Peserta Pelatihan Literasi AI di Timika Membludak

Timika, Teraspapua.com – Antusiasme masyarakat terhadap pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Timika membludak hingga melampaui kuota yang ditetapkan panitia. Ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga profesional lokal, memadati pelatihan AI Ignition Training yang digelar di Hotel Horison Diana.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua bersama Grasberg Academy, dengan dukungan PT Freeport Indonesia.

Program Lead Regional Papua dan Maluku, Elviliana Y. Watopa, mengatakan tingginya minat peserta terlihat sejak pagi hari. Meski registrasi resmi dibuka pukul 08.00 WIT, peserta sudah memadati lokasi sejak pukul 06.00 WIT.

“Antusiasme peserta terhadap pelatihan kecerdasan artifisial sangat tinggi. Mereka datang lebih awal dengan semangat besar untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari target awal sebanyak 170 peserta, jumlah kehadiran meningkat signifikan menjadi 277 orang yang akhirnya tetap diakomodasi masuk ke dalam venue. Peserta terdiri atas perwakilan 11 SMK, satu politeknik, sekitar 50 peserta dari IPN, perwakilan Papua Youth Creative Hub Timika, serta masyarakat umum dengan rentang
usia 15 hingga 50 tahun.

Menurut Elviliana, lonjakan partisipasi ini menjadi sinyal kuat bahwa minat generasi muda di Timika terhadap penguasaan teknologi digital, khususnya AI, sangat positif.

“Ini menegaskan bahwa inisiatif pengembangan kapasitas berbasis teknologi masa depan sangat dibutuhkan dan memiliki relevansi tinggi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua,” katanya.

Ketua Komite Eksekutif KEPPOKP, Velix V. Wanggai, mengapresiasi semangat anak-anak muda Papua dalam mempelajari teknologi baru. Saat membuka kegiatan, ia menekankan pentingnya keberpihakan Otonomi Khusus pada peningkatan kualitas manusia Papua.

“Otonomi Khusus bukan hanya tentang anggaran, tetapi tentang keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia Papua. Literasi AI adalah investasi strategis agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi arsitek masa depan digital Indonesia,” ujar Velix.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas menjadi kunci dalam mempercepat dampak pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Papua.

Sementara itu, Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia, Engel Enoch, menegaskan bahwa pemberdayaan manusia merupakan fondasi utama keberlanjutan.

Menurutnya, AI Ignition Training membuka ruang bagi generasi muda Papua untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman yang semakin berbasis teknologi.

“Tantangan ke depan bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling siap. Karena itu, penguatan kapasitas SDM, penguasaan teknologi, dan keberanian berinovasi menjadi kunci agar generasi muda Papua mampu mengambil peran strategis,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program AI Ignition Indonesia yang diselenggarakan bersama Grasberg Academy dan KUMPUL, dengan dukungan berbagai mitra global seperti Asian Venture Philanthropy Network, Google.org, dan Asian Development Bank. Program ini bertujuan mempercepat inklusi digital, pengembangan talenta, serta inovasi berbasis teknologi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.

Dalam pelatihan tersebut, dua tokoh muda Papua turut menjadi narasumber, yakni Yoshua Gombo dan Elviliana Y. Watopa. Yoshua memaparkan fondasi teknis kecerdasan buatan dengan pendekatan sederhana, mulai dari prinsip dasar machine learning dan generative AI hingga teknik prompt engineering untuk meningkatkan produktivitas dan
kreativitas.

Ia juga menyajikan berbagai studi kasus penerapan AI di sektor pendidikan, UMKM, dan layanan publik.

Sementara itu, Elviliana menyoroti pentingnya adopsi AI secara bertanggung jawab, termasuk pemetaan peluang teknologi untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital di Indonesia Timur. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara manusia dan AI, serta penerapan etika digital dan prinsip inklusivitas.

Sejak diluncurkan secara nasional pada 2025, AI Ignition Training telah menjadi katalis dalam mempersiapkan talenta digital Indonesia menghadapi gelombang transformasi teknologi. Kehadirannya di Timika menegaskan komitmen bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam peta kesiapan digital nasional, termasuk di Papua Tengah yang memiliki potensi besar dari generasi muda berbakat.

Keberhasilan AI Ignition Road to Timika juga tidak lepas dari dukungan ekosistem lokal. Program ini didukung mitra media Koreri.com serta komunitas strategis seperti Jasgo Academy, Institut Pertambangan Nemangkawi, dan Papua Youth Creative Hub (PYCH).

Kolaborasi multipihak ini diharapkan tidak hanya berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga membuka akses pendampingan lanjutan, jejaring kolaborasi, hingga ruang
inkubasi ide bagi generasi muda Papua.

(red)