Biak, Teraspaua.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Biak Numfor meningkatkan patroli malam guna mengantisipasi potensi tindak kriminalitas yang kerap terjadi pada jam-jam rawan.
Kasat Reskrim Polres Biak Numfor, Daniel Z. Rumpaidus, mengatakan patroli rutin dilakukan bersama jajaran intelijen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
“Kami bersama rekan-rekan dari Intelijen rutin melaksanakan patroli malam hingga sekitar pukul 04.00 sampai 05.00 pagi,” kata Daniel saat ditemui media di ruang Satreskrim Polres Biak Numfor, Selasa, (10/03/ 2026)
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan karena sebagian besar aktivitas masyarakat pada bulan Ramadan berlangsung hingga dini hari, terutama saat sahur maupun setelah sholat subuh.
Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan selama tiga bulan terakhir, Daniel mengungkapkan bahwa sebagian besar tindak kriminal di wilayah Biak Numfor terjadi pada jam-jam rawan, yakni sekitar pukul 01.00 hingga 05.00 pagi.
“Setelah kami analisa, tingkat kejahatan itu banyak terjadi di atas jam-jam rawan, sekitar pukul satu sampai lima pagi. Karena itu kami berkoordinasi dengan Dan Sat Intel dan tim dari Intelijen serta anggota Reskrim untuk merubah pola kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada siang hari anggota lebih fokus melakukan penyelidikan dan penyidikan di kantor. Sementara pada malam hari, khususnya mulai pukul 21.00 hingga 22.00, personel sudah mulai melakukan patroli ke sejumlah gang kecil yang dinilai rawan tindak kejahatan.
Daniel menyebutkan, beberapa pelaku kejahatan yang berhasil diamankan merupakan residivis yang kembali melakukan aksi setelah keluar dari penjara.
“Rata-rata pelaku yang kami amankan adalah residivis. Kami juga sudah mengambil sampling bahwa aksi mereka dilakukan pada jam-jam kecil tersebut,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menjelang Idul Fitri, terutama bagi warga yang akan meninggalkan rumah untuk mudik.
“Para pemilik kendaraan, rumah maupun toko agar memastikan keamanan sebelum meninggalkan rumah. Pastikan pagar, jendela dan kendaraan dalam kondisi aman,” ujarnya.
Menurut Daniel, para pelaku biasanya memantau rumah yang kosong sebelum melakukan pencurian. Selain itu, ada juga modus pelaku yang menyasar warga yang tidur di depan toko.
“Modus mereka biasanya berkeliling menggunakan kendaraan, lalu melihat orang yang tidur di depan toko. Ketika korban terlelap, handphone atau barang milik korban langsung diambil,” katanya.
Untuk itu, Satreskrim Polres Biak Numfor terus melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan seperti Pasar Darfuar, Mandouw Dalam, Jalur Dua, Mandala, hingga Sorido.
Dalam patroli tersebut, petugas juga akan menghentikan kendaraan yang mencurigakan untuk memeriksa identitas pengendara, terutama yang beraktivitas pada jam-jam dini hari.
“Kami ingin memastikan situasi keamanan tetap kondusif. Biak dikenal sebagai kota yang aman, sehingga jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk menciptakan opini sebaliknya,” ujarnya.
Daniel juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta keluarga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
Menurut dia, peran keluarga sangat penting dalam mencegah tindak kriminalitas, terutama dengan mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari.
“Ketika orang tua melihat anak keluar pada jam-jam kecil, sebaiknya ditanyakan mau ke mana dan kegiatannya apa. Fungsi kontrol dari keluarga sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak pidana,” kata Daniel.
HDK















