banner 325x300

Anggota DPD RI Pdt. David Waromi Soroti Kerusakan Sekolah hingga Minimnya Fasilitas di Kampung Ayapo

kondisi ruang kelas SD YPK Elim Ayapo

Sentani, Teraspapua.com – Anggota DPD RI Komite III, David Harold Waromi, melakukan kunjungan kerja dalam agenda reses di Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (18/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Waromi menegaskan fokusnya pada sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi emas Papua. Ia menilai kualitas pendidikan di daerah harus menjadi prioritas, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Agenda reses itu tidak hanya diisi dengan dialog bersama masyarakat, tetapi juga peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pendidikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi SD YPK Elim Ayapo yang dinilai sangat memprihatinkan, meskipun lokasinya tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Jayapura.

Bangunan sekolah tersebut mengalami kerusakan serius, terutama pada bagian atap dan plafon. Kondisi itu berdampak langsung pada kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar.

“Kalau hujan turun, air masuk ke dalam kelas hingga menggenang. Ini tentu sangat mengganggu aktivitas belajar anak-anak. Mereka tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” ujar Waromi kepada media ini.

Atap yang bocor dan plafon yang rusak membuat ruang kelas kerap tergenang air saat hujan turun. Situasi tersebut menjadi hambatan serius bagi siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Selain SD YPK Elim, Waromi juga meninjau SMP Satu Atap (Satap) Ayapo yang menghadapi persoalan serupa. Sekolah tersebut hanya memiliki tiga ruang kelas, satu ruang kantor, dan satu ruang kepala sekolah. Pihak sekolah disebut telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura, namun hingga kini belum
mendapatkan tanggapan.

SMP Satap Ayapo juga tidak memiliki halaman sekolah yang memadai. Fasilitas penunjang seperti laboratorium memang tersedia secara fisik, tetapi belum dilengkapi dengan peralatan yang layak untuk kegiatan praktikum.

Waromi menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya terkait peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

“Masyarakat berharap agar kondisi sekolah ini bisa menjadi perhatian pemerintah. Saya akan membawa aspirasi ini dan memperjuangkannya agar ada perubahan nyata,”
tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Satap Ayapo, Amelia Tukayo, mengungkapkan sekolahnya saat ini menampung 115 siswa dengan keterbatasan ruang belajar.

“Kami hanya punya tiga ruang kelas, sementara jumlah siswa terus bertambah setiap tahun. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketiadaan halaman sekolah menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan luar kelas. Saat ini, pihak sekolah tengah berupaya mencari solusi dengan berkoordinasi bersama pihak adat setempat terkait kemungkinan pengembangan lahan.

“Kami sementara berdiskusi dengan pihak adat, mudah-mudahan ada solusi untuk pengembangan lahan sekolah,” tambahnya.

Menariknya, meskipun berada di wilayah kampung dengan fasilitas terbatas, sekolah ini justru diminati oleh sejumlah siswa dari Kota Sentani. Hal itu menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut, meski di sisi lain menambah beban kapasitas yang sudah terbatas.

Selain persoalan infrastruktur, tantangan lain yang dihadapi adalah akses transportasi yang tidak mudah. Kondisi tersebut diperparah dengan fasilitas belajar seperti meja dan kursi yang tidak layak, sehingga semakin mempersulit proses pendidikan.

Melalui kunjungan reses ini, masyarakat Kampung Ayapo berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi pendidikan di wilayah mereka. Mereka menilai akses terhadap pendidikan yang layak merupakan hak dasar setiap anak, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kampung.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi titik awal perubahan, agar siswa-siswi di Kampung Ayapo dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih baik, aman, dan layak di masa mendatang.

(Har)