STAKPN Sentani Gelar GASING Camp, Dorong Mahasiswa Kuasai Numerasi dengan Cara Menyenangkan

Foto bersama usai acara pembukaan

Sentani, Teraspapua.com – Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani menggelar kegiatan GASING Camp pada 13 hingga 25 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan numerasi mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang mudah, menyenangkan, dan aplikatif.

Kegiatan ini mengusung tema “STAKPN Rumah Kita: Rukun Berkarya dengan Numerasi yang Gampang, Asyik, dan Menyenangkan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen kampus dalam membangun budaya belajar yang inklusif, di mana numerasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan berhitung, tetapi juga sebagai keterampilan penting dalam berpikir logis, memecahkan persoalan, serta mengambil keputusan secara tepat.

Program GASING Camp menghadirkan Prof. Yohanes Surya, Ph.D., yang dikenal sebagai pencetus Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), bersama tim pelatihnya. Metode ini telah banyak digunakan sebagai pendekatan inovatif dalam pembelajaran matematika, dengan menekankan pemahaman konsep secara bertahap, sederhana, dan mudah diterima oleh peserta.

Ketua STAKPN Sentani, Prof. Dr. Hendry Y. Nanlohy, S.T., M.T., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret institusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa, khususnya dalam aspek numerasi. Menurutnya, penguatan kemampuan tersebut sangat relevan untuk mendukung proses akademik, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak lagi memandang matematika sebagai sesuatu yang sulit. Numerasi harus menjadi keterampilan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat digunakan untuk membantu masyarakat,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan yang melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta berbagai unsur di lingkungan kampus. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat kolektif untuk belajar dan berkembang bersama.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, GASING Camp juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kerja sama, rasa percaya diri, serta keberanian dalam mencoba hal baru. Peserta didorong untuk memahami bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar yang wajar dan menjadi pijakan untuk terus berkembang.

Di sisi lain, kegiatan ini juga mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan. Seluruh peserta diimbau untuk membawa tumbler pribadi guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membangun kesadaran akan pentingnya praktik ramah lingkungan dalam setiap aktivitas.

Melalui penyelenggaraan GASING Camp, STAKPN Sentani berharap mahasiswa memiliki kemampuan numerasi yang lebih kuat dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat membagikan metode pembelajaran yang diperoleh kepada masyarakat, terutama saat menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun kegiatan pengabdian lainnya.

Lebih dari sekadar pelatihan matematika, GASING Camp menjadi ruang pembelajaran yang menumbuhkan keyakinan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi. Dari Sentani, semangat membangun numerasi yang menyenangkan diharapkan terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Tanah Papua.

(rck/arc)