Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan seluruh Indonesia gelombang ke-6. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pembekalan bagi ketua, sekretaris, dan bendahara DPD serta DPC partai se-Tanah Papua.
Bimtek tersebut dipusatkan di Kota Jayapura, Provinsi Papua, dan berlangsung di Grand Asmat Hotel pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pelatihan nasional yang dibagi dalam beberapa wilayah, dengan Papua Raya menjadi salah satu fokus utama.
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan bahwa pelaksanaan bimtek ini mencakup seluruh wilayah di Papua, mulai dari Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, hingga Papua Barat Daya.
“DPP PDI Perjuangan menyelenggarakan bimbingan teknis di seluruh Indonesia yang dibagi dalam beberapa wilayah. Untuk Papua Raya dipusatkan di Kota Jayapura,” ujar BTM kepada wartawan usai pembukaan acara.
Acara tersebut dibuka oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo. Sejumlah elite partai turut hadir, di antaranya Ketua Bidang Kehormatan Partai Komarudin Watubun, Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi Andreas Hugo Pareira, serta anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Maluku, Mercy Chriesty Barends.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh anggota DPR Papua, DPRD kabupaten/kota, hingga anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan.
BTM menjelaskan, pihaknya di tingkat DPD berperan aktif dalam memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Ia menyebut kehadiran kader dari berbagai daerah menjadi bukti soliditas partai dalam memperkuat konsolidasi internal menjelang agenda politik ke depan.
“Kami dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua membantu agar seluruh peserta bisa hadir dan mengikuti bimtek ini dengan baik. Puji Tuhan, semuanya dapat berpartisipasi,” katanya.
Menurut BTM, bimtek ini tidak hanya menekankan aspek kedisiplinan organisasi, tetapi juga memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan fungsi politik, terutama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Ia menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan harus tetap berada di tengah masyarakat dan fokus pada isu-isu kesejahteraan, keadilan, kesehatan, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur.
“Mempertahankan partai itu jauh lebih sulit. Karena itu, kader harus terus berada di tengah masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, BTM menekankan pentingnya soliditas seluruh struktur partai, mulai dari tingkat DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, dalam menghadapi Pemilu 2029.
“Kader PDI Perjuangan harus solid menuju Pemilu 2029. Konsolidasi harus diperkuat di semua tingkatan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis PDI Perjuangan dalam pemerintahan sebagai partai penyeimbang. Menurutnya, partai memiliki tanggung jawab untuk memastikan jalannya pemerintahan tetap berpihak pada rakyat.
“Kita bukan sekadar partai oposisi, tetapi partai penyeimbang dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan,” kata BTM.
BTM menambahkan, komunikasi antara DPD dan fraksi PDI Perjuangan di DPR Papua maupun DPRD kabupaten/kota terus dilakukan guna memastikan kebijakan anggaran daerah (APBD) berpihak pada rakyat.
“Kami terus berkomunikasi dengan fraksi di DPR Papua dan DPRD kabupaten/kota untuk menyuarakan keadilan dan keberpihakan kepada rakyat dalam APBD,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika terdapat kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat, maka pihaknya akan memberikan masukan dan solusi kepada pemerintah daerah.
“Kalau belum ada keberpihakan kepada rakyat, kami akan memberikan solusi dan masukan kepada pemerintah dengan melihat kondisi wilayah dan ekonomi,” pungkasnya.
(har)














