DAERAH  

Pemkab Teluk Wondama Komitmen Membangun Sekolah-Sekolah YPK, Tahun Depan Dimulai

Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Aser Waroi sata berbincang dengan Wakil Ketua III BP YPK di Tanah Papua Paulus Indrubri

Wasior, Teraspapua.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Aser Waroi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat berkomitken untuk memperhatikan dan membangun sekolah-sekolah YPK di wilayah itu.

“UntuK itu, apa yang disampaikan oleh para guru, kami sudah tindaklanjuti untuk semua sarana prasarana pendidikan YPK di Kabupaten Teluk Wondama dibangun dengan baik,” terang Aser kepada Teraspapua.com usai pelaksanan FGD yang berlangsung di Aula SMP YPK Aitumieri, Sabtu (2/12/2023).

banner 325x300banner 325x300

Sekda Aser Waroi membeberkan, tahun depan sudah mulai dengan pembangunan SD YPK Miei, Maniwak, Distrik Wasior. Sementara untuk SMP, penambahan ruang kelas baru (RKB) .

Kemudian penambahan RKB, SD YPK Windesi, Wamesa Tengah, Distrik Windesi, selain itu SD YPK Yende, Distrik Roon, melalui dana APBN ada tambahan ruang kelas, ruang guru dan ruang Kepala Sekolah dengan darah dana sekitar Rp4 miliar.

“Jadi, Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Wondama berkomitmen untuk membangun sekolah-sekolah YPK, dan tahun depan sudah dimulai,” jelas mantan kadis Perhubungan Teluk Wondama itu.

Aser juga berharap untuk seluruh sekolah YPK di tanah Papua. Mari kita membangun YPK ini dengan baik. Pasalnya kata Aser, dari tanah peradaban ini pendidikan dimulai dari Teluk Wondama.

Kita bersatu membangun YPK seperti dulu kala, jangan kita terlena dengan hal-hal yang membawa, sampai kita lupa jati diri YPK.

“Bukan saja untuk pendidikan YPK, tapi untuk semua orang Kristen GKI yang ada di tanah Papua, harus prihatin untuk sekolah-sekolah YPK,” pesanya.

Ditempat yang sama Wakil Ketua III BP YPK Paulus Indrubri mengaku merasa ada sesuatu yang sangat luar biasa, karena Pak Sekda selaku ketua PSW terpilih, mengambil langkah cepat, yang merespon apa yang disampaikan oleh kepala-kepala sekolah, baik menyangkut sarana prasarana mapun guru P3K.

“Tentu membuat YPK merasa terbantu, karena sikap cepat dan tanggap dari Pak Sekda yang sangat luar biasa. Karena, begitu disampaikan oleh kawan-kawan kepala-kepala sekolah YPK, langsung ditanggapi serius dan memberikan solusi dalam waktu yang relatif cepat,” ujarnya.

Kami BP YPK melihat respon dan kebijakan pemerintah daerah sangat luar biasa. Jadi apa yang disampaikan oleh Pak Sekda ini akan membuat YPK bangkit.

Artinya kata mantan Wakil Bupati Teluk Wondama itu, hal ini turut memberikan dukungan sehingga YPK pasti akan bangkit, berdiri dan berlari di Teluk Wondama, karena dukungan dari pemerintah daerah untuk sekolah-sekolah YPK.

Dan kami harapkan, Pemerintah Daerah yang lain di tanah Papua harus seperti Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Wondama,

“Karena menurutnya, YPK yang mesiasati, mendesain pembangunan pendidikam dan di tanah peradaban ini kita mulai dari wondama dan hari ini Pak Sekda dan jajaran memberikan dukungan yang luar biasa.

Atas nama BP YPK, Pak Ketua dan seluruh jajaran, saya dan teman-teman yang hadir di sini menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya Kepada Bupati, Sekda dan jajaran yang telah memberikan solusi dan jalan keluar kepada sekolaj-sekolahnYPK di tanah Papua terutama di Teluk Wondama,” tandasnya.

Sementara Ketua BP Klasis GKI Teluk Wondama, Pendeta Antipas Pariri mengaku berterima kasih karena hari merupakan sebuah gebrakan untuk kembali mengangkat sekolah-sekolah YPK di Kabupaten Teluk Wondama, wilayah klasik wondama.

Dikatakan antusias guru-guru saat FGD, di mana mereka menyampaikan masalah-masalah mereka dan direktur eksekutif telah menjawab secara detail.

Para guru YPK di Teluk Wondama, akan berusaha dan membuktikan bahwa wujud awal mula pendidikan itu akan tercapai sebagaimana harapan Kita Bersama

Selain itu ditambahkan, pihak klasis masih mengumpulkan data, dan akan mendata kembali tanah-tanah sekolah YPK atas nama gereja tapi juga sekolah.

“Akan kami himpun dan kami serahkan kepada BP YPK di Tanah Papua,” pungkasnya.

(Har/Ricko)