Jayapura, Teraspapua.com – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggelar audiensi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V guna membahas tingkat kerawanan bencana di Kota Jayapura serta langkah-langkah mitigasi yang perlu diperkuat, Kamis (9/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Jayapura itu dihadiri langsung oleh Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V, Yustus Rumakiek, bersama jajaran BMKG. Audiensi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan BMKG dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Abisai Rollo menegaskan bahwa hampir seluruh wilayah Kota Jayapura memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, hingga kebakaran saat musim kemarau panjang.
“Dari hasil diskusi bersama BMKG, diketahui bahwa Kota Jayapura merupakan wilayah rawan bencana. Ketika terjadi gempa, berpotensi menimbulkan tsunami yang berdampak pada masyarakat pesisir. Selain itu, terdapat titik-titik rawan longsor serta potensi kebakaran saat kemarau panjang,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Jayapura berencana mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan serta pemahaman terhadap potensi bencana. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga akan diperkuat dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala distrik, lurah, hingga kepala kampung agar informasi kebencanaan dapat tersampaikan secara menyeluruh.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam beraktivitas serta menjaga lingkungan, termasuk menghindari penebangan hutan yang dapat memicu longsor, khususnya saat musim hujan.
“Kita harus bersama-sama menjaga Kota Jayapura. Aktivitas di daerah pegunungan harus diperhatikan, jangan sampai terjadi penebangan liar yang dapat menyebabkan longsor,” kata Abisai.
Sementara itu, Yustus Rumakiek menegaskan bahwa BMKG memiliki peran penting dalam menyediakan informasi terkait cuaca, iklim, dan potensi bencana sebagai bagian dari upaya mitigasi dini.
“Kami dari BMKG bertugas memberikan informasi agar masyarakat dapat melakukan mitigasi sejak dini. Dengan informasi yang tepat, masyarakat bisa mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jayapura yang membuka ruang bagi BMKG untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada OPD serta perangkat pemerintahan di tingkat bawah. Menurutnya, hal ini penting agar informasi kebencanaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Yustus berharap sinergi antara BMKG dan Pemerintah Kota Jayapura dapat terus ditingkatkan guna menciptakan rasa aman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap upaya mitigasi bencana di Kota Jayapura dapat berjalan maksimal dan masyarakat semakin siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi,” ujarnya.
(red)














