MALUKU  

Pasca Bentrokan di Huamual, Tokoh Pemuda Ariate Minta Hentikan Provokasi di Media Sosial

Tokoh pemuda Negeri Ariate, Stenly Siahaya (foto Istimewa)

Piru, Teraspapua.com – Situasi pasca bentrokan yang melibatkan pemuda Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, masih menjadi perhatian serius masyarakat. Insiden yang terjadi pada Sabtu lalu itu meninggalkan luka, ketegangan, serta rasa kecewa yang mendalam di tengah hubungan persaudaraan yang selama ini terjalin harmonis di antara kedua wilayah bertetangga tersebut.

Di tengah kondisi yang masih memanas, tokoh pemuda Negeri Ariate, Stenly Siahaya, angkat bicara dengan menyampaikan seruan damai kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan para pemuda dari kedua belah pihak. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh situasi yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Menurut Stenly, bentrokan tersebut merupakan musibah yang sangat disayangkan karena telah mengguncang hubungan kekeluargaan yang selama ini terbangun kuat antara masyarakat Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang.

“Selama ini hubungan antara Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang berjalan baik. Kita hidup berdampingan, saling mengenal, dan menjaga hubungan persaudaraan. Namun kejadian ini menjadi pukulan bagi kita semua karena pertikaian antar pemuda justru menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tidak kondusif di Kecamatan Huamual,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa emosi tidak boleh menjadi alasan untuk memperpanjang konflik. Dalam situasi seperti ini, seluruh pihak diminta untuk tetap berpikir jernih demi menjaga masa depan hubungan kedua wilayah.

“Darah boleh panas, rasa kecewa pasti ada. Tetapi menyelesaikan masalah harus dengan kepala dingin. Jangan sampai emosi sesaat menghancurkan tali silaturahmi yang telah dibangun sejak lama,” tegasnya.

Stenly juga meminta masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian yang saat ini tengah mendalami kronologi serta akar persoalan bentrokan.

“Biarkan pihak kepolisian bekerja secara profesional. Hukum harus ditegakkan sesuai aturan yang berlaku. Kita tidak boleh bertindak sendiri atau memperkeruh situasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan simpati dan doa kepada para korban dari kedua pihak. Ia berharap seluruh korban dapat segera pulih dan diberi kekuatan dalam menghadapi situasi ini.

“Kami mendoakan saudara-saudara korban, baik dari Dusun Tanah Goyang maupun Desa Ariate, agar cepat sembuh dan kembali sehat. Tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan peristiwa seperti ini terjadi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Stenly menyoroti maraknya narasi provokatif di media sosial yang dinilai berpotensi memicu konflik baru. Ia mengingatkan bahwa media sosial seharusnya menjadi ruang untuk menenangkan situasi, bukan sebaliknya.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, terutama keluarga korban dan para pemuda kedua wilayah, untuk berhenti saling menyerang di media sosial. Narasi negatif hanya akan memperkeruh suasana dan menimbulkan luka baru,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan akan berdampak langsung terhadap masyarakat kecil yang bergantung pada aktivitas sehari-hari di wilayah tersebut.

“Jika situasi terus memanas, masyarakat kecil yang paling dirugikan. Karena itu mari kita bersama menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang,” ujarnya menambahkan.

Secara khusus, Stenly meminta keluarga korban serta generasi muda dari kedua wilayah untuk menghentikan penyebaran opini publik yang dapat memicu kemarahan baru.

“Kita harus belajar berjiwa besar. Jangan biarkan emosi menguasai keadaan. Semua persoalan harus diserahkan kepada hukum dan diselesaikan secara damai,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Stenly bersama para pemuda perantau berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat segera turun tangan secara serius, bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memfasilitasi proses perdamaian.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan sebagai penengah guna mengembalikan keharmonisan yang selama ini terjaga di antara kedua wilayah.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten SBB tidak tinggal diam. Bupati adalah orang tua bagi seluruh masyarakat Seram Bagian Barat. Kami percaya pemerintah mampu menyelesaikan persoalan ini dengan bijak agar Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang kembali hidup rukun, damai, dan harmonis seperti sediakala,” tutupnya.

(arc)