STIE Port Numbay Cetak Rekor, Magister Manajemen Pertama di Papua Raih Akreditasi Unggul

Sudah Saatnya Naik Kelas

Kepala LLDIKTI, Suriel S. Mofu menyerahkan SK Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) atas Akreditasi unggul Program Studi Manajemen kepada Ketua Yayasan Cinta Tanah Air STIE Port Numbay, Najarudin Toatubun didampingi Ketua STIE Port Numbay, Dani Melmambessy (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com  – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua-Papua Barat, Suriel S. Mofu, menegaskan bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay Jayapura merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Tanah Papua yang mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Menurut Suriel, bentuk dukungan tersebut terlihat dari keberadaan dosen-dosen aparatur sipil negara (ASN) yang dipekerjakan oleh kementerian di lingkungan kampus tersebut, yang tidak dimiliki oleh semua perguruan tinggi swasta.

“Tidak semua perguruan tinggi memiliki dosen PNS yang dipekerjakan oleh kementerian. Namun di STIE Port Numbay, hal itu sudah ada. Artinya, dari sisi dukungan kementerian, perguruan tinggi ini telah mendapatkan perhatian yang cukup besar,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus, yang ditandai dengan bertambahnya jumlah dosen bersertifikasi serta peningkatan jabatan fungsional, mulai dari asisten ahli, lektor, hingga lektor kepala.

Bahkan, kata dia, saat ini STIE Port Numbay telah memiliki tiga profesor, yang menunjukkan adanya lonjakan kualitas akademik yang signifikan.

“Peningkatan kualitas ini tentu memiliki korelasi dengan capaian akreditasi unggul yang diraih saat ini,” katanya.

Suriel menjelaskan, pihaknya baru saja menyerahkan sertifikat akreditasi unggul untuk Program Studi Magister Manajemen STIE Port Numbay. Capaian tersebut menjadi tonggak penting, karena merupakan program magister manajemen pertama di Tanah Papua yang berhasil meraih akreditasi unggul.

“Ini sebuah rekor baru dan menjadi kebanggaan bersama. Artinya, STIE Port Numbay mampu memanfaatkan sumber daya yang diberikan oleh kementerian secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dukungan kementerian tidak hanya diberikan kepada dosen, tetapi juga kepada mahasiswa melalui berbagai program beasiswa, yang turut mendorong peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi tersebut.

Menurut Suriel, perkembangan STIE Port Numbay dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif, terutama dalam hal tata kelola, kepemimpinan, dan transformasi institusi.

“Terlihat ada kesinambungan kepemimpinan yang baik, sehingga transformasi yang terjadi mampu membawa peningkatan kualitas secara signifikan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan penyerahan surat keputusan jabatan fungsional kepada sejumlah dosen, terdiri dari tiga lektor dan dua lektor kepala, serta penyerahan sertifikat akreditasi unggul untuk Program Studi Magister Manajemen.

Selain itu, pembukaan Program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan juga dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor ekonomi dan jasa keuangan.

“Program studi ini sangat relevan dan berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan di Tanah Papua,” ujar Suriel.

Ia menilai, sebagai perguruan tinggi yang berbasis ilmu ekonomi, STIE Port Numbay memiliki kekuatan utama pada pengembangan bidang manajemen, keuangan, dan perbankan, yang ke depan diharapkan menjadi keunggulan institusi.

Meski demikian, Suriel mendorong agar STIE Port Numbay tidak berhenti pada capaian saat ini, melainkan terus melakukan pengembangan kelembagaan, termasuk meningkatkan status dari sekolah tinggi menjadi institut atau universitas.

“Sudah saatnya naik kelas. Dengan capaian akreditasi yang baik, STIE Port Numbay perlu mempersiapkan diri untuk perubahan bentuk kelembagaan agar dapat membuka lebih banyak program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, saat ini STIE Port Numbay menempati posisi ketiga dari 78 perguruan tinggi swasta di Tanah Papua yang memiliki program studi dengan akreditasi unggul. Capaian tersebut dinilai sebagai modal penting untuk terus mendorong peningkatan kualitas di tingkat institusi.

“Ini menjadi langkah awal yang sangat baik. Ke depan, kita berharap STIE Port Numbay tidak hanya memiliki program studi unggul, tetapi juga mampu meraih akreditasi unggul di tingkat institusi,” katanya.

Hingga saat ini, lanjut Suriel, belum ada perguruan tinggi di Provinsi Papua, baik negeri maupun swasta, yang berhasil meraih akreditasi unggul secara institusi.

Karena itu, ia berharap STIE Port Numbay dapat menjadi pelopor dalam mencapai capaian tersebut, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Tanah Papua.