Puluhan Siswa dan Lansia di Depapre Keracunan Makanan Program MBG

Suasana penanganan korban keracunan MBG di Puskesmas Depapre (foto istimewa)

Jayapura, teraspapua.com – Puluhan anak sekolah hingga lanjut usia (lansia) dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi sajian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (4/8/2026). Para korban terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Mulai dari siswa sekolah menengah pertama (SMP) hingga anak usia dini, termasuk balita berusia 4 tahun dari PAUD Panumba di Kampung Tablasupa.

Salah satu korban, Demianus Demetouw (14), siswa SMP Negeri 1 Depapre, mengaku mengalami gejala mual dan muntah hebat tidak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolahnya.

Ia menyebut menu yang dikonsumsi terdiri dari nasi, sayur sawi campur jagung, tempe bacem, telur dadar, serta potongan buah semangka.

“Pembagian sekitar jam 11 siang. Setelah pulang sekolah, saya mulai mual dan muntah dua kali,” kata Demianus.

Lonjakan jumlah korban membuat fasilitas layanan kesehatan di Distrik Depapre hingga RSUD Yowari kewalahan menangani pasien. Keterbatasan sarana dan tempat tidur memaksa sebagian pasien dirujuk ke rumah sakit lain.

Petugas jaga RSUD Yowari, dr. Jein, mengatakan pihaknya hanya mampu menampung sebagian pasien yang datang.

“Kami merawat lima pasien dengan penanganan infus. Sementara pasien lainnya terpaksa dialihkan ke RSUP Jayapura karena kapasitas tempat tidur di sini tidak mencukupi,” ujar dr. Jein.

Sementara itu, orang tua salah satu korban, Marfel Demetouw, mengungkapkan bahwa layanan dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut dikelola oleh SPPG Kasih Iman Samuel Papua.

Hingga malam hari, jumlah pasien yang datang terus bertambah dan diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 orang. Sebagian besar merupakan anak-anak, termasuk rombongan pasien dari Kampung Wambena.

Melihat kondisi darurat tersebut, Bupati Jayapura Yunus Wonda bersama Direktur RSUD Yowari Maryen Braweri turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan para korban.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, personel Batalyon Infanteri 751/Vira Jaya Sakti (VJS) turut dikerahkan ke RSUD Yowari. Mereka membantu memasang sekitar 40 unit velbed atau tempat tidur darurat guna menampung pasien tambahan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penelusuran terkait penyebab pasti keracunan massal tersebut, termasuk meneliti sampel makanan yang dikonsumsi para korban.

(*)