Senator  Pdt. David Waromi Satukan 19 Kereth Ambai dalam Momen Kebersamaan, Dorong Persaudaraan Bangun Papua

Tampak anggota DPD RI, Pdt. David Harold Waromi, Bersama Kereth dalam kegiatan Merama Taminohi Tatampi Ruhuyai (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com  – Anggota DPD RI, Pdt. David Harold Waromi, menggelar kegiatan bertajuk “Merama Taminohi Tatampi Ruhuyai” yang bermakna ajakan bagi keluarga besar Ambai untuk berkumpul, duduk bersama, makan, serta berbagi kisah tentang kebaikan Tuhan.

Kegiatan yang sarat nuansa persaudaraan tersebut berlangsung di Graha Sara Sinode GKI di Tanah Papua, Selasa (21/7/2026), dan dihadiri masyarakat dari Kepulauan Ambai, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Pantauan di lokasi, suasana kehangatan begitu terasa. Sebanyak 30 remaja putra dan putri dari Ambai turut dilibatkan sebagai pelayan dalam kegiatan tersebut, bersama perwakilan dari sejumlah Kereth (marga) yang hadir. Mereka menyambut tamu undangan dengan penuh kekeluargaan.

Hidangan yang disajikan pun mencerminkan kearifan lokal, yakni makanan tradisional berbahan dasar sagu seperti sinoli. Masyarakat dari 19 Kereth Ambai tampak duduk bersama, saling menyapa, berbincang, dan menikmati kebersamaan dalam suasana penuh keakraban.

Mengusung tema “Bersatu Membangun Papua yang Damai, Berdaya, dan Bermartabat dalam Kasih dan Kebenaran”, kegiatan ini menjadi ruang mempererat tali persaudaraan lintas keluarga besar Ambai yang selama ini tersebar di berbagai wilayah.

Tampak keluarga 19 Kereth Kepulauan Ambai dan tamu undangan memenuhi Gedung Graha Sara Sinode GKI di Tanah Papua (foto Arche/Teraspapua.com)

Dalam kesempatan tersebut, Waromi menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menyatukan keluarga besar Ambai. Ia mengakui, kehadiran peserta pada kegiatan ini belum sepenuhnya mencakup seluruh keluarga, mengingat informasi yang belum merata.

“Yang hadir hari ini mungkin baru sebagian. Namun kami sudah menyebarkan undangan, dan ke depan kami berharap semua keluarga dari 19 keret di Kepulauan Ambai bisa bergabung,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan pertemuan perdana yang diharapkan menjadi awal dari tradisi kebersamaan yang berkelanjutan. Waromi juga mendorong agar kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi komunitas lain di Tanah Papua.

“Ini baru pertama kali kita berkumpul. Ke depan, kita ingin keluarga besar bisa terus bertemu. Kalau keluarga dari Biak, Port Numbay, Keerom, atau Sarmi juga bisa melakukan hal yang sama, maka budaya kebersamaan ini akan semakin kuat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperkenalkan identitas keluarga kepada generasi muda. Menurutnya, melalui momen seperti ini, anak-anak dapat mengenal asal-usul dan memperkuat rasa memiliki terhadap keluarga besar.

“Ini penting untuk generasi kita ke depan, supaya anak-anak tahu bahwa mereka berasal dari satu keluarga besar. Dari situ kita bisa membangun hubungan yang kuat dan saling mendukung,” tuturnya.

Waromi juga berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan langkah nyata dalam membangun Papua yang lebih baik. Ia membuka ruang bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pandangan serta arah ke depan bagi kebersamaan tersebut.

“Kita berharap setelah kegiatan ini muncul ide-ide baru. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa memberikan arahan, sehingga ke depan kita punya langkah bersama untuk membangun keluarga yang kuat dan Papua yang damai,” ucapnya.

Melalui semangat persaudaraan, Waromi mengajak seluruh keluarga besar Ambai untuk terus menjaga kasih, mempererat hubungan, dan bersatu membangun Papua demi kemuliaan Tuhan.

(har)