Megawati Serukan Politik Anggaran Berpihak pada Rakyat Kecil dan UMKM

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat memberikan arahan secara virtual kepada peserta Bimtek di Papua (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengingatkan seluruh kader partainya untuk tetap hidup sederhana, membumi, dan senantiasa menyatu dengan rakyat. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) anggota DPRD Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Megawati menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Soekarno harus terus menjadi pedoman bagi setiap kader partai. Menurutnya, pemimpin sejati adalah mereka yang mampu merasakan dan menanggung penderitaan rakyat.

“Pemimpin itu harus hidup bersama rakyat, merasakan apa yang mereka rasakan. Itulah yang selalu diajarkan Bung Karno kepada kita,” ujar Megawati pada acara Bimtek  di Grand Asmat Hotel, Jayapura, pada 2–5 Juli 2026, dan diikuti oleh anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan gelombang ke-6 serta jajaran pengurus DPD dan DPC partai dari seluruh tanah Papua.

Megawati juga menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia meminta seluruh kader yang duduk di legislatif untuk menjaga penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara bertanggung jawab, baik secara moral, etika, maupun politik.

“Setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan. Jangan ada pemborosan anggaran, jangan ada penyalahgunaan fasilitas negara, dan jangan biarkan jabatan melahirkan gaya hidup yang menjauhkan kader dari rakyat,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa jabatan bersifat sementara, sementara kepercayaan rakyat merupakan kehormatan yang harus dijaga seumur hidup. Karena itu, kader diminta aktif turun ke lapangan, mendengar langsung aspirasi masyarakat, dan tidak menunggu munculnya gejolak baru bertindak.

“Partai harus hadir sebagai solusi, bukan menjadi bagian dari persoalan,” kata Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga mengingatkan bahwa Pemilu 2029 semakin dekat. Ia meminta seluruh kader untuk tidak lengah dan tidak terjebak dalam politik pencitraan semata.

“Kemenangan tidak lahir dari janji kosong, tetapi dari kerja nyata di lapangan, kedekatan dengan rakyat, serta militansi kader yang tidak pernah padam,” ujarnya.

Megawati menegaskan bahwa anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan harus menjadi ujung tombak konsolidasi partai di daerah. Ia mendorong kader untuk membangun semangat gotong royong, merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, serta hadir di tengah kesulitan rakyat.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kebijakan anggaran yang berpihak pada rakyat kecil, termasuk penguatan UMKM, perlindungan petani, nelayan, buruh, serta pelaku ekonomi rakyat lainnya.

“Jaga kedaulatan pangan di daerah masing-masing. Jangan biarkan sumber daya daerah hanya dinikmati segelintir kelompok,” katanya.

Megawati turut mengingatkan ancaman perubahan iklim yang menurutnya sudah menjadi krisis nyata saat ini. Ia meminta kader partai menjadi pelopor pembangunan berwawasan lingkungan dengan mendorong kebijakan yang melindungi hutan, sungai, laut, serta ruang hijau.

“Rawatlah bumi pertiwi seperti kalian merawat anak-anak kalian. Alam Indonesia bukan hanya warisan, tetapi titipan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Di sisi lain, Megawati juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan nasional. Ia mengingatkan agar kader tidak membiarkan konflik horizontal berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan politik harus diukur dari kesejahteraan rakyat, termasuk ketersediaan pangan, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta perlindungan terhadap kelompok lemah dan miskin.

Menutup arahannya, Megawati kembali menegaskan bahwa kekuatan PDI Perjuangan berasal dari rakyat.

“Kita ada karena rakyat, kita besar karena kepercayaan rakyat, dan kita akan tetap kuat jika terus menyatu dengan rakyat,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh kader untuk terus memperjuangkan keadilan, menjaga ideologi, serta berani menyuarakan kebenaran.

“Sejarah selalu mencatat, bangsa yang besar lahir dari kader-kader yang berani berkorban bagi rakyatnya,” tutup Megawati.

(har)