banner 325x300

Wali Kota Abisai Rollo Tegaskan Komitmen Jayapura Bebas Kusta

Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan lintas sektor untuk mendorong akselerasi eliminasi kusta di Kota Jayapura. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel  SIP Azana, Selasa (9/12/2025), dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat kelurahan, distrik dan kampung.

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, dalam sambutannya menekankan bahwa penyakit kusta bukan hanya persoalan medis, tetapi juga berkaitan dengan masalah sosial, stigma, dan diskriminasi. Ia membuka sambutannya dengan menyinggung sejarah panjang penyakit tersebut yang bahkan sudah disebutkan dalam kisah perjalanan bangsa Israel dalam kitab Perjanjian Lama.

banner 325x300

“Dalam perjalanan bangsa Israel, mereka yang terkena kusta harus dipisahkan untuk mencegah penularan. Itu menunjukkan bahwa penyakit ini sudah ada ribuan tahun lalu dan memiliki dampak sosial yang besar. Karena itu, hingga hari ini penanganannya tidak hanya soal obat, tetapi juga soal kepedulian,” ujar Abisai.

Abisai Rollo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, kusta masih menjadi tantangan serius karena kasus baru masih ditemukan di sejumlah wilayah.

“Penyakit ini sebenarnya dapat disembuhkan, namun masih ada kasus baru setiap tahun. Karena itu, percepatan eliminasi harus dilakukan secara kolaboratif, melibatkan lintas sektor dan lintas program. Lurah, distrik, dan kampung harus protektif dan responsif jika ada warga yang terindikasi kusta. Segera laporkan agar penanganan cepat dilakukan,” tegasnya.

Abisai juga menyoroti pentingnya menghilangkan stigma terhadap penderita kusta. Ia mencontohkan saat kunjungan kerjanya ke salah satu kampung, ia bertemu rekan lamanya yang diduga mengalami gejala kusta. “Saya sudah sampaikan kepada Ibu Kadis agar segera dibantu agar bisa cepat sembuh,” katanya.

Ia menilai kegiatan ini sangat strategis sebagai forum memperkuat koordinasi lintas sektor, mengevaluasi tantangan di lapangan, dan merumuskan percepatan eliminasi kusta yang humanis serta berbasis hak asasi manusia.

Sementara Purnomo Sidhi dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua menjelaskan situasi dan tantangan pengendalian kusta di Papua. Ia menyebut Kota Jayapura menjadi salah satu dari lima kabupaten/kota di Indonesia yang masuk kategori prioritas percepatan eliminasi kusta, bersama Bekasi, Brebes, Sampang, dan Tangerang.

“Kota Jayapura terpilih karena kasus baru kusta terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara jumlah kasus yang masih menjalani pengobatan juga cukup tinggi,” ungkapnya.

Hasil survei acak yang dilakukan pada November 2025 di seluruh puskesmas menunjukkan temuan yang memprihatinkan. Dari sampel siswa SD usia 6- 9 tahun, 15 persen telah terpapar bakteri penyebab kusta, yang berpotensi memunculkan gejala klinis dalam 2- 5 tahun mendatang.

“Ini alarm keras. Salah satu fokus percepatan adalah menurunkan kasus pada anak-anak, terutama di jenjang sekolah dasar,” ujar Purnomo.

Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan terus dilakukan melalui pemberian obat pencegahan massal atau profilaksis, yang saat ini sudah berjalan di Provinsi Papua termasuk Kota Jayapura.

Purnomo menegaskan bahwa target nasional eliminasi kusta ditetapkan pada 2030, sehingga dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan.

“Indikator utama eliminasi adalah tidak adanya lagi kasus baru pada anak, dan tidak ditemukannya kasus kusta baru asli dari Kota Jayapura boleh ada kasus impor, tetapi bukan kasus lokal. Saat ini kasus baru dengan cacat tingkat dua masih ditemukan di beberapa wilayah. Ini harus ditekan,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai situasi kusta di Kota Jayapura, strategi eliminasi, serta memperkuat peran lintas sektor dalam pencegahan, penemuan kasus, dan penanganan penderita.

“Tujuan umum kegiatan ini adalah meningkatkan komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan eliminasi kusta di Kota Jayapura,” kata Juliana.

Ia berharap melalui forum ini akan lahir rekomendasi serta rencana tindak lanjut yang terukur dalam penanganan kusta, termasuk meningkatkan pelaporan dini kasus, memperluas edukasi publik, serta memperkuat kerja sama lintas bidang.
(Har)