kampanye di distrik perbatasan tersebut merupakan penutupan dari lebih dari 80 titik kampanye yang telah dilaksanakan selama masa tahapan pemilu.
“Hari ini adalah titik penutup dari seluruh rangkaian kampanye pasangan BTM-CK. Kurang lebih ada hampir 200 undangan kampanye yang kami hadiri selama masa kampanye. Dan kini, kami akan memasuki minggu tenang pada 3 Agustus 2025,” ujar Mukri.
Mukri juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh awak media yang telah secara konsisten meliput dan memberitakan seluruh kegiatan kampanye BTM-CK.
“Terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah setia meliput, menyebarluaskan pesan-pesan moral dan program-program BTM-CK dari awal hingga titik akhir hari ini di Senggi,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa pasangan BTM-CK akan tetap patuh pada seluruh ketentuan hukum dan peraturan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua.
“Terkait Alat Peraga Kampanye (APK), akun media sosial resmi, hingga laporan dana kampanye, semuanya telah kami siapkan dan serahkan sesuai prosedur. BTM-CK adalah pasangan yang taat aturan,” tegasnya.
Memasuki masa minggu tenang, Mukri mengajak seluruh pendukung, simpatisan, dan masyarakat Papua untuk menjaga suasana kondusif serta menjadikan minggu tenang sebagai waktu refleksi dan kontemplasi politik.
“Minggu tenang adalah momen untuk kita meyakinkan diri, mempertimbangkan dengan bijak siapa pemimpin terbaik yang akan membawa perubahan nyata bagi Papua. Gunakan waktu ini untuk tenang, bukan saling menebar provokasi,” katanya.
Mukri juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat pada hari pencoblosan, 6 Agustus 2025, dan memilih berdasarkan nurani serta rekam jejak kandidat, bukan karena tekanan atau iming-iming sesaat.
“Masyarakat tentu bisa melihat, siapa yang paling berpengalaman, siapa yang paling teruji. Mari kita pilih pemimpin yang sungguh-sungguh siap mengabdi untuk Papua,” tutup Mukri.
(Har/Nov)















