Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Jayapura menggelar aksi bersih pantai dan penanaman pohon di kawasan pesisir Pantai Holtekamp, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang dipusatkan sepanjang Juni.
Sejumlah pengurus partai turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua Surya Ibrahim, Bendahara DPD PDI Perjuangan Papua Joni Y. Betaubun, serta jajaran pengurus lainnya di tingkat DPD dan DPC. Hadir pula Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura Edward Jomi Rahail, Sekretaris DPC Andrvs Rovael Horman, serta para ketua PAC dari Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, dan Heram.
Dalam sambutannya, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua Surya Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura atas inisiatif menyemarakkan Bulan Bung Karno melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan para pemuda, termasuk dari asrama Boven Digoel, yang dinilai sebagai bagian dari proses regenerasi kader partai ke depan.
“Ini adalah bagian dari proses regenerasi. Bukan tidak mungkin ke depan adik-adik yang hadir hari ini akan menjadi pengurus partai, baik di tingkat DPC, DPD, maupun pusat,” ujarnya.
Surya menjelaskan, Bulan Juni memiliki makna khusus bagi PDI Perjuangan karena memuat tiga momentum penting terkait Presiden pertama RI, Soekarno. Ketiga momentum tersebut yakni Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, dan Hari Wafat Bung Karno pada 21 Juni.
Menurutnya, Pancasila yang lahir pada 1 Juni merupakan hasil pemikiran dan gagasan Bung Karno yang digali dari nilai-nilai sosial, budaya, dan adat istiadat bangsa Indonesia.
“Karena itu, Bulan Juni menjadi bulan yang sangat sakral bagi PDI Perjuangan, sehingga diperingati sebagai Bulan Bung Karno,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan bersih pantai dan penanaman pohon yang dilakukan tidak sekadar seremonial, melainkan memiliki makna mendalam terkait nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan bersih pantai mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi fondasi kerja-kerja PDI Perjuangan. Di tengah kecenderungan individualisme, nilai kebersamaan harus terus dijaga,” ujarnya.
Selain itu, penanaman pohon juga dimaknai sebagai upaya menanam harapan dan menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan. Menurut Surya, langkah kecil seperti menanam pohon memiliki dampak besar jika dilakukan secara kolektif.
“Ketika satu orang menanam satu pohon, maka akan ada banyak sumber kehidupan baru. Jika ini dilakukan secara bersama-sama, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan di Tanah Papua,” katanya.
Ia juga menyoroti berbagai persoalan lingkungan seperti banjir dan longsor yang kerap terjadi akibat kerusakan alam. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan secara bersama.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau dinas lingkungan hidup, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Surya menambahkan, isu lingkungan dan ketahanan pangan menjadi fokus utama PDI Perjuangan dalam peringatan Bulan Bung Karno tahun ini. Ia menyebut, kegiatan yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi DPP partai.
Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan berharap nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus ditanamkan kepada masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam di wilayah Port Numbay.
Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura, Edward Jimmy D. Rahail, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud nyata penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan Presiden pertama RI, Soekarno.
“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan penanaman sekaligus pembersihan pantai sebagai bagian dari agenda Bulan Bung Karno,” ujar Edward dalam keterangannya.
Ia menegaskan, meski kegiatan yang dilakukan terbilang sederhana, namun memiliki makna yang mendalam bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat ke depan.
“Hal yang kita tanam hari ini adalah harapan untuk masa depan. Sementara apa yang kita jaga hari ini merupakan bagian dari warisan bagi generasi yang akan datang,” katanya.
Menurutnya, peringatan Bulan Bung Karno tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai seremonial atau mengenang pidato dan sejarah semata, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Edward menambahkan, semangat gotong royong yang diajarkan Bung Karno harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga lingkungan.
“Gotong royong adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, khususnya di wilayah Port Numbay,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial.
(arc)














