Jayapura, Teraspapua.com – Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan bahwa kehadiran Ketua Umum PP PERPAMSI, H. A. Teddy Setia Budi, di Tanah Papua dalam rangka pelaksanaan sertifikasi bagi perusahaan daerah air minum (PDAM) se-Papua merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan kapasitas sektor air minum.
Menurut Rustan Saru, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memberikan bimbingan teknis dan pelatihan kepada para petugas di seluruh jajaran BUMD air minum, khususnya peserta sertifikasi yang hadir di Kota Jayapura.
“Ini hal yang sangat baik karena memberikan pembinaan kepada para petugas kita, terutama yang mengikuti sertifikasi, sehingga mereka memiliki kompetensi yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam memperbaiki kinerja dan tata kelola perusahaan daerah air minum di masing-masing wilayah.
Rustan juga menegaskan bahwa air minum merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditawar, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
“Kita semua tahu bahwa air minum adalah sumber kehidupan. Karena itu harus dikelola dan ditata dengan baik agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Ia menambahkan, Papua memiliki potensi sumber daya air yang melimpah. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menurutnya, perusahaan daerah air minum memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pengelolaan air bersih. Selain menjamin pelayanan kepada masyarakat, perusahaan juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Jika sumber daya ini dikelola dengan baik, maka perusahaan akan sehat. Perusahaan yang sehat akan mampu meningkatkan pelayanan sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Rustan berharap seluruh perusahaan daerah air minum di Tanah Papua dapat terus berkembang dan memperluas cakupan pelayanan, sehingga akses air bersih dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat.
Ia juga menilai kehadiran Ketua Umum PP PERPAMSI merupakan bentuk keseriusan dalam mendorong peningkatan kinerja BUMD air minum di Papua agar mampu sejajar dengan perusahaan air minum di daerah lain di Indonesia.
Untuk itu, ia meminta para peserta sertifikasi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu sebagai modal dalam mengembangkan perusahaan di daerah masing-masing.
“Jika ini berjalan baik, maka sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan air minum, masyarakat, dan Forkopimda harus terus diperkuat,” katanya.
Rustan menambahkan, kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan tata kelola air bersih yang lebih baik, termasuk dalam menyelesaikan persoalan tunggakan pelanggan yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Selain itu, ia juga menyoroti tantangan sosial dan budaya di Papua, khususnya terkait hak ulayat masyarakat adat yang kerap bersinggungan dengan sumber air atau lokasi intake.
“Kita juga menghadapi tantangan adat, di mana sumber air kadang diklaim sebagai hak ulayat masyarakat, sehingga perlu pendekatan yang baik,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Rustan mengakui bahwa kapasitas produksi air minum di Papua masih terbatas. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan seperti penebangan hutan yang berdampak pada berkurangnya debit air.
Ia juga menyinggung persoalan kebocoran pipa serta praktik pencurian air oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, yang turut memengaruhi kualitas layanan.
Selain itu, sebagian besar perusahaan daerah air minum di Papua masih mengandalkan sumber air dari pegunungan, sementara teknologi pengolahan air modern belum sepenuhnya optimal.
Akibatnya, kualitas air yang didistribusikan masih dipengaruhi kondisi cuaca. Saat musim hujan, air cenderung keruh, sedangkan pada musim kemarau ketersediaannya menurun.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan air minum di masing-masing daerah,” katanya.
Rustan berharap melalui dukungan PERPAMSI pusat serta peningkatan kualitas SDM, perusahaan daerah air minum di Tanah Papua dapat terus berbenah dan menghadirkan layanan air bersih yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat.














