Lima Bulan Tak Jalankan Tugas, Mahasiswa Pertanyakan Kinerja Bupati Mamberamo Raya

Ketua Badan Pengurus FM-KMR, Hendrik Pitawa

Jayapura, Teraspapua.com – Forum Mahasiswa Kabupaten Mamberamo Raya (FM-KMR) menyuarakan keprihatinan terhadap minimnya kehadiran Bupati Mamberamo Raya, Robby Wilson Rumansara, dalam menjalankan tugas pemerintahan di daerah tersebut.

Ketua Badan Pengurus FM-KMR, Hendrik Pitawa, menyebutkan bahwa dalam kurun waktu kurang lebih lima bulan terakhir, Bupati  tidak berada di tempat untuk menjalankan amanah sebagai kepala daerah. Pernyataan tersebut disampaikan kepada media ini di Jayapura, Kamis (9/7/2026).

“Kurang lebih lima bulan Bupati tidak berada di tempat dalam menjalankan amanah rakyat di Mamberamo Raya,” ujar Hendrik.

Menurutnya, sebagai kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat, seorang bupati memiliki tanggung jawab moral sekaligus konstitusional untuk hadir di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut dinilai penting guna mendengar langsung aspirasi warga, mengawasi jalannya pemerintahan, serta memastikan pelayanan publik dan pembangunan daerah berjalan optimal.

Mahasiswa menilai, absennya kepala daerah dalam waktu yang cukup lama berpotensi berdampak pada efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pelayanan dasar kepada masyarakat. Oleh karena itu, mereka meminta adanya penjelasan terbuka dari Bupati kepada publik.

“Kami meminta Bupati Mamberamo Raya untuk memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat terkait alasan lamanya berada di luar wilayah kerja. Hal ini penting agar tidak menimbulkan spekulasi serta memastikan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, FM-KMR menekankan bahwa kritik yang disampaikan bukanlah bentuk serangan personal, melainkan wujud kepedulian terhadap kondisi daerah dan masa depan pembangunan di Kabupaten Mamberamo Raya.

Mahasiswa juga mendorong agar Bupati segera kembali menjalankan tugas secara penuh di wilayahnya, membangun komunikasi yang lebih intens dengan masyarakat, serta menunjukkan komitmen nyata terhadap mandat yang telah diberikan oleh rakyat melalui proses demokrasi.

“Kami tidak bermaksud menjatuhkan siapa pun. Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai mahasiswa terhadap daerah. Harapan kami, Bupati segera kembali dan menjalankan tugasnya secara maksimal,” tambah Hendrik.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya terkait pernyataan mahasiswa tersebut.

(Arc)