SSB Batik Raih Juara III FGT U-10, Pelatih Usul Turnamen Digelar Tiga Kali Setahun

Aksi salah satu pemain SSB Batik di laga Laga Grand Final Freeport Grassroots Tournament (foto Arche/teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Perebutan posisi ketiga Freeport Grassroots Tournament (FGT) kategori usia 10 tahun (U-10) di Lapangan Mandala, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (18/4/2026), berlangsung kompetitif dan penuh semangat. Dalam laga tersebut, SSB Batik berhasil mengamankan posisi juara ketiga setelah menundukkan SSB Waena dengan skor 2-0.

Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil agresif dengan saling melancarkan serangan. SSB Batik mampu membuka keunggulan lebih dulu di babak pertama dengan satu gol yang membawa mereka unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. SSB Waena berupaya mengejar ketertinggalan dengan permainan menyerang, namun solidnya lini pertahanan SSB Batik membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil. Sebaliknya, SSB Batik justru berhasil menambah satu gol lagi, memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengunci posisi juara ketiga.

Pelatih SSB Batik, Melki Papare, mengungkapkan rasa syukur atas capaian timnya dalam turnamen tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para pemain serta dukungan berbagai pihak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena kami semua bisa sehat dan mengikuti turnamen ini dengan baik,” ujarnya.

Melki juga memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia yang dinilai konsisten menyelenggarakan turnamen usia dini dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, ajang seperti FGT menjadi wadah penting bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola.

“Yang paling penting di usia ini adalah anak-anak bisa bermain dengan gembira dan menikmati permainan. Dari situ kita tanamkan rasa cinta terhadap sepak bola,” katanya.

Ia menambahkan, turnamen ini juga menjadi sarana evaluasi, baik bagi pemain maupun pelatih, untuk melihat sejauh mana perkembangan hasil latihan yang telah dijalani.

Lebih lanjut, Melki berharap agar turnamen FGT tidak hanya digelar sekali dalam setahun. Ia mengusulkan agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan hingga tiga kali dalam setahun, yakni pada awal, pertengahan, dan akhir tahun.

Menurutnya, frekuensi pertandingan yang lebih banyak akan memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk berkembang, khususnya dalam aspek mental bertanding.

“Dalam sepak bola ada empat komponen penting, yaitu teknik, taktik, fisik, dan mental. Mental ini sangat penting, dan itu terbentuk dari banyaknya jam terbang serta pengalaman bertanding,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa pengalaman bertanding sejak usia dini akan menjadi modal penting bagi pemain saat memasuki fase transisi ke jenjang usia berikutnya, khususnya di usia 13 hingga 14 tahun.

Di akhir pernyataannya, Melki kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen, terutama PT Freeport Indonesia, yang dinilai telah berkontribusi besar dalam pembinaan sepak bola usia dini di Papua.

Dengan berakhirnya turnamen ini, SSB Batik tidak hanya membawa pulang gelar juara ketiga, tetapi juga harapan akan pembinaan yang lebih berkelanjutan bagi generasi muda Papua di dunia sepak bola.

(har)