Jayapura,Teraspapua.com – Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat, lakukan pengecekan kendaraan dan alat khusus milik Direktorat Samapta Polda Papua yang bertempat di lapangan Apel Mako Polda Papua, Senin (26/9/2022).
Pengecekan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kejadian kontijensi di wilayah hukum Polda Papua.
Adapun kendaraan dan alat-alat yang diperiksa yakni 2 Unit AWC, 1 Unit SAR rescue, 1 Unit APC tambora, 2 Unit Raisa (Pengurai massa), 2 Unit truk box, 3 Unit truk personel, 1 Unit Rantis Barikade, 1 Unit Rantis Dalmas, 2 Unit Barrier, 1 mobil patrol, 5 Unit kendaraan roda dua patrol dan 1 Unit Drone pengurai massa.
Kemarin saya memberikan masukan ke Mabes Polri, untuk 1 mobil box membawa perlengkapan 1 pleton dengan didesain ketika mobil berhenti pintu naik ke atas dan terdapat rak-rak, karena banyak alat-alat kita yang rusak karena dinaik turunkan ke mobil, ujar Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat, usai pemeriksaan kendaraan khusus
Kemudian, lanjut kata Wakapolda, untuk mobil angkut personel agar diberi siku-siku pada pijakan naiknya sehingga tidak mudah rusak, dan yang telah rusak agar segera diganti. Untuk mobil Rantis Dalmas kiranya agar sering dibawa berkeliling agar sirkulasi oli tetap berjalan dengan baik.
“Wakapolda Papua juga menambahkan untuk operator drone pengurai massa harus ditambah agar tidak kebingungan dalam penggunaannya,” tegasnya.
Disaat yang sama juga kepada awak media Wakapolda Papua menyampaikan sampai saat ini situasi di wilayah hukum Polda Papua semua masih berjalan kondusif, dan kami akan tetap menyiapkan personel serta peralatan. Sehingga kami melaksanakan pengecekan persiapan peralatan yang akan digunakan dan semua baik serta siap digunakan.

“Untuk situasi Papua menjelang pemanggilan kedua bapak Gubernur oleh KPK, situasi masih tetap berjalan normal dan tidak ada hal-hal menonjol baik di kediaman maupun wilayah hukum Polda Papua,” jelas Brigjen Pol Ramdani.
Sementara itu untuk personil BKO dari luar Polda Papua, jika situasi terlihat kondusif kami akan standbykan dahulu dan melihat situasi yang berkembang demi kenyamanan serta keamanan masyarakat. Persiapan peralatan ini juga berkaitan dengan diri kita jika terjadi kejadian yang kontijensi.
Untuk diketahui, dalam pengecekan tersebut ditemukan beberapa kendala yakni untuk kendaraan APC Tambora terdapat dudukan canon pelontar flashball yang terbuat dari gear besi dan gear plastik, untuk gear plastik mudah rusak dalam penggunaannya sehingga canon pelontar hanya mampu bergerak ke kanan-kiri dan untuk bergerak atas bawah tidak bisa.
Kemudian kendaraan Rantis barikade memiliki pergerakan pembuka dan penutup barikade yang lambat sehingga susah melakukan escape saat terdesak, kendaraan Rantis Dalmas jika panas akan mati dengan sendirinya dan butuh jeda waktu agar dapat menyala Kembali.
Dan yang terakhir, Drone Pengurai massa memiliki kendala hanya dapat terbang 15 menit sampai 30 menit saja, tidak dapat terbang jika hujan, tidak memiliki sensor tabrak dan peralihan serta kalibrasi yang membutuhkan waktu lebih.
(tp-02)








