banner 325x300

Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga, Senator Pdt. David Waromi Sampaikan Kesaksian Iman di Ibadah Dok V Mandala

Senator DPD RI Pendeta David Harol Waromi saat khutbah (foto Harley/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Pendeta (Pdt) David Harol Waromi, menghadiri Ibadah Perayaan Natal Jemaat Kristus Keselamatan Dok V Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin (15/12/2025).

Ibadah Natal yang berlangsung dengan penuh hikmat dan sukacita tersebut mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Tema ini mengajak seluruh jemaat untuk kembali merefleksikan kehadiran Allah yang nyata dalam kehidupan keluarga, pelayanan, serta pergumulan umat hingga hari ini.

banner 325x300

Perayaan Natal diawali dengan puji-pujian yang dibawakan melalui tari rebana oleh para pemuda jemaat, dilanjutkan dengan tarian kreatif dari anak-anak Sekolah Minggu. Suasana semakin semarak dengan persembahan pujian vokal grup dari Kampung Nelayan, yang mengajak jemaat larut dalam suasana syukur dan sukacita Natal.

Momen khidmat tampak saat prosesi pemasangan lilin Natal yang diiringi lagu Malam Kudus, dinyanyikan secara bersama-sama oleh seluruh jemaat dan tamu undangan. Prosesi ini menjadi simbol terang Kristus yang hadir menerangi kehidupan umat manusia.

Dalam khotbah Natalnya, Senator Pdt. David Harol Waromi menyampaikan firman Tuhan yang terambil dari Bilangan 23:19, yang berbunyi “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya.”

Ia menegaskan bahwa sepanjang tahun, sejak Januari hingga Desember, begitu banyak mujizat dan kebaikan Tuhan yang telah dialami umat, bahkan tidak dapat dihitung satu per satu. Menurutnya, firman Tuhan menegaskan bahwa Allah terus bekerja sampai hari ini untuk menyelamatkan keluarga dan umat-Nya.

Dalam kesaksiannya, Senator Waromi menceritakan pengalamannya melayani dan mengunjungi berbagai kampung terpencil di Papua, khususnya di Kabupaten Sarmi, Pulau Liki, hingga daerah-daerah yang membutuhkan perhatian serius. Ia mengungkapkan keprihatinannya saat melihat kondisi pendidikan di Pulau Liki, di mana jumlah murid sangat terbatas, bahkan di kelas satu hanya terdapat empat orang siswa.

“Saat saya membaca firman ini, saya semakin percaya bahwa Allah hadir dan bekerja sampai hari ini. Ia memakai siapa saja yang mau dipakai-Nya untuk melayani,” ujar Waromi.

VG Kampung Nelayan di bawah pimpinan Senator David Harol Waromi (foto Harley/Teraspapua.com)

Ia juga membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Demta, Supiori, Biak, Waropen, Serui hingga Ambai. Di setiap tempat yang dikunjunginya, Senator Waromi mendengar langsung curahan hati masyarakat, mulai dari keluhan guru yang belum memiliki rumah dan gaji, hingga anak-anak yang harus berjalan kaki sangat jauh untuk bersekolah. Beberapa di antaranya bahkan ia bantu secara langsung sebagai bentuk kepedulian.

Di Biak, ia berjumpa dengan komunitas tunanetra yang menyambutnya dengan penuh sukacita. Salah seorang tunanetra bahkan mempelajari undang-undang dan berdiskusi dengannya, yang menurut Waromi menjadi pengalaman iman yang sangat berharga.

Lebih lanjut, Senator Waromi mengajak jemaat untuk tidak memakai cara berpikir manusia yang mudah bersungut-sungut, marah, dan berontak saat menghadapi beban hidup. Ia menekankan pentingnya memakai cara berpikir Allah, karena Allah tidak pernah berhenti bekerja dan tidak pernah ingkar janji.

Ia juga mengisahkan perjalanan hidup dan pelayanannya selama 31 tahun, termasuk pengalamannya yang berulang kali gagal menjadi seorang gembala.

Dalam prosesnya akhirnya dipercaya menjadi anggota DPD RI. Menurutnya, semua proses tersebut adalah bagian dari rencana Tuhan untuk mempersiapkannya melayani umat dan masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau saya pakai pikiran manusia, pasti saya hitung untung dan rugi. Tapi karena saya pakai pikiran Tuhan, maka saya selalu diberi kelebihan untuk memberi,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar penghasilannya sebagai senator setiap bulan disalurkan untuk mendukung para koster gereja dan pelayanan umat.

Senator Waromi menegaskan kembali bahwa kerendahan hati adalah kunci untuk semakin dekat dengan Tuhan. Ia mengingatkan jemaat bahwa Yesus Kristus adalah teladan utama yang merendahkan diri hingga mati di kayu salib demi keselamatan manusia.

Menutup khotbahnya, Senator Waromi mengajak seluruh jemaat menyongsong Tahun Baru 2026 dengan cara Tuhan, yakni hidup dalam kasih, kerajinan beribadah, perubahan sikap, serta pertumbuhan iman yang terus meningkat.

Ia menekankan bahwa di dalam Yesus terdapat keselamatan, mujizat, kekuatan baru, dan kesembuhan, serta tidak ada nama lain di bawah kolong langit yang memberi kehidupan selain nama Yesus.

“Jika kita naik satu level bersama Tuhan, maka setiap hari Tuhan akan hadir dan mengunjungi rumah kita. Jangan jadi jemaat yang biasa-biasa saja, tetapi jadilah jemaat yang terus bertumbuh dalam iman,” pesannya.

(Har/Veb)