Jayapura, Teraspapua.com – Aktivitas masyarakat di Jayapura sempat terganggu setelah jaringan internet dan layanan telekomunikasi mengalami gangguan total selama beberapa jam pada Kamis pagi.
Gangguan terjadi sejak sekitar pukul 08.30 WIT hingga 12.30 WIT, menyebabkan kondisi blank spot di sejumlah wilayah. Situasi ini berdampak luas terhadap berbagai sektor, terutama pelaku usaha yang mengandalkan transaksi daring sebagai tulang punggung aktivitas ekonomi mereka.
Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami hambatan signifikan dalam menjalankan bisnis online akibat terputusnya konektivitas. Tidak hanya itu, layanan komunikasi sehari-hari seperti telepon seluler juga turut terdampak, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat secara umum.
Informasi awal menyebutkan bahwa gangguan berasal dari sisi perangkat operator. Hal tersebut diketahui setelah adanya komunikasi dengan pihak Telkomsel yang mengonfirmasi adanya kendala teknis pada sistem mereka.
Meski demikian, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua mengaku belum menerima penjelasan rinci terkait jenis gangguan yang terjadi.
“Kami belum mendapatkan penjelasan secara detail terkait gangguan tersebut. Namun dari komunikasi dengan pihak operator, disebutkan bahwa masalah berada pada sisi perangkat,” ujar Kepala Diskominfo Papua, Jeri Agus Yudianto, saat melakukan hearing bersama Komisi IV DPR Papua di ruang rapat komisi, Kamis (9/4/2026).
Di Papua, salah satu operator utama dengan infrastruktur jaringan luas adalah PT Telkom Indonesia, belum ada operator lain yang menopang layanan telekomunikasi di wilayah tersebut.
Memasuki siang hari sekitar pukul 12.30 WIT, jaringan mulai berangsur pulih. Layanan seluler perlahan kembali normal, meskipun kecepatan internet belum sepenuhnya stabil. Operator pun terus melakukan perbaikan bertahap guna mengembalikan kualitas layanan seperti semula.
Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR Papua) turut menyoroti gangguan ini. Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, menegaskan pihaknya telah meminta penjelasan resmi dari Diskominfo Papua bersama instansi terkait.

Ia menekankan bahwa gangguan jaringan internet tidak boleh berlangsung lama karena berdampak langsung terhadap pelayanan publik.
“Kami meminta kepada pihak operator, khususnya Telkom, untuk segera menormalkan jaringan internet. Saat ini hampir seluruh aktivitas masyarakat, baik dunia usaha, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan, sangat bergantung pada jaringan internet,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti dampak gangguan terhadap sektor pendidikan, terutama bagi pelajar yang tengah menjalani ujian.
“Ini bukan hanya soal pelayanan kantor, tetapi juga menyangkut pendidikan dan kesehatan. Anak-anak yang sedang mengikuti ujian juga terdampak. Karena itu, perlu ada langkah cepat dan pelayanan ekstra untuk mempercepat normalisasi,” tegasnya.
DPR Papua pun mendorong para operator untuk meningkatkan respons dan kesiapsiagaan dalam menghadapi gangguan jaringan. Hal ini dinilai penting mengingat peran vital infrastruktur telekomunikasi dalam mendukung aktivitas masyarakat di era digital yang semakin bergantung pada konektivitas.
(har)









