Jayapura, Teraspapua.com – Aparat Polresta Jayapura Kota melalui jajaran Polsek Heram bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di depan halte bus Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Sabtu (21/2) sekitar pukul 09.30 WIT.
Korban diketahui bernama Sakanteng Ulunggi alias Tese Ulunggi alias Kaco, seorang pria yang sehari-hari kerap berada di kawasan Perumnas III hingga Uncen Atas. Saat ditemukan, korban dalam posisi terbaring miring ke sisi kanan dengan mengenakan sweter putih dan celana pendek hitam.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kapolsek Heram Iptu F. Andri Rihulay membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat kondisi kesehatan, namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Andri.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum kejadian korban sempat mendatangi seorang warga yang berada sekitar 30 meter dari lokasi penemuan. Saat itu, korban terlihat dalam kondisi lemas dan sempat diberikan uang oleh warga untuk membeli makanan.
Setelah itu, korban berjalan kaki menuju arah Uncen Atas. Namun, tidak lama kemudian, setibanya di depan halte bus Perumnas III, korban tiba-tiba muntah darah dan langsung terjatuh.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkannya ke Pos Patmor Heram. Menindaklanjuti laporan itu, anggota piket yang dipimpin Brigpol Tri Purba langsung menuju lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Selanjutnya, personel Polsek Heram memasang garis polisi serta melakukan pengumpulan bahan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi.
Tim Inafis Polresta Jayapura Kota yang dipimpin IPDA Antonia Hilapok kemudian melakukan olah TKP secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan awal kembali menguatkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Sekitar pukul 10.35 WIT, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura guna penanganan lebih lanjut dan keperluan pemeriksaan medis.
Polisi juga telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi dan mengamankan TKP, memasang garis polisi, memeriksa saksi-saksi, hingga melakukan olah TKP bersama tim identifikasi serta mengevakuasi jenazah.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk berkoordinasi dengan pihak medis serta menelusuri keberadaan keluarga korban.
Kapolsek Heram menambahkan, pihaknya akan membantu proses pencarian keluarga korban agar proses pemulasaraan dapat segera dilakukan secara layak.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya warga Perumnas III dan sekitarnya, agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Percayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan warga yang sakit atau membutuhkan pertolongan di ruang publik. Warga juga diimbau untuk tidak menyebarkan foto atau video korban di media sosial sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi dan keluarga almarhum.
Kepolisian turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kota Jayapura.
(red)














