Yudisium Fakultas Hukum Uncen 2026, Yustus Pondayar; Jaga Integritas di Tengah Dinamika Hukum

Foto bersama usai Yudisium (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar Yudisium Periode III Program Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2) di Gedung Olahraga (GOR) Uncen, Rabu (29/7/2026). Sebanyak 200 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) serta Magister Hukum (M.H.).

Prosesi akademik dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Uncen, Dr. Yustus Pondayar, S.H., M.H., didampingi jajaran pimpinan fakultas, yakni Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Martinus Mambaya, S.H., M.Hum, Wakil Dekan II Bidang Umum, Dr. Farida Kapelele, S.H., M.H, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Daniel Tanati, S.H., M.H, serta Ketua Prodi Budiyanto,S,H.,M.H.

Dari total lulusan, sebanyak 176 mahasiswa berasal dari Program S1 reguler, 26 mahasiswa nonreguler, dan enam orang dari Program Magister (S2)  Ilmu Hukum. Momentum ini menjadi puncak perjalanan akademik para mahasiswa setelah melalui proses panjang pendidikan, penelitian, serta berbagai tantangan selama menempuh studi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Uncen Yustus Pondayar, menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda dimulainya tanggung jawab baru sebagai sarjana dan magister hukum. Ia menekankan bahwa gelar akademik merupakan amanah untuk menjunjung tinggi etika, integritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan yang tidak lepas dari dukungan orang tua, keluarga, serta para dosen,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri dan terus menjaga nama baik almamater di tengah dinamika dunia hukum yang terus berkembang. Menurutnya, lulusan Fakultas Hukum Uncen harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan hukum di masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.

Selain itu, Fakultas Hukum Uncen terus melakukan pembenahan dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penelitian, hingga tata kelola kelembagaan. Fakultas ini menargetkan peningkatan akreditasi dari peringkat B menjadi unggul pada tahun 2027 melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika dan dukungan alumni.

Dalam pengembangan akademik, Fakultas Hukum Uncen juga telah membuka Program Studi Magister Kenotariatan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang hukum, khususnya di Papua. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi putra-putri Papua dalam profesi notaris yang saat ini masih sangat terbatas.

Tak hanya itu, fakultas juga tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi Doktor Ilmu Hukum sebagai langkah strategis memperkuat budaya akademik dan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum.

Di sisi lain, kurikulum pendidikan hukum juga terus diperbarui agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Kurikulum baru dirancang tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga kemampuan analisis, penalaran hukum, teknologi, komunikasi, serta etika profesi,” tandasnya.

Sementara perwakilan yudisiawan, Agusta F. Indey, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan para mahasiswa hingga mencapai titik kelulusan bukan semata karena kekuatan pribadi, melainkan berkat campur tangan Tuhan serta dukungan keluarga dan orang-orang terdekat.

Agusta menyoroti keberagaman latar belakang para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, seperti Sulawesi Selatan, Maluku, Sumatera, hingga Jayapura dan luar daerah lainnya. Menurutnya, hal tersebut menjadi kekuatan yang memperkaya pengalaman selama menempuh pendidikan di kampus.

Ia juga menyebut Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan telah menjadi “rumah kedua” bagi para mahasiswa. Di lingkungan kampus, kata dia, para mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga nilai-nilai penting seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kebersamaan.

“Atas nama teman-teman angkatan 2022, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu dosen atas dedikasi, kesabaran, serta ilmu yang telah diberikan selama kurang lebih empat tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agusta menegaskan bahwa momen yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Gelar Sarjana Hukum yang akan disandang, menurutnya, adalah amanah untuk menjunjung tinggi keadilan, kejujuran, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tetap rendah hati dan menjaga integritas saat terjun ke masyarakat. “Kita harus menunjukkan bahwa kita adalah sarjana hukum yang mampu memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara, khususnya bagi Provinsi Papua,” katanya.

(har)