Dinas Pendidikan Jayapura Gelar Pengembangan Karier bagi 100 Guru SMP untuk Penguatan Mutu dan Akreditasi Sekolah

Foto Bersama Kepala Bidang Pembinaan SMP, Purnama Sinaga, pengawas, naracumber dan para kepala sekolah (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Dinas Pendidikan Kota Jayapura melalui Bidang Pembinaan SMP menggelar kegiatan pengembangan karier bagi pendidik dan tenaga kependidikan dari seluruh SMP negeri dan swasta di Kota Jayapura. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, hingga tenaga administrasi.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Purnama Sinaga, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan dan akreditasi.

“Pada hari pertama ini kami memberikan pendampingan terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan akreditasi sekolah. Ini penting karena ada delapan standar nasional pendidikan yang harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Menurut Purnama, akreditasi sekolah bukanlah proses instan, melainkan hasil dari upaya berkelanjutan yang melibatkan seluruh warga sekolah dalam menjaga budaya mutu.

“Akreditasi itu tidak bisa dicapai secara tiba-tiba. Ini adalah proses yang berkesinambungan, mulai dari kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, hingga pengelolaan sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada tenaga pengajar, tetapi juga didukung oleh sarana prasarana, sistem pembiayaan, kurikulum, serta standar penilaian yang baik.

“Semua komponen ini saling berkaitan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh warga sekolah,” katanya.

Karena itu, kegiatan ini juga menjadi ajang penyegaran bagi para peserta untuk kembali memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Pada hari berikutnya, peserta akan mendapatkan pelatihan lanjutan terkait penyusunan naskah dan pembuatan video praktik baik (best practice) di sekolah.

“Dari delapan standar nasional pendidikan itu, jika dijalankan dengan baik, akan melahirkan praktik-praktik baik. Kami ingin guru dan tenaga kependidikan mampu mendokumentasikan dan menuliskannya,” ujar Purnama.

Ia menjelaskan, kemampuan mendokumentasikan praktik baik tersebut penting karena dapat diikutsertakan dalam berbagai ajang apresiasi guru dan tenaga kependidikan (GTK), sekaligus menjadi indikator pencapaian mutu pendidikan yang tercermin dalam rapor pendidikan sekolah.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, narasumber yang dihadirkan berasal dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), serta Badan Akreditasi Nasional (BAN).

Purnama berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu melakukan evaluasi internal di sekolah masing-masing, termasuk mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat menghambat peningkatan mutu.

“Kami berharap tim di sekolah bisa membenahi diri, mengidentifikasi risiko, serta mendokumentasikan setiap proses yang dilakukan,” katanya.

Pada akhirnya, hasil dari proses tersebut diharapkan dapat dituangkan dalam bentuk karya tulis maupun video praktik baik yang dapat menjadi referensi bagi peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.