Jayapra, Teraspapua.com – Suasana khidmat menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Rumah Sakit Dian Harapan yang ditandai dengan pelaksanaan Misa Syukur, Rabu (22/4/2026). Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Jayapura maupun wilayah Tanah Papua.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, turut hadir dalam perayaan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi Rumah Sakit Dian Harapan yang selama lebih dari tiga dekade konsisten melayani masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun budaya.
Menurutnya, keberadaan Rumah Sakit Dian Harapan telah menjadi salah satu pilar penting dalam sistem pelayanan kesehatan di Kota Jayapura. Rumah sakit ini tidak hanya melayani warga kota, tetapi juga menjangkau masyarakat dari berbagai daerah di Tanah Papua.
“Setiap warga yang datang dalam keadaan sakit harus dilayani dengan baik. Rumah sakit memiliki tanggung jawab kemanusiaan yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Abisai menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menekankan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama, bahkan di atas persoalan administratif.
“Saya harapkan kepada seluruh rumah sakit, apabila ada pasien yang datang dan mengalami kendala administrasi, selamatkan dulu jiwa manusia. Urusan administrasi dapat diselesaikan kemudian,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Rumah Sakit Dian Harapan memiliki peran strategis sebagai “perpanjangan tangan Tuhan” dalam menghadirkan kesembuhan bagi masyarakat. Di usia yang ke-31 tahun, ia berharap rumah sakit tersebut terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam melayani masyarakat.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Dian Harapan, Jhon C.F. Paat, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk melalui sinergi dengan Pemerintah Kota Jayapura dalam program “Numbay Sehat”.
Ia menegaskan bahwa dalam situasi darurat, tindakan medis akan selalu menjadi prioritas utama dibandingkan urusan administrasi.
“Kami tetap melayani pasien yang membutuhkan pertolongan cepat dengan mendahulukan tindakan medis. Untuk kasus emergensi, administrasi selalu menjadi nomor dua,” jelasnya.
Meski demikian, untuk pasien yang tidak dalam kondisi darurat, pihak rumah sakit tetap mengimbau agar mengikuti prosedur yang berlaku. Hal ini dilakukan guna menjaga sistem pelayanan tetap berjalan tertib dan optimal, tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pasien.
Sebagai salah satu pusat layanan kesehatan di Papua, Rumah Sakit Dian Harapan juga melayani pasien dari berbagai daerah di luar Kota Jayapura. Tingginya mobilitas pasien menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.
Data rumah sakit mencatat sekitar 91 persen pasien merupakan peserta BPJS Kesehatan. Pihak manajemen memastikan seluruh peserta BPJS mendapatkan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bahkan, bagi masyarakat yang kepesertaan BPJS-nya tidak aktif, rumah sakit tetap memberikan pelayanan. Selanjutnya, pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan pemerintah, kelurahan, serta dinas sosial untuk membantu proses pengaktifan kembali kepesertaan BPJS tersebut.
“Bagi masyarakat yang BPJS-nya tidak aktif, kami tetap layani. Setelah itu, kami bantu koordinasi agar kepesertaannya bisa diaktifkan kembali,” tambahnya.
Perayaan HUT ke-31 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan fasilitas layanan kesehatan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya.















