Freeport Komitmen Bangun SDM Papua Lewat Sepak Bola Usia Dini

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum didampingi Ketua Asprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano menyerahkan hadia kepada Arkiles Fonataba dari SSB Tunas Hamadi sebagai pemaiin terbaik (Best Player)/(foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) Papua melalui sektor olahraga, khususnya sepak bola usia dini. Hal tersebut disampaikan Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, dalam acara penutupan Freeport Grassroots Tournament (FGT) di Jayapura, Sabtu (18/4/2026).

Nathan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Ketua Asprov PSSI Papua Benhur Tomi Mano, para pelatih, orang tua, serta para pendukung yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya turnamen tersebut.

Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta, khususnya anak-anak kategori usia 10 tahun (U-10) dan usia 12 tahun (U-12), yang dinilai telah menunjukkan semangat luar biasa selama kompetisi berlangsung.

“Selamat kepada seluruh peserta atas semangat juang yang tinggi. Turnamen ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi menjadi ruang belajar penting bagi anak-anak untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan saling menghormati,” ujar Nathan.

Ia menjelaskan, Freeport Grassroots Tournament merupakan hasil kolaborasi antara PTFI dan PSSI yang telah memasuki tahun ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Turnamen ini menjadi wadah strategis dalam menjaring dan mengembangkan talenta muda sepak bola di Tanah Papua.

Menurut Nathan, PTFI memiliki komitmen jangka panjang dalam membangun SDM Papua menuju Papua yang unggul, salah satunya melalui pembinaan olahraga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk Papua Football Academy (PFA) yang berlokasi di Mimika.

“Papua Football Academy menjadi salah satu program unggulan kami dalam membina talenta muda secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknik sepak bola, tetapi juga pendidikan formal dan pembentukan karakter,” katanya.

Ia menambahkan, dengan dukungan fasilitas yang memadai serta pelatih berstandar internasional, para siswa PFA telah mampu bersaing di berbagai level kompetisi dan menorehkan prestasi yang membanggakan.

Sebagai hasil dari pembinaan yang terstruktur, pada tahun 2025 tercatat enam alumni PFA berhasil dipanggil mengikuti seleksi Tim Nasional (Timnas) U-17.

Sementara pada tahun 2026, tiga siswa angkatan kedua PFA, yakni Stenly Meyanu, Yance Glen Imbiri, dan Dolfi Salossa, kembali mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan Timnas U-17 sebagai bagian dari persiapan menuju AFC U-17 Asian Cup 2027.

Nathan menegaskan, melalui turnamen seperti FGT, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman bertanding yang berkualitas bagi anak-anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan semangat kebersamaan.

“Kami berharap anak-anak pulang dengan rasa gembira, mental yang lebih kuat, serta motivasi untuk terus berlatih dan berkembang,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Nathan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga turnamen dapat berjalan dengan lancar dan aman. Ia berharap kegiatan ini dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk berani bermimpi lebih tinggi dan meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga ajang ini menjadi langkah awal bagi lahirnya pemain-pemain hebat dari Papua yang mampu bersaing di kancah dunia,” pungkasnya.

(har)